Gerbang Daerah
> >

BUDIDAYA PEKARANGAN METODE VERTIKULTURE DAN POT

Senin, 25 Mar 2019
Sumber Gambar : Ir Sri Hartati

I.  PENDAHULUAN

  • Budidaya sayuran di pekarangan bukan merupakan hal baru. Namun seiring berjalannya waktu kebiasaan tersebut semakin ditinggalkan, dan banyak pekarangan di pedesaan justru tidak dimanfaatkan, dibiarkan telantar dan gersang.
  • Di sisi lain, jumlah penduduk akhir-akhir ini terus mengalami peningkatan sehingga kebutuhan bahan panganpun semakin bertambah. Pemenuhan kebutuhan pangan tersebut banyak menemui permasalahan,di antaranya adalah fenomena perubahan iklim global yang berpengaruh pada tingkat produksi dan distribusi bahan pangan, penyempitan lahan pertanian akibat penggunaan di bidang non pertanian, dan tingginya tingkat degradasi lahan sehingga menyebabkan berkurangnya hasil panen.
  • strategi baru dalam pemenuhan bahan pangan, di antaranya melalui pemanfaatan lahan pekarangan, perlu dikembangkan. Data statistik menunjukkan luas lahan pekarangan di Indonesia saat ini mencapai 10,3 juta hektar. Apabila dimanfaatkan secara optimal maka permasalahan pemenuhan kebutuhan pangan, sebagaimana disebutkan di atas, kemungkinan besar dapat dikurangi.

    VERTIKULTUR DARI BAMBU

  • 1.Potong bambu sepanjang + 120 cm dengan pembagian 100 cm untuk wadah tanam dan 20 cm sisanya untuk ditanam ke tanah

    2.Bersihkan ruas antar bambu dengan menggunakan linggis, kecuali ruas paling bawah. Untuk ruas terakhir tidak dibobol keseluruhan, melainkan hanya dibuat sejumlah lubang kecil dengan paku untuk mengatur ke lebihan air penyiraman

    3.Buat lubang tanam disepanjang bagian 100 cm dengan menggunakan bor, pahat atau pisau.  Lubang  dibuat secara selang seling pada keempat sisi bambu.  Pada dua sisi yang saling berhadapan terdapat masing-masing dua lubang tanam, sehingga didapat 10 lubang tanam .  Setiap lubang berdiameter kira-kira 1,5 cm dan berjarak 30 cm

    4.Bambu ditanam dengan memasukkkan 20 cm bagian bawah ke dalam tanah

    VERTIKULTUR  DARI   PARALON

  • Alat dan Bahan
  • 1.Paralon ukuran minimal 5 inci, sebaiknya ukuran tinggi maksimalnya 1 meter  

    2.Gergaji

    3.Meteran

    4.Spidol atau pensil untuk menandai

    5.Pemanas, bisa obor, tungku bakaran sampah, atau las pemanas

    6.Pot atau baskom bekas (atau apa saja yang bisa dijadikan wadah untuk pot)

    7.Semen dan pasir

    8.Cat

    Cara Membuat
  • 1. Buat empat titik sentral di bagian atas atau bawah lubang paralon, gunanya untuk membagi paralon menjadi empat sisi yang sama. Buat lubang-lubang pada ke empat sisi tersebut, jadi titik sentral ini akan menjadi acuan kita dalam menarik garis lurus untuk digergaji. Ilustrasinya seperti di gambar ini:
  • Buatlah garis atau tanda untuk lubang di dinding paralon dengan acuan titik sentral tadi. Jarak antar garis atas bawah masing-masing 20cm. Lebar garis 10cm (ujung garis tidak bersentuhan dengan ujung garis lainnya di kanan kiri). Buat garis-garis tersebut selang-seling. Sisi yang berhadapan depan belakang posisi garis-garisnya sama. Setelah semua garis jadi, gergaji sesuai ukuran. ( 5cm dilihat tampak depan, di bagian samping jadinya hanya keliatan setengah), totalnya tetap 10cm juga tapi selang-seling.

. Panaskan sisi bagian atas dari garis yang digergaji sampai agak lunak, lalu tekuk ke dalam menggunakan kain lap . Tahan sebentar, lalu lepaskan, dengan sendirinya paralon akan mengeras bila sudah dingin.  Setelah dipanaskan, biarkan semua lekukan dingin sampai benar-benar keras.

 

PENGUNJUNG

781

HARI INI

637

KEMARIN

72901

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook