Materi Lokalita
KALIMANTAN BARAT > >

Budidaya Samhong Hidroponik Tanpa Netpot

Kamis, 28 Feb 2019
Sumber Gambar : koleksi Heru Chandra

Sahabat tani, saat ini budidaya tanaman dengan sistem hidroponik sudah sangat familiar ditelinga kita, namun belum banyak menerapkannya. Hal ini disebabkan biaya investasi untuk membangun instalasi kebun hidroponik yang cukup mahal, padahal berdasarkan hitung-hitungan kelayakan usaha hidroponik, payback period (PBP) hanya berkisar 10 sampai 14 bulan saja. Oh ya, PBP yang dimaksud adalah lamanya waktu yang diperlukan dalam pengembalian dana yang telah kita investasikan dalam membangun sebuah usaha.

Samhong atau biasa dikenal dengan sawi keriting merupakan satu diantara tanaman yang biasa dibudiayakan oleh petani hidroponik. Alasannya cukup sederhana, pertama umur tanaman Samhong yang relatif singkat yaitu 30-35 hss; kedua adalah perawatannya cukup mudah, dan yang ketiga adalah pangsa pasar masih terbuka lebar.

Disebutkan diatas bahwa biaya instalasi kebun hidroponik cukup mahal, namun sahabat tani dapat membudidayakan sayuran samhong sistem hidroponik tanpa netpot. Tentunya dapat mengurangi biaya investasi karena tidak perlu repot-repot membeli netpot. Nah, berikut adalah langkah-langkah budidaya samhong hidroponik tanpa netpot:

  1. Penyemaian; siapkan rockwool yang sudah dipotong ukuran 2 x 2 cm (kalau mau hemat 1 x 1,5 cm juga boleh), lakukan penataan rockwool di tempat persemaian dan melubangi bagian tengahnya, masukkan benih tanaman ke dalam lubang semai secara perlahan agar rockwool tidak rusak. Pastikan hanya satu benih ke dalam satu lubang tanam. Basahi rockwool dengan air hingga cukup basah dan lembab.
  2. Perawatan Bibit; Untuk perawatan tanaman yang menggunakan rockwool sangat mudah, sahabat tani hanya perlu menjaga kelembaban media saja. Untuk itu, pastikan pompa air yang mengaliri persemaian harus selalu dalam kondisi menyala.
  3. Pemindahan Tanaman; selanjutnya setelah bibit tumbuh berumur 2 minggu dan berdaun lengkap bibit sudah dapat dipindahkan ke instalasi hidroponik. Dalam budidaya hidroponik tanpa netpot yang perlu diperhatikan sahabat tani antara lain: a.Sistem hidroponik yang digunakan harus sistem NFT (Nutrient Film Technique) yaitu sebagai budidaya hidroponik yang menggunakan teknis aliran tipis.  Artinya, hidroponik ini hanya menggunakan aliran air (nutrien) sebagai medianya; b. Diameter lubang tanam di paralon sebaiknya lebih besar dari biasanya, antara 5-6 cm; c. Aliran air tidak deras, karena dapat menyebabkan bibit tanaman akan terbawa air (terbaik 1 – 2 liter per menit).
  4. Perawatan Tanaman; dalam perawatan tanaman sistem NFT, sahabat tani harus memastikan aliran air di PVC mengalir secara terus menerus, selain itu pengendalian hama terutama jenis kutu dan tungai dapat dilakukan dengan melakukan penyemprotan secara berkala dengan menggunakan pestisida nabati yang banyak dijualdi toko online.
  5. Panen; setelah tanaman sudah berumur 30–35 hss, sahabat tani dapat memanen samhong dengan cara mengambilnya dari instalasi hidroponik.

Demikian teknik budidaya samhong hidroponik sistem NFT, semoga sahabat tani dapat menerapkannya.

Heru Chandra (Penyuluh Pertanian Muda)

Sumber:

Fitra Lesmana (pelaku usaha)

https://sedulurtani.com

https://tanahkaya.com

https://ilmubudidaya.com

PENGUNJUNG

3146

HARI INI

2695

KEMARIN

410982

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook