Materi Lokalita
JAWA BARAT > KABUPATEN SUKABUMI > CIDADAP

SEJUTA MANFAAT YANG TERBUANG DARI JERAMI PADI

Senin, 25 Mar 2019
Sumber Gambar : Rangga Pangestu Yudaprista (THL-TBPPD) Kecamatan Cidadap

Masih banyak petani yang membakar jerami padinya setelah padi dipanen. Tindakan ini bukan hanya menimbulkan asap yang dapat mencemari lingkungan, tetapi juga mereka kehilangan nilai ekonomi jerami yang besar. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan tentang manfaat dari jerami padi tersebut dan masih banyak masyarakat yang mengabaikan dampak lingkungan, sekitar 75% petani membakar jerami padinya di sawah, dari hasil penelitian Badan Litbang Pertanian diketahui dari satu hektar lahan sawah dihasilkan 5 – 8 ton jerami padi. Bila pada hamparan 100 hektar lahan pertanaman padi berarti dihasilkan 500 – 800 ton jerami padi yang dibakar, mikroba yang berguna dalam proses biologis , seperti perombak bahan organik, pengikat nitrogen, dan mikroba yang memeiliki fungsi biologis lain akan ikut mati dan sukar tergantikan keberadaanya. Namun tudak semua hama tanaman akan mati pada saat jerami dibakar karena hama dewasa, seperti tikus akan berpindah tempat.

Jerami padi tidak sepatutnya lagi dipandang hanya sebagai limbah, melainkan perlu dipahami sebagai bagian hasil panen padi yang kaya sejuta manfaat nilai ekonomi, seperti dijadikan pupuk organik, pembenahan tanah, mulsa, media tumbuh jamur, dan pakan ternak. Secara tradisional pemanfaatan jerami masih sangat terbatas untuk keperluan rumah tangga dan kegiatan usahatani. Jerami  padi dimanfaatkan sebagai bahan bakar tambahan pada pembakaran genting, bata dan gerabah, juga jerami dimanfaatkan sebagai bahan bakar memasak. Di Indonesia dua dekade terakhir tidak lagi menggunakan jerami padi sebagai bahan bakar di rumah tangga. Secara tradisional, peternak menghamparkan jerami padi kering setebal 5 – 10 cm di kandang sapi atau kandang kerbau yang lantainya berupa tanah.

Bernilai Ekonomi, memperlakukan jerami padi secar bijak, yaitudengan diambil solusi yang menguntungkan dengan cara pemanfaatan jerami padi untuk berbagai aspek. Jerami padi perlu dimaknai sebagai produk panen dan merupakan pendapatan tambahan dari usahatani padi. Merubah sudut pandang bahwa jerami sebagai limbah petanian menjadi memandang jerami sebagai bagian dari usahatai padi. Maka secara spontan mereka tidak lagi membiarkan jerami padi di sawah bahkan tidak lagi membakar jeraminya, hal ini perlu perhatian serius dari berbagai pihak baik terkait penyuluhan, ataupun pembuatan peraturan yang mengikat tentang jerami padi agar tidak dibakar.

Di beberapa negara yang sumberdaya manusianya sudah mempuni dibidang ilmu dan teknologi pertanian khususnya, seperti negara Jepang, Korea dan negara lainnya sudah meninggalkan kebiasaan membakar jerami sesudah panen, bahkan di Jepang ketika panen padi sekaligus panen jerami, yaitu dengan cara memotong pangkal batang padi, setelah dipotong jerami dan padinya secara keseluruhan dijemur berdiri, malai pada bagian atas, setelah kering baru dirontokan sehingga dihasilkan jerami dan gabah. Sebagian besar jerami dikomposkan dan sebagian lagi dipotong – potong untuk dimasukan ke dalam tanah pada saat membajak. Budaya membakar jerami sudah ditinggalkan.

PENGUNJUNG

3138

HARI INI

2695

KEMARIN

410974

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook