Gerbang Nasional

Kapusluhtan Apresiasi Antusias Petani & Penyuluh Sambas Ikuti Pelatihan Tematik

Senin, 05 Agu 2019
Sumber Gambar : dokumentasi PusluhtanRI

Partisipasi 110 petani dan penyuluh pertanian di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat mengikuti ´pelatihan tematik lada lokal´ diapresiasi oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian [Pusluhtan - BPPSDMP Kementan] sebagai langkah maju untuk mendukung program Kementerian Pertanian RI, BUN500, yang diluncurkan oleh Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman di Palangkaraya, Kalteng pada pertengahan Juli 2019.

Pelatihan tematik dipilih oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian Kalimantan Selatan [BBPP Binuang] untuk mendukung peningkatan budidaya lada lokal, sehingga dapat meningkatkan produksi komoditas perkebunan tersebut untuk memenuhi kebutuhan domestik, sekaligus mencapai kuota ekspor ke mancanegara.

"Penyuluhan pertanian berperan penting dan strategis dalam mendukung sukses pembangunan pertanian, karena itu peningkatan kompetensi SDM pertanian ASN dan non ASN melalui pelatihan tematik merupakan salah satu pilihan strategis," kata Kepala Pusluhtan Leli Nuryati dalam arahannya sebagai narasumber Pelatihan Tematik Lada Lokal Angkatan III di Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalbar yang dibuka oleh Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati pada Sabtu pagi [3/8].

Menurutnya, model pembelajaran pelatihan tematik adalah berorientasi pada pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan berdasarkan kesesuaian materi yang dibutuhkan peserta dan bersifat tematik.

Dia mengajak seluruh penyuluh yang mengikuti pelatihan tematik di Sambas untuk mengajak penyuluh lainnya di Kabupaten Sambas, untuk memandu pelaksanaan kursus tani di kelompok tani masing-masing wilayah sebagai follow up dari kegiatan tematik di Kecamatan Sambas, sehingga dapat berkelanjutan dan mendukung peningkatan produksi lada lokal.

Tampak hadir Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan - Pusluhtan BPPSDMP Kementan, I Wayan Ediana: dan Kasubbid Informasi dan Materi Penyuluhan, Septalina Pradini, para koordinator BPP di Kabupaten Sambas, pejabat daerah dan para pemangku kepentingan.

Penyuluh Wanita
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusluhtan Leli Nuryati mengapresiasi peran penyuluh wanita mengembangkan kelompok wanita tani [KWT] sesuai semangat Kementan untuk mendayagunakan penyuluh wanita sebagai salah satu strategi untuk mendekati wanita tani di pedesaan.

"Diharapkan keberadaan penyuluh wanita bisa menjadi mitra bagi wanita tani untuk menyuarakan pendapatnya. Penyuluh wanita kedepan mempunyai tugas untuk lebih mendukung pengembangan SDM pertanian Indonesia, bukan lagi sekadar fokus pada produktivitas pertanian," kata Leli Nuryati.

Dia mengingatkan bahwa penyuluh wanita akan memberi peluang kepada perempuan untuk berpartisipasi secara aktif, akan berpengaruh bukan saja terhadap kinerja suatu program, tetapi juga memberdayakan perempuan dan menimbulkan rasa kepemilikan terhadap suatu sumber usaha. 

"Akses yang lebih baik terhadap sumberdaya juga memberikan kesempatan kepada perempuan untuk berkontribusi dalam kegiatan ekonomi produktif," kata Leli Nuryati yang berada di Kalbar sejak Jumat [2/8] didampingi Kabid I Wayan Ediana dan Kasubbid Septalina Pradini. [Liene]

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook