Gerbang Nasional

Penyuluh, Elemen Penting dalam Pembangunan Pertanian

Kamis, 28 Feb 2019
Sumber Gambar : doc.pusluh

Kabupaten Purwakarta memiliki luas 97.172 ha, luasan tersebut cukup kecil dibandingkan kabupaten Karawang, Subang dan Cianjur yang berbatasan langsung dengan kabupaten Purwakarta. Namun demikian, eksistensi kabupaten Purwakarta menjadi penting dan strategis mengingat Lokasi yang berada di persimpangan tol cipali dan Cipularang. Untuk sektor pertanian,  Kabupaten Purwakarta memiliki lahan sawah seluas 18.071 ha yang terdiri dari 11.086 ha sawah irigasi dan6.892 ha sawah tadah hujan. Luas sawah yang terbatas membuat kabupaten Purwakarta harus dapat

memaksimalkan penggunaan sawah, terutama sawah tadah hujan.

 

Pemerintah kabupaten purwakarta selalu mengoptimalkan potensi lahan kering baik milik masyarakat maupun pihak ketiga yang belum dimanfaatkan untuk mengembangkan budidaya tanaman pangan khususnya padi gogo. Masyarakat Purwakarta, terutama di wilayah yang tidak memiliki sawah beririgasi, sudah terbiasa

membudidayakan padi gogo. Dengan memaksimalkan penanaman di lahan sawah irigasi maupun tadah hujan, diharapkan kabupaten purwakarta dapat menjaga keswasembadaan pangan lokal yang sudah berjalan selama ini. Upaya pemanfaatan sawah secara optimal oleh petani tdak lepas dari peran penyuluh pertanian sebagai pendamping setia petani.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Drs. Yus Permana, MM pada acara Temu Teknis Penyuluh dan Petani Andalan yang dilaksanakan pada 27 Februari 2019 di Tajug Gede Cilodong, Desa Cibungur, Bungursari, Purwakarta mengakui bahwa keberadaan penyuluh pertanian merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan program pertanian. Karya dari penyuluh sudah dapat dirasakan petani dalam bentuk bimbingan, pendampingan dan fasilitasi dalam mengembangkan aktivitas pertanian di semua komoditas.

 

Pemerintah kabupaten purwakarta menyadari betul bahwa keberadaan penyuluh pertanian memiliki peran strategis dalam pendampingan, fasilitasi dan penyuluhan pertanian. “Sukses atau tidaknya pembangunan pertanian ada di tangan penyuluh pertanian. Penyuluh pertanian menjadi ujung tombak keberhasilan pembangunan pertanian. Keberadaan penyuluh pertanian yang terkadang mengorbankan waktu liburnya dalam memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada petani, patut mendapatkan apresiasi setinggi – tingginya”, paparnya.

Dari waktu ke waktu jumlah penyuluh pertanian PNS terus berkurang karena batas usia pensiun. Menurut Data Simluhtan (per Februari 2019), keberadaan penyuluh pertanian pns di Kabupaten purwakarta pada tahun berjumlah 31 orang, THL TB PP APBN 29 orang, THL TB PP APBD 23 orang dan penyuluh swadaya 58 orang yang  harus melayani petani di 17 kecamatan yang berjumlah 773 kelompok tani.

 

Pada kesempatan yang sama Imas indriyani,SP, seorang penyuluh pertanian kabupaten Purwakarta dengan wilayah binaan desa Purwamekar dan Nagritengah kecamatan Purwakarta menceritakan suka dukanya selama mendampingi penyuluh. “Penyuluh itu merupakan pekerjaan yang  menyenangkan,  karena bisa ketemu banyak karakter petani. Dari situ kita dapat  belajar banyak hal dari sharing berbagai ilmu dengan pengalaman dengan mereka. Interaksi dengan keluarga petani terkadang bukan sekedar urusan pekerjaan saja tetapi  sudah  seperti keluarga”. Tetapi kadang saya harus siap siaga tidak kenal hari libur, karena kalau musim  tanam itu bisa sabtu atau minggu, bahkan terkadang kalau ada serangan hama penyuluh harus siap meluncur dan kontak popt sesegera mungkin, jelas imas.

 

Adanya temu karya petani dan penyuluh pertanian ini dapat menjadi media tukar informasi antar pelaku pertanian dari berbagai kabupaten serta dapat memberikan motivasi kepada generasi petani milenial sektor pertanian memiliki prospek yang baik bila dikelola secara profesional. (NL).

PENGUNJUNG

599

HARI INI

3712

KEMARIN

393524

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook