Materi Penyuluhan

SELAMATKAN RAWA MELALUI PROGRAM SERASI

Senin, 31 Des 2018
Sumber Gambar : Dokumen Pribadi

Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) dilakukan untuk mendorong kesejahteraan petani melalui korporasi. Program Serasi direncanakan mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) padi seluas 550.000 ha, terdiri dari lahan pasang surut 500.000 ha dan rawa lebak 50.000 ha. Program ini akan dilaksanakan di 5 provinsi meliputi Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Lampung, Sulawesi Selatan dan Jambi.
Provinsi Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan sebagai pilot project Serasi mendapat target seluas 310.000 ha terdiri dari lahan pasang surut 300.000 ha dan rawa lebak 10.000 ha. Saat ini sudah disiapkan 62 excavator untuk kegiatan 200 ribu ha rawa pasang surut/lebak pada program Serasi yang akan merubah rawa menjadi sawah atau lahan produktif dengan harapan pendapatan masyarakat akan meningkat dengan adanya penggunaan alat mesin pertanian berupa eksavator, Traktor Roda (TR) 4, TR 2, pompa dan combine harvester.
Selain padi, kegiatan Serasi juga ditujukan untuk tanaman hortikultura, ternak dan ikan. Pematang rawanya dapat ditanami bayam, sawi cabe dan lain-lain. Juga dapat dimanfaatkan untuk peternakan ayam bebek dan budidaya ikan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Dengan Serasi diharapkan terjadi penambahan indek pertanaman (IP) dari 100 menjadi 300 melalui pengunaan alat dan mesin pertanian (alsinta) untuk tanam dan panen yang akan membuat produksi padi sepanjang waktu di Indonesia
Model usaha pengelolaan program Serasi secara umum diantaranya adalah:
a. Penerima bantuan Poktan/Gapoktan
b. Poktan/Gapoktan bersepakat membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang difasilitasi Pemerintah
c. Selanjutnya Pemerintah melakukan recruitment profesional untuk memberikan bantuan teknis pengelolaan usaha bersama melalui Konsultan Teknis
d. Besaran standar biaya konsultan, disesuaikan dengan tugas, tanggung jawab & kinerja
e. Biaya konsultan meliputi: a) gaji per bulan; b) biaya tidak langsung (tempat tinggal, transportasi, komunikasi, rapat, kesehatan, asuransi); c) biaya opersional kegiatan
f. Pola KUB untuk tahun pertama dan kedua, selanjutnya pada tahun ketiga setelah KUB berkembang, maka pola usaha mengarah ke KORPORASI bak dalam bentuk Koperasi maupun PT
Model pengelolaan Serasi dapat berubah sesuai dengan kesepakatan hasil musyawarah yang melibatkan poktan/Gapoktan, Koperasi/Bumdes, UPJA, Penyuluh Pertanian, Kepala Desa, Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten serta pejabat terkait, sesuai dengan keadaan masing masing daerah. Sebagai contoh, hasil kesepakatan musyawarah di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan dalam membangun kelembagaan diantaranya adalah:
a. Menggabungkan Gapoktan, Koperasi/Bumdes, UPJA di desa (2 sampai 3 desa) untuk dilakukan pengelolaan manajemen korporasi dalam bentuk KUB.
b. KUB merupakan penggabungan beberapa kelembagaan tani (Poktan/Gapoktan, UPJA, Koperasi) dibeberapa desa disekitar lokasi dengan hamparan 1000 sampai dengan 1500 ha.
c. Pengerak unit usaha bisnis di KUB digerakkan oleh Kepala Divisi Teknis dan Divisi Bisnis yang masuk didalam struktur organisasi KUB.
d. Susunan kepengurusan KUB terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Bendahara yang diperkuat oleh Divisi Teknis (Seksi Alsintan, Saprodi dan Paska Panen), serta Divisi Bisnis (Seksi Permodalan, Pengolahan dan Pemasaran).
e. Divisi Teknis dan Divisi Bisnis bertugas untuk menyusun perencanaan dari hulu sampai Hilir.
f. Manajer KUB dapat berasal dari Poktan/Gapoktan, pengurus desa atau pihak luar yang mempunyai kemampuan manajerial didalam jejaring dan kemitraan serta handal dalam mengelola bisnis.
g. Dalam melakukan proses produksi dan pengembangan unit bisnis baik jejaring dan kemitraan, KUB dibawah koordinasi Camat dab Kades/Lurah.
Dengan program Serasi diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani rawa di Indonesia.

Penulis: Sri Mulyani, BPPSDMP

PENGUNJUNG

805

HARI INI

637

KEMARIN

72925

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook