Diseminasi Teknologi

WASPADAI HAMA DAN PENYAKIT UTAMA PADA TANAMAN PADI DI MUSIM GADU

Jum'at, 15 Mar 2019
Sumber Gambar : Kegiatan BPTP Kalimantan Barat, 2018.

Sebentar lagi tanam padi di musim gadu atau kemarau akan segera tiba, biasanya dimulai pada bulan Maret – Mei setiap tahunnya. Agar pertanaman padi dimusim gadu ini memberikan produksi yang baik, maka hama dan penyakit yang merupakan salah satu factor penghambat produksi perlu diwaspadi. Serangan hama penyakit dimusim gadu terkadang bisa menimbulkan fuso.

    Tindakan pencegahan diperlukan sedini mungkin agar resiko kerusakan tanaman atau kegagalan panen di pertanaman padi tidak terjadi. Beberapa hama dan utama padi di musim gadu yang perlu diperhatikan sebagai berikut :

  1. Hama Tikus

            Tikus merupakan salah satu hama utama tanaman padi di musim Gadu. Hal ini disebabkan makanannya  yang selalu tersedia di areal persawahan dengan kata lain makanan tidak terputus. Hama ini menyerang tanaman dari fase pembibitan sampai fase pemasakan bahkan pada saat penyimpanan. Kerusakan parah terjadi jika tikus menyerang padi pada fase generatif, karena tanaman tidak dapat membentuk anakan baru. Pada serangan berat , tikus  merusak mulai dari tengah hamparan padi meluas ke pinggir dan hanya menyisakan   1 – 2 tanaman dipinggit petankan. Dengan demikian dapat menyebabkan kerusakan yang ditimbulkannya dapat mencapai 90% bahkan lebih.

         Tindakan pencegahan harus segera dilakukan seawal mungkin sebelum pelaksanaan musim tanam gadu dimulai, salah satunya dengan melakukan gropyokan tikus pada masa bera dan olah tanah yang dipadukan dengan pemasangan umpan. Lakukan kegiatan ini secara serempak sehamparan dengan harapan pada saat pertanaman, tikus sudah mulai dapat dikendalikan. Kemudian setelah selesai tanam, dapat dipasang pagar plastik disekeliling sawah yang sudah dibuat saluran keliling.

  1. Hama Wereng Coklat

           Hama yang selanjutnya perlu diwaspadi pada musim tanam gadu adalah ham wereng coklat. Hama wereng coklat ini dapat menyerang pertanaman padi sejak fase bibit sampai fase masak susu dengan gejala yang ditimbulkannya ringan sampai berat. Hama ini merusak tanaman dengan mengisap cairan dari dalam jaringan tanaman menyebabkan daun-daun menguning, mengering dengan cepat (terbakar). Tanaman yang terserang wereng coklat ditandaai dengan matinya tanaman seperti hangus terbakar (gosong).

           Tindakan pencegahan atas serangan hama wereng copklat ini dengan menanam varietas tahan serta menggunakan jarak tanam yang tidak terlalu rapat serta pergiliran varietas. Selain itu hama ini juga dapat dicegah dengan menjaga supaya matahari selalu dapat menyinari padi. Matahari akan membuat wereng sulit menetas dan mencegahnya berkembang biak. Jika diperlukan dapat juga dikendalikan dengan menggunakan insektisida berbahan aktid BPMC, fipronil, imidakloprit, karbufuran.

  1. Hama Penggerek Batang

      Hama pada musim tanam gadu yang juga perlu diwaspadi adalah hama pengerek batang atau yang biasa disebut sundep beluk. Hama ini menyerang padi mulai dari fase pembibitan sampai pada fase berbunga. Jika menyerang pada fase vegetative disebut sundep, sedangkan jika menyerang pada fase generatife disebut beluk. Kerusakan yang ditimbulkan oleh pengegrek batang ditandai dengan matinya titik tumbuh akibat terpotong oleh ulat penggerek batang.       

           Tanaman padi pada fase pembibitan sangat sensitif terhadap serangan hama ini, untuk itu waktu tanam yang tepat merupakan cara yang efektif menghindari serangan hama ini. Hindari penanaman padi pada bulan Desember-Januari karena suhu, kelembaban dan curah hujan pada saat ini cocok bagi perkembangan penggerek batang. Pengendalian juga dapat dilakukan dengan penanaman dan pemanenan serempak, serta sesudah panen, lahan langsung digenangi air sampai pangkal batang padi tenggelam selama ± 7 hari agar ulat dan pupa yang berada di dalam batang mati.

  1. Penyakit blas

           Salah satu penyakit yang perlu diwaspadi di musim gadu adalah blas. Penyakit ini apabila tidak diwaspadi dari awal akan dapat menurunkan produksi hingga 70%. Penyakit blas disebabkan oleh jamur Pyricularia grisea. Pada umumny blast menyerang daun yang disebut blas daun dan leher malai yang disebut blas leher (neck blas). Blas daun ditandai dengan gejala bercak coklat kehitaman berbentuk belah ketupat dengan pusat bercak berwarna putih, sedangkan blast leher ditandai dengan bercak coklat kehitaman pada pangkal  leher mengakibatkan  leher malai tidak dapat menopang malai dan patah. Serangan blast leher dapat menurunkan hasil secara langsung karena leher malai busuk dan patah sehingga pengisian terganggu dan bulir padi menjadi hampa.

             Penyakit ini dapat menyerang pada setiap tahapan pertumbuhan dengan membentuk bercak pada daun, ruas batang, leher malai, dan malai. Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan sanitasi lingkungan dengan intensif, penggunaan kompos jerami, gunakan varietas yang tahan secara bergantian dan perlakuan benih sebelum tanam dan hindari tanam padi terlambat dari petani di sekitarnya serta hindari jarak tanam yang terlalu rapat (sebar langsung). Bila diperlukan dapat digunakan fungisida. Jika tanaman telah terserang blas, kurangi penggunaan urea dan tambahkan KCl agar batang menjadi lebih kuat.

  1. Penyakit Hawar daun bakteri (HDB)

            Penyakit yang selanjutnya perlu di waspadai pada musim tanam gadu adalah penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB). Penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) disebabkan oleh bakteri Xanthomas campestris pv. Oryzae.  Penyakit ini terjadi terutama pada lahan sawah yang selalu tergenang dan dipupuk N tinggi. Jika menyerang pada tanaman berumur < 30 hari (pembibitan atau baru pindah) disebut dengan kresek yang ditandai dengan daun-daun berwarna hijau kelabu, melipat dan menggulung dan pada serangan berat dapat menyebabkan kematian. Sedangkan Hawar  ditandai  dengan  timbulnya  bercak abu-abu kekuning-kuningan) pada tepi daun dan apabila gejala meluas akan membentuk hawar (blight) dan akhirnya daun mengering. Bila serangan terjadi saat berbunga, proses pengisian gabah menjadi tidak sempurna, menyebabkan gabah tidak terisi penuh atau bahkan hampa. Pada kondisi seperti ini kehilangan hasil emncapai 50 – 70 persen.

           Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan menanam varietas tahan, tidak menggunakan bibit dari pertanaman yang terserang penyakit, mencegah terjadinya infeksi bibit melalui luka dengan tidak melakukan pemotongan bibit dan menghindarkan pertanaman dari naungan. Selain itu lakukan sanitasi lingkungan, lakukan cara tanam dengan sistem jajar legowo, pemupukan secara berimbang dan hindari pemupukan Nitrogen yang tinggi serta pengaturan air. Jika diperlukan dapat dikendalikan menggunakan bakterisida. Untuk daerah-daerah yang endemis HDB tanam varietas tahan seperti Code dan Angke

Penyusun (Ir. Sari Nurita)

Sumber :

Anonim, 2015. Penyakit Blas Pada Tanaman Padi dan Cara Pengendaliannya. http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/info-berita/info-teknologi/penyakit-blas-pada-tanaman-padi-dan-cara-pengendaliannya

Anonim, 2015. Pengendalian penyakit kresek dan hawar daun bakteri. http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/info-berita/info-teknologi/pengendalian-penyakit-kresek-dan-hawar-daun-bakteri

 Anonim, 2015. Hama dan penyakit Utama di Musim gadu. http://agrinews21.blogspot.com/2015/06/hama-dan-penyakit-musim-gadu.html

 Syam et al., 2008. Masalah Lapang, Hama, Penyakit , Hara Pada Padi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.

PENGUNJUNG

3098

HARI INI

2695

KEMARIN

410934

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook