Materi Lokalita
SULAWESI SELATAN > KABUPATEN LUWU >

PEMUPUKAN BERDASARKAN FASE PERTUMBUHAN PADI

Selasa, 26 Mar 2019
Sumber Gambar :

PEMUPUKAN BERDASARKAN FASE PERTUMBUHAN PADI

Ir. Abdullah ( koordinator Penyuluh BPP Kec. Bua)

             Mengetahui fase-fase dalam pertumbuhan tanaman padi adalah sangat penting. Hal tersebut tidak terlepas dari tindakan budidaya yang tepat yang mesti diakukan memasuki setiap fase pertumbuhan padi khususnya pemupukan. Pemberian unsur hara ke tanaman bertujuan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan dari tanaman agar lebih optimal.

              Secara garis besar, fase pertumbuhan tanaman padi dibagi menjadi 2 (dua) bagian yakni fase vegetatif dan fase generatif, namun ada yang membagi lagi fase generatifnya menjadi fase reproduktif dan pematangan. Di daerah tropis, fase reproduktif berlangsung lebih kurang 35 hari , sedangkan fase pematangannya sekitar 30 hari. Fase tersebut berlaku umum untuk semua jenis padi. Perbedaan umur tanaman ditentukan oleh perbedaan panjang fase vegetatif. Fase vegetatif adalah umur tanaman dikurangi fase generatif 65 hari.

  1. FASE VEGETATIF

           Fase vegetatif adalah awal pertumbuhan tanaman, mulai dari perkecambahan benih sampai primordia bunga (pembentukan malai). Tahap Perkecambahan benih (germination) Pada fase ini benih akan menyerap air dari lingkungan (karena perbedaan kadar air antara benih dan lingkungan), masa dormansi akan pecah ditandai dengan kemunculan radicula dan plumule. Faktor yang mempengaruhi perkecambahan benih adalah kelembaban, cahaya dan suhu. Petani biasanya melakukan perendaman benih selama 24 jam kemudian diperam 24 jam lagi. Tahan perkecambahan benih berakhir sampai daun pertama muncul dan ini berlangsung 3-5 hari. Tahap Pertunasan (seedling stage) Tahap pertunasan mulai begitu benih berkecambah hingga menjelang anakan pertama muncul. Pada awal mulai muncul akar seminal hingga kemunculan akar sekunder (adventitious) membentuk sistem perakaran serabut permanen dengan cepat menggantikan radikula dan akar seminal sementara. Di sisi lain tunas terus tumbuh, dua daun lagi terbentuk. Daun terus berkembang pada kecepatan 1 daun setiap 3-4 hari selama tahap awal pertumbuhan sampai terbentuknya 5 daun sempurna yang menandai akhir fase ini. Dengan demikian pada umur 15 – 20 hari setelah sebar, bibit telah mempunyai 5 daun dan sistem perakaran yang berkembang dengan cepat. Pada fase ini mestinya dilakukan pemupukan dasar sesuai dosis anjuran sebagai nutrisi untuk menunjang pertumbuhan padi pada fase tersebut. Tahap Pembentukan anakan (tillering stage) Setelah kemunculan daun kelima, tanaman mulai membentuk anakan bersamaan dengan berkembangnya tunas baru. Anakan muncul dari tunas aksial (axillary) pada buku batang dan menggantikan tempat daun serta tumbuh dan berkembang. Bibit ini menunjukkan posisi dari dua anakan pertama yang mengapit batang utama dan daunnya. Setelah tumbuh (emerging), anakan pertama memunculkan anakan sekunder, demikian seterusnya hingga anakan maksimal.
               Pada fase ini, ada dua tahapan penting yaitu pembentukan anakan aktif kemudian disusul dengan perpanjangan batang (stem elongation). Kedua tahapan ini bisa tumpang tindih, tanaman yang sudah tidak membentuk anakan akan mengalami perpanjangan batang, buku kelima dari batang di bawah kedudukan malai, memanjang hanya 2-4 cm sebelum pembentukan malai. Sementara tanaman muda (tepi) terkadang masih membentuk anakan baru, sehingga terlihat perkembangan kanopi sangat cepat. Secara umum, fase pembentukan anakan berlangsung selama kurang lebih 30 hari. Pada tanaman yang menggunakan sistem tabela (tanam benih langsung) periode fase ini mungkin tidak sampai 30 hari karena bibit tidak mengalami stagnasi seperti halnya tanaman sistem tapin yang beradaptasi dulu dengan lingkungan barunya Pada fase ini mestinya dilakukan pemupukan susulan pertama sesuai dosis anjuran sebagai nutrisi untuk menunjang pertumbuhan padi pada fase tersebut. Waktu pemupukan pada umur 15 – 21 hari setelah tanam.

  1. FASE GENERATIF

Pada fase ini terdiri atas :

  • Tahap inisiasi bunga/Primordia
  • Tahap Bunting (booting stage)
  • Tahap Keluar Malai
  • Tahap Pembungaan
  • Tahap Pembungaan
  • Fase reproduktif yang diawali dari inisiasi bunga sampai pembungaan (setelah putik dibuahi oleh serbuk sari) berlangsung sekitar 35 hari Sebelum fase ini mestinya dilakukan pemupukan susulan kedua sesuai dosis anjuran sebagai nutrisi untuk menunjang pertumbuhan padi pada fase tersebut. Waktu pemupukan pada umur 35 – 45 hari setelah tanam.

 

PENGUNJUNG

332

HARI INI

600

KEMARIN

71815

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook