Materi Lokalita
JAWA BARAT > KABUPATEN SUKABUMI >

SIKUNING MELIMPAH MENDATANGKAN RUPIAH

Senin, 25 Mar 2019
Sumber Gambar : google

Budidaya pisang menjanjikan prospek yang cerah. pisang ( Musa sp.) merupakan tanaman tropis yang sanga populer. buahnya digemari dan telah dikirimkan keberbagai belahan dunia.

indonesia memiliki keaneka ragaman buah pisang yang tinggi. setidaknya terdpat 10 varoetas buah pisang unggulan yang membanjiri pasar-pasar lokal maupun ekspor. dikecamatan caringin sangat cocok untuk berbudidaya tanaman pisang karena ketingian mencapai 800 mdpl sapai dengan 1200 mdpl cukup baik untuk pertumbuhan tanaman pisang dengan rasa yang lebih manis dibandingkan dataran rendah.

 

SYARAT TUMBUH

  • Tanaman pisang dapat tumbuh di daerah tropis, baik di daerah rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian tidak dari 1600 mdpl
  • Suhu optimum untuk pertumbuhan adalah 200 C dan suhu maksimum 280 C, dengan keasaman tanah ( PH ) 4,5 – 7,5.
  • Curah hujan yang optimal untuk pertumbuhan atau paling tidak 100 mm/bulan

TEKNOLOGI BUDIDAYA

  • Pembibitan
  • Bibit yang bias digunakan adalah bibit yang berasal dari anakan.
  • Bahan yang paling baik digunakan adalah anakan pedang ( Tinggi 41-100 cm), daunnya berbentuk seperti pedang dengan ujung runcing
  • Bibit anakan setelah dipisahkan harus segera ditanam, jika terlambat akan meningkatkan serangan hama penggerek dan kematian di kebun.
  • Sebelum ditanam, anakan dipotong 5 cm diatas leher bonggol dan cara ditimbun 5 cm dibawah permukaan tanah.
  • Persiapan Lahan
  • Lahan dibersihkan dari sisa tanaman kemudian disiapkan lubang tanam berukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm, sekitar 2 minggu sampai 1 bulan sebelum tanam.
  • Tanah lapisan atas dipisah dengan tanah lapisan bawah, dan penutupan lubang tanam dilakukan dengan memasukan tanah lapisan bawah terlebih dahulu
  • Penanaman
  • Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan agar terhindar dari kekeringan pada awal pertumbuhan.
  • Untuk mendapatkan produksi dan kualitas buah yang baik, penanaman pisang dilakukan 2 tahap (Setahun 2 kali) dengan selisih penanaman 6 bulan. Penanaman pertama menggunakan jarak tanm lebar (misalnya 4 m x 4 m), kemudian penanaman tahap kedua dilakukan diantara tanaman yang telah ditanm sebelumnya.
  • Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari.
  • Jarak tanam disesuaikan dengan jenis pisang : Pisang ambon, Cavendish, Raja Sereh, dan Pisang Nangka berukuran 3 m x 3 m; Pisang kapok dan Tanduk berukuran 3 m x 3 m atau 3 m x 3,5 m.
  • Pemberian pupuk kandang pada lubang tanam dilakukan 1-2 minggu sebelum tanam, dan dibiarkan terlebih dahulu 1-2 minggu.
  • Pemupukan
  • Dosis pemupukan yang diberikan adalah 350 kg Urea + 150 kg SP-36 + 150 kg KCL/Ha/Tahun atau 0,23 kg Urea + 0,10 kg SP-36 + 0,10 kg KCL/Tanaman.
  • Untuk tanaman yang baru ditanam, pemupukan dilakukan 3 kali yaitu ¼ Bagian saat tanam, dan sisanya dibagi 2 (pada umur 3 bulan dan 6 bulan).
  • Untuk tanaman berumur 1 tahun atau lebih pemupukan dilakukan 2 kali yaitu awal musim hujan dan menjelang akhir musim hujan.
  • Pupuk diletakan pada alur dangkal, berjarak 60-70 cm dari tanaman dan ditutup tanah.
  • Pemangkasan
  • Pemangkasan dilakukan terhadap daun yang kering dengan tujuan untuk mencegah penularan penyakit, mencegah daun-daun yang tua menutupi anakan, dan melindungi buah dari goresan daun.
  • Pemangkasan daun tidak dilakukan lagi setelah pemangkasan bunga jantan
  • Penyiangan
  • Penyiangan dilakukan pada saat tanam berumur 1-5 bulan, terutama 3 bulan pertama harus dilakukan secara intensif.
  • Setelah tanaman berumur 5 bulan, pengendalian dapat dikurangi (selang waktu 2-3 bulan) karena kanopi tanaman dapat menekan pertumbuhan gulma.
  • Penjarangan anakan
  • Penjarangan anakan bertujuan untuk mengurangi jumlah anakan, menjaga jarak tanm, dan menjaga agar produksi tidak menurun.
  • Penjarangan anakan dilakukan dengan memelihara 1 tanaman induk (umur 9 bulan), 1 anakan (umur 7 bulan), dan 1 anakan muda (umur 3 bulan), dilakukan rutin setiap 6-8 minggu.
  • Perawatan Tandan
  • Membersihkan daun sekitar tandan, trutama daun yang telah kering.
  • Membuang buah pisang yang tidak sempurna yang biasanya pada 1-2 sisir terakhir, dan diikuti dengan pemotongan bunga jantan.
  • Panen
  • Buah yang tua biasanya dicirikan : sudut buah tumpul dan membulat, daun bendera mulai mongering, dan bekas putik bunga mudah patah.
  • Cara pemanenan yaitu : batang pisang dipotong kira-kira ½ diameter batang pada ketingian 1 m dari permukaan tanah. Tandan buah ditahan agar tidakjatuh ketanah, kemudian dipotong.
PENGUNJUNG

297

HARI INI

600

KEMARIN

71780

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook