Materi Penyuluhan

Bagaimana Memenuhi Unsur Higiene dan Sanitasi Pada Produk Hewan?

Minggu, 06 Jan 2019
Sumber Gambar : Ditjen PKH

Produk hewan adalah segala produk yang dihasilkan dari hewan, yang terdiri atas produk pangan maupun non pangan. Karena berkaitan dengan manusia dan lingkungan, maka produk hewan berpotensi membawa risiko Zoonosis (penularan penyakit) secara langsung kepada manusia atau sebaliknya, menularkan penyakit ke Hewan dan lingkungan. Oleh karena itu, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan antara lain mengatur tentang keharusan produk hewan memenuhi unsur higiene dan sanitasi. Higiene adalah seluruh kondisi atau tindakan untuk meningkatkan kondisi kesehatan. Sanitasi adalah usaha pencegahan penyakit dengan cara menghilangkan atau mengatur faktor-faktor lingkungan yang berkaitan dengan rantai perpindahan penyakit tersebut.

Penjaminan Higiene dan Sanitasi dilaksanakan dengan menerapkan cara yang baik pada rantai produksi produk hewan meliputi: (i) di tempat budidaya; (ii) di tempat produksi pangan dan non pangan asal Hewan; (iii) di rumah potong Hewan; (iv) di tempat pengumpulan dan penjualan; dan (v) dalam pengangkutan.

Cara yang Baik di Tempat Budidaya

Cara yang baik di tempat budidaya untuk memenuhi unsur higiene dan sanitasi berlaku untuk hewan potong, hewan perah, dan unggas petelur.

Untuk Hewan potong dilakukan dengan:
a. pemisahan Hewan baru dari Hewan lama dan Hewan sakit dari Hewan sehat;
b. penjaminan kebersihan kandang, peralatan, dan lingkungannya;
c. pencegahan bersarangnya Hewan pengganggu;
d. pemberian obat Hewan di bawah Pengawasan Dokter Hewan; dan
e. pemberian pakan yang aman dan sesuai dengan kebutuhan fisiologis Hewan.

Untuk Hewan perah dilakukan dengan:
a. penjaminan kebersihan kandang, peralatan, dan lingkungannya;
b. penjaminan kesehatan dan kebersihan Hewan terutama ambing;
c. penjaminan kesehatan dan kebersihan personel;
d. pemisahan Hewan baru dari Hewan lama dan Hewan sakit dari Hewan sehat;
e. pencegahan bersarangnya Hewan pengganggu;
f. pemberian obat Hewan di bawah Pengawasan Dokter Hewan; dan
g. pemberian pakan yang aman dan sesuai dengan kebutuhan fisiologis Hewan.

Untuk unggas petelur dilakukan dengan:
a. penjaminan kebersihan kandang, peralatan, dan lingkungannya;
b. penjaminan kesehatan dan kebersihan unggas;
c. penjaminan kesehatan dan kebersihan personel;
d. pencegahan tercemarnya telur oleh bahaya biologis, kimiawi, dan fisik;
e. pemisahan unggas baru dari unggas lama dan unggas sakit dari unggas sehat;
f. pencegahan bersarangnya Hewan pengganggu;
g. pemberian obat Hewan di bawah Pengawasan Dokter Hewan; dan
h. pemberian pakan yang aman dan sesuai dengan kebutuhan fisiologis Hewan.

Cara yang Baik di Tempat Produksi Pangan dan Non Pangan Asal Hewan

Cara yang baik di tempat produksi pangan dan non pangan asal hewan dilakukan dengan:
a. penjaminan kebersihan sarana, prasarana, peralatan, dan lingkungannya;
b. pencegahan bersarangnya Hewan pengganggu;
c. penjaminan kesehatan dan kebersihan personel; dan
d. pencegahan tercemarnya pangan asal Hewan oleh bahaya biologis, kimiawi, dan fisik.

Cara yang Baik di Rumah Potong Hewan

Pemotongan Hewan potong yang dagingnya diedarkan harus dilakukan di rumah potong
Hewan yang memenuhi persyaratan teknis yang diatur oleh Peraturan Menteri dan menerapkan cara yang baik. Selain itu, pendirian rumah potong hewan juga harus memenuhi persyaratan teknis.

Cara yang baik sebagaimana dimaksud dilakukan dengan:
a. pemeriksaan kesehatan Hewan potong sebelum dipotong;
b. penjaminan kebersihan sarana, prasarana, peralatan, dan lingkungannya;
c. penjaminan kecukupan air bersih;
d. penjaminan kesehatan dan kebersihan personel;
e. pengurangan penderitaan Hewan potong ketika dipotong;
f. penjaminan penyembelihan yang Halal bagi yang dipersyaratkan dan bersih;
g. pemeriksaan kesehatan jeroan dan karkas setelah Hewan potong dipotong; dan
h. pencegahan tercemarnya karkas, daging, dan jeroan dari bahaya biologis, kimiawi, dan fisik.

Pemeriksaan kesehatan Hewan potong sebelum dipotong dan pemeriksaan kesehatan jeroan dan karkas setelah Hewan potong dipotong harus dilakukan oleh Dokter Hewan di rumah potong Hewan atau paramedik Veteriner di bawah Pengawasan Dokter Hewan Berwenang.

Cara yang Baik di Tempat Pengumpulan dan Penjualan

Cara yang baik di tempat pengumpulan dan penjualan produk hewan dilakukan dengan:
a. penjaminan kebersihan sarana, prasarana, peralatan, dan lingkungannya;
b. pencegahan bersarangnya Hewan pengganggu;
c. penjaminan kesehatan dan kebersihan personel;
d. pencegahan tercemarnya produk hewan oleh bahaya biologis, kimiawi, dan fisik yang berasal dari petugas, alat, dan proses produksi;
e. pemisahan produk hewan yang Halal dari produk hewan atau produk lain yang tidak Halal;
f. penjaminan suhu ruang tempat pengumpulan dan penjualan produk hewan yang dapat menghambat perkembangbiakan mikroorganisme; dan
g. pemisahan produk hewan dari Hewan dan komoditas selain produk hewan.

Cara yang Baik Dalam Pengangkutan

Cara yang baik dalam pengangkutan hewan potong, hewan perah, unggas petelur; dan produk hewan dilakukan dengan penjaminan kebersihan alat angkut; kesehatan dan kebersihan hewan; dan kesehatan dan kebersihan personel.

Sementara untuk produk hewan, cara yang baik dalam pengangkutan dilakukan dengan:
a. penjaminan kebersihan alat angkut;
b. penjaminan kesehatan dan kebersihan personel;
c. pencegahan tercemarnya produk hewan dari bahaya biologis, kimiawi, dan fisik;
d. pemisahan produk hewan yang Halal dari produk hewan atau produk lain yang tidak Halal;
e. penjaminan suhu ruang alat angkut produk hewan yang dapat menghambat perkembangbiakan mikroorganisme; dan
f. pemisahan produk hewan dari Hewan dalam pengangkutannya.

Basuki Setiabudi ? Penyuluh Pertanian Madya

Lampiran :

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook