Gerbang Daerah
> >

Penanggulangan Gulma tanpa HERBISIDA

Senin, 25 Mar 2019
Sumber Gambar : Dok Pribadi

Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh pada areal yang tidak dikehendaki, yakni tumbuh pada areal pertanaman. Gulma dapat merugikan tanaman budidaya karena bersaing dalam mendapatkan unsur hara, cahaya matahari, dan air.

Gulma merupakan salah satu kendala utama dalam memperoleh hasil yang tinggi dalam budidaya padi sawah. Persaingan gulma dengan padi dalam stadia pertumbuhan hingga masa pematangan sangat besar sekali pengaruhnyaterhadap penurunan hasil panen.  Gulma  dapat menurunkan hasil panen karena adanya persaingan antara gulma itu sendiri dengan padi dalam pengambilan unsur hara, air, dan cahaya matahari. Disamping itu ada beberapa gulma yang dapat dijadikan tanaman inang oleh hama penyakit tanaman padi sehingga kalau dibiarkan gulma tumbuh, tanpa dikendalikan jelas kerugian akan kita dapatkan.

Pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida sangatlah praktis, efektif, dan ekonomis. Namun penggunaan herbisida yang berlebihan dapat meracuni bahkan mematikan tanaman padi yang disemprot.

Beberapa kerugian dari penggunaan pestisida :

  1. Penggunaan herbisida dalam waktu yang lama dan terus menerus dapat menyebabkan munculnya gulma-gulma yang resisten/tahan pada herbisida tertentu.
  2. Beberapa herbisida mempunyai pengaruh negatif yang kuat pada aktivitas biologi dari organisme yang ada didalam tanah.

Beberapa herbisida sangat berbahaya pada aplikator/petani.

Pengaplikasian herbisida yang aman memerlukan tingkat pengetahuan yang cukup tinggi untuk  memilih formulasi herbisida , dosis, waktu dan metode aplikasi yang tepat.

Berbagai cara pengendalian gulma yang aman dan ramah lingkungan pun bisa dilakukan. Seperti kultur teknis, cara manual, cara mekanis dan cara biologis. Meski dibilang ramah lingkungan, namun dari  cara-cara ini punya kekurangan.

 

Beberapa kekurangan dari pengendalian gulma tanpa  herbisida :

  1. Proses lama.
  2. Tidak dapat mengendalikan gulma sejak awal.
  3. Gulma yang bersifat pohon sukar dikendalikan.

 

Beberapa metoda pengendalian gulma pada padi sawah tanpa menggunakan herbisida

  1. Kultur Teknik

      Berbagai kultur teknik budidaya padi, secara tidak langsung dapat menekan infestasi gulma. Teknik yang paling berperan diantaranya adalah pengolahan tanah yang benar, varietas, kulatas benih, pengaturan air, cara tanam, populasi tanaman dan pola tanam.

  1. Cara manual

      Pengendalian dengan cara ini dilakukan dengan tangan, tanpa menggunakan alat bantu kerja. Biasanya rumput dicabut dengan tangan lalu dibenamkan dalam lumpur. Untuk jenis gulma yang tidak mati dengan pembenaman dikumpulkan dan dijemur dipematang sawah hingga kering baru dibenamkan. Cara ini masih banyak terbukti efektif, karena dapat mengendalikan gulma yang tumbuh berdekatan atau pun dalam rumpun tanaman padi. Kelemahan pengendalian gulma dengan cara ini memerlukan banyak tenaga kerja.

  1. Cara mekanis

     Pengendalian dengan menggunakan alat bantu kerja seperti gasrok atau landak. Cara kerja ini cukup efektif dan cepat. Tetapi tidak mampu mengendalikan gulma yang tumbuh berdekatan maupun didalam rumpun tanaman padi. Akar rambut yang tua dirusak oleh alat penyiang sehingga merangsang pertumbuhan akar rambut baru. Akar baru tersebut dapat menyerap unsur hara lebih efisien dari dalam tanah. 

  1. Cara biologis

     Prinsip dari pengendalian dengan cara ini adalah menekan pertumbuhan gulma dengan menggunakan organisme, dan tidak menutup kemungkinan menggunakan mikroorganisme seperti jamur dan bakteri. Salah satu contohnya adalah dengan mengintegrasikan tanaman padi dengan itik. Gulma-gulma tertentu dapat dikendalikan dengan efektif karena dimakan oleh itik. Pengendalian dengan cara ini masih jarang dilakukan. Pengendalian dengan cara ini memerlukan pengetahuan dan pengalaman yang cukup agar efektif.

       Dari empat metoda ini dapat dikelompokkan menjadi dua metoda/teknik pengendalian gulma yaitu metoda tidak  langsung dan secara langsung. Metoda kultur teknik merupakan  tindakan pengendalian secara tidak langsung. Sedangkan  tiga metoda lainnya merupakan tindakan pengendalian gulma secara tidak langsung.

 

      Penulis : Jenal Mustopa, SP (Admin BPP Rajadesa Kab Ciamis )

     @ cm.1mrt19

 

Sumber : http. Bengkulu.litbang. pertanian.go.id/ind/image/dokumen/cetakan/2010 (pengendalian gulma pada padi sawah secara terpadu).

 

PENGUNJUNG

787

HARI INI

3712

KEMARIN

393712

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook