Gerbang Nasional

Tajug Gede Cilodong, Solusi Wujudkan Ketahanan Pangan

Rabu, 06 Mar 2019
Sumber Gambar :

Tajug Gede Cilodong merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan Indonesia. Ketahanan pangan merupakan isu  hangat yang menjadi bahasan banyak kalangan saat ini. Hal ini dikarenakan ketahanan pangan menekankan pada kecukupan pangan setiap individu di suatu wilayah. Ketahanan pangan dapat dilihat dari tiga pilar utama, yakni terjaminnya ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan.  Melalui urban farming dapat meningkatkan ketahanan pangan lokal dan kualitas produk pertanian. Tentunya ini akan berhasil bila didukung oleh kerjasama dari berbagai pihak.

 

Ketua DKM Tajug Gede Cilodong yang juga seorang tokoh pertanian dari kabupaten Purwakarta, Dedi Mulyadi menyatakan bahwa produktivitas pertanian menunjukkan grafik kemajuan yang sangat signifikan. Hal ini dapat  dilihat dari tingkat kecukupan dan ketersediaan pangan di daerah khususnya kabupaten Purwakarta. Tingginya tingkat kecukupan dan ketersediaan pangan berimbas positif pada ketersediaan pangan sehingga tidak ada gejolak harga. Dedi Mulyadi menyatakan gejolak harga dapat terjadi karena kurangnya perencanaan saat penanaman. Murahnya harga produk pertanian dapat terjadi karena banyaknya produk pertanian sejenis dipasaran. “Petani kita belum bisa memetakan produksi dengan baik, mereka hanya memproduksi  sesuai tren  permintaan pasar. Dedi mencontohkan ketika banyaknya  permintaan buah naga, semua petani menanam  buah naga, begitupun dengan  buah mangga/cabai/tomat dan produk pertanian lainnya. Untuk melindungi petani, pemerintah harus mulai memetakan  tingkat kebutuhan masyarakat dengan produksi.

 

Selain itu Dedi menyampaikan adanya Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi secara elektronik "OSS Republik Indonesia” memberikan kemudahan berinvestasi melalui penerapan sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik. OSS menyebabkan cepat dan mudahnya ijin keluar. Disini akan menimbulkan masalah baru, banyaknya tanah-tanah pertanian yang dipakai untuk pemukiman atau industri. Untuk itu perlu adanya keputusan atau peraturan bahwa areal pertanian tidak boleh digunakan selain sektor pertanian.

 

Menanggapi minimnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian, Dedi menekankan  bahwa sehebat-hebatnya suatu negara bahkan negara super power pun  didukung oleh pertanian yang kuat. Sudah saatnya menjadikan pertanian sebagai salah satu mata pelajaran atau kurikulum di sekolah. “Kita perlu menanamkan pendidikan karakter pada siswa/siswi sekolah. Kenalkan mereka dengan sektor pertanian baik tanaman pangan, hortikultura, peternakan maupun perkebunan.  Bila saat ini generasi muda senang menanam melalui permainan online di gedget, kita harus merubahnya. Ajak generasi muda terjun langsung dengan menanam, merawat dan memanen hingga memasarkan produksi pertanian”, papar Dedi. Diharapkan melalui upaya tersebut akan lahir generasi muda kreatif yang mencintai dunia pertanian.

 

Bukan hanya sekedar teori dan pandangan semata, kabupaten Purwakarta memiliki Tajug Gede Cilodong lahan yang nantinya akan dibangun semacam mall pertanian yang instagramable.  “Di dekat gerbang tol menuju arah Jakarta, kita membangun tempat ibadah yang mengajarkan pengelolaan hidup bersatu dengan  alam. Banyaknya jendela di sekitaran tajuk memungkinkan udara keluar masuk dengan bebasnya  sehingga tidak perlu menggunakan ac. Nanti Tajug itu dikelilingi oleh taman bunga dan taman padi . Di luasan 9 ha, areal ini dipersiapkan agar masyarakat dapat menanam padi, tanaman hias, buah-buahan dan sayuran. Bagi saya padi itu bisa jadi taman, karena tidak hanya bisa dinikmati hasilnya saja, tapi prosesnya juga. Bale Kariaan adalah nama yang disiapkan olehnya untuk hamparan taman untuk 100 varietas padi itu.

 

Demi menambah daya tarik dari sawah di lahan kering di area masjid besar, Dedi merencanakan akan menyiapkan beberapa fasilitas lain di lahan padinya. Sekaligus menambah nilai pariwisata, selain wisata religi, nantinya akan ada juga wisata agraris dan holtikultura. Di kawasan ini generasi muda baik siswa/siswi sekolah dasar, menengah, atas dan mahasiswa dapat belajar langsung dengan melakukan praktek di lahan ini. (NL).

PENGUNJUNG

3049

HARI INI

2695

KEMARIN

410885

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook