Gerbang Nasional

Kecintaan pada Kambing Etawa berbuah Rupiah

Senin, 11 Feb 2019
Sumber Gambar : doc.pusluh

Beternak kambing etawa bagi orang yang sudah melakukannya dirasa mudah, nyaman dan enak-enak saja. Tetapi bagaimana dengan calon peternak yang baru akan memulai usaha peternakan kambing ini ?.  Sukses tidak dapat diraih dalam sekejap mata, butuh waktu, pengorbanan yang besar dan yang lebih utama adalah butuh niatan yang besar. Terutama dalam hal beternak, sebagai hewan bernyawa tentunya memerlukan perlakuan yang berbeda jika dibandingkan dengan barang lain yang tidak bernyawa.

Hal ini telah dibuktikan oleh Pandu Rahayu, seorang sarjana Pendidikan berusia 29 tahun yang sukses mengelola peternakan kambing etawa.  Terlihat kecintaannya kepada dunia peternakan khususnya kambing membuat Pandu yang berlatar belakang pendidikan Geografi mencoba mencoba out of the box  dengan membuat skripsi bertema Budidaya Kambing PE. Berangkat dari hobi, ia memulai usaha ini sejak dari SMA.  Dari 2 ekor pejantan dan 4 ekor betina kini ia telah memiliki 40 ekor kambing.  


“Belum banyak orang yang memanfaatkan susu dari kambing, mereka hanya mengambil dagingnya saja. Padahal jika ditinjau dari segi gizi yang terkandung didalamnya, susu kambing memiliki kandungan protein yang paling tinggi jika dibandingkan dengan susu sapi dan susu kuda. Bahkan jika di lihat dari harganya, harga susu kambing masih jauh lebih tinggi jika dibanding dengan harga susu sapi”, ungkap Pandu.


Saat ini belum banyak peternak kambing yang mengusahakan susu kambing sebagai tambahan pendapatan. Seekor kambing etawa yang bagus, dengan pemberian pakan yang cukup, bisa menghasilkan susu kambing sebanyak 2-3 liter per hari. Dari segi tingginya harga susu kambing saat ini yang dipasaran Tasikmalaya bisa tembus diharga Rp.35.000/liternya, sebenarnya ada potensi dan peluang besar dalam pengembangan usaha produksi susu kambing. Dengan kualitas kambing yang bagus, berarti seekor kambing etawa akan bisa menghasilkan pendapatan tambahan Rp. 60.000 sampai Rp.90.000 per ekor per hari.

 

Lebih lanjut Pandu menjelaskan pengalamannya, “seekor kambing etawa akan berproduksi susu maksimal jika kambing tersebut telah beranak minimal 3 kali. Kambing etawa menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Hal ini karena permintaan akan susu kambing dari hari ke hari yang semakin meningkat.  Hasil pengamatan saya, konsumen yang membeli susu kambing terbagi ke dalam 2 kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok orang kaya. Kenapa orang kaya, karena harga susu kambing ditempat saya jualan adalah Rp.35.000/liter dan tentunya hanya orang berduit saja yang pasti akan membeli susu kambing tersebut. Kelompok ke dua adalah orang yang menderita suatu penyakit, seperti TBC, Asma, batuk-batuk, ataupun mereka yang mempunyai penyakit yang sudah parah. Kelompok ke dua ini menduduki peringkat terbesar, hampir 75%. Dan orang-orang ini adalah konsumen yang sangat nyata, karena mereka yang sakit pastilah mempunyai tujuan untuk sembuh dari sakitnya”.

Tak hanya di dalam negeri, Malaysia dan Australia juga sedang gencar-gencarnya mengembangkan produk susu kambing. Perkembangan pesat akan permintaan susu kambing tidak lepas dari anggapan banyak orang mengenai manfaat susu kambing yang sangat luar biasa.

Beberapa testimoni konsumen setelah meminum susu kambing menyatakan ada perbedaan yang sangat luar biasa di dalam tubuhnya. Ini merupakan bukti yang sangat nyata, bahwa susu kambing adalah merupakan alternative yang alami bagi orang yang ingin sembuh.


Untuk pangsa pasar susu kambing jangan diragukan lagi.  Semua yang dihasilkan dari kambing memiliki banya manfaat dan memiliki nilai jual yang sangat bagus. Seekor kambing dewasa, akan mengeluarkan 0,75 kg pupuk kambing dan 2 liter urine. Pupuk kambing juga sangat laku dipasaran, dengan harga mencapai Rp.500/kg. Selain pupuk kambing dan urine, seekor kambing betina juga akan beranak. Anakan kambing juga tentunya memiliki nilai jual yang tinggi. Disamping itu, kambing etawa juga bisa menghasilkan susu, yang sangat jelas memiliki pasar tersendiri. Dan yang terakhir, seekor kambing etawa juga memiliki nilai jual terhadap dagingnya. Kambing etawa akan dipotong untuk diambil dagingnya.

 
Tidak ingin menikmati kesuksesan sendiri, ia pun membentuk Kelompok Agribisnis As-salam dengan anggota kelompok 35 orang.  Sebagai seorang muslim, seluruh langkahnya selalu didasari dengan doa, tidak terkecuali dengan memberikan nama peternakan dan kelompoknya. Dengan memberikan nama As-salam ia berharap akan mendapatkan keselamatan dan kesejahteraan dalam mengembangkan usahanya. Memiliki 342 ekor kambing, Pandu dan anggota kelompok lainnya memiliki impian untuk membuat gerai susu kambing kekinian dengan  menyediakan kambing aqiqahan, kambing perahan, dan kambing kontesan serta produk olahan seperti yoghurt, susu murni serta pupuk organik.

Nah, melihat kesuksesan pemuda millenial yang satu ini, masih ragu untuk menggeluti dunia pertanian???. Jangan pernah ragu untuk menekuni dunia pertanian, tidak selamanya dunia pertanian identik dengan kotor dan penghasilan rendah. Jangan takut untuk berkecimpung di bidang pertanian dan berperan aktif memajukan pertanian Indonesia, pesan Pandu diakhir wawancara.  (NL).

PENGUNJUNG

3053

HARI INI

2695

KEMARIN

410889

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook