Materi Penyuluhan

PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN PADI GOGO

Kamis, 20 Des 2018
Sumber Gambar : https://majulahsiberuk.blogspot.com/2012/10/opt-dan-hama-tanaman-padi.html

Padi gogo mempunyai segudang risiko gagal panen akibat organisme pengganggu tanaman. Serangan hama dan penyakit bisa menjadi sangat ganas bila tidak dikendalikan dengan cepat dan tepat. Untuk mempermudah indikasi organisme pengganggu tanaman, berikut beberapa daftar gulma, hama pengganggu dan penyakit tanaman padi gogo yang umum dijumpai di lapangan, serta cara pengendaliannya meliputi :
1) Gulma. Gulma yang tumbuh pada pertanaman padi gogo di lahan kering dapat digolongkan menjadi golongan gulma berdaun lebar, golongan rumput dan golongan teki. Pengendalian gulma dilakukan secara kultur teknis dan secara kimiawi dengan menggunakan herbisida. Secara mekanis gulma dapat dikendalikan dengan menggunakan cangkul atau koret. Pelaksanaannya dilakukan pada saat tanaman berumur 14 ? 28 hari dan 60 hst. Sedangkan untuk mengendalikan gulma secara kimiawi dengan herbisida, dapat mengikuti petunjuk dari hasil penelitian Puslitbangtan Bogor tentang jenis herbisida untuk pertanaman padi gogo seperti Satunil 60 EC, Ronstar 25 EC dan Gasafax 80 WP.
2) Hama. Hama utama yang mengganggu padi gogo meliputi :
- Hama lalat bibit. Lalat bibit (Atherigona oryzae) termasuk hama penting pada padi gogo. Larva dari lalat ini menimbulkan kerusakan pada tanaman muda dengan cara menyerang anakan tanaman padi yang sedang tumbuh, sehingga anakan mati seperti terserang sundep. Pengendalian secara kultur teknis dapat dilakukan dengan penanaman padi gogo pada awal musim hujan, penggunaan varietas yang tahan seperti Arias, Seratus Malam Danau atas. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan seed treatment menggunakan Larvin 75 WP atau Marshall 25 ST. Sedangkan setelah tanaman berumur 7 hari dapat dilakukan penyemprotan dengan Dekasulfan 350 EC.
- Hama lundi (Phillophaga helleri) atau lebih dikenal dengan hama uret termasuk hama penting pada pertanaman padi gogo. Stadia yang merusak dari hama lundi adalah larvanya. Untuk hidupnya, hama ini membutuhkan kelembaban tanah yang tinggi serta menyukai tanaman yang berakar serabut. Pengendalian hama lundi secara kultur teknis dapat dilakukan dengan penundaan pengolahan tanah sampai kumbang dewasa selesai bertelur, yaitu kira-kira terjadi setelah 3 minggu turun hujan. Insektisida yang efektif untuk hama lundi adalah Furadan atau Dharmafur 3 G yang diberikan dekat alur tanaman pada saat tanam dengan dosis 10 kg/ha.
- Hama wereng. Wereng penyerang batang padi dapat berupa wereng padi coklat (Nilaparvata lugens) dan wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera). Wereng merusak dengan cara mengisap cairan batang padi sehingga paling ditakuti oleh petani di Indonesia. Wereng dapat menularkan virus yang membuat tanaman padi menjadi kuning dan mengering, tanaman seperti terbakar, serta tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil. Pengendalian wereng diantaranya: bertanam padi serempak, menggunakan varitas tahan wereng seperti IR 36, IR 48, IR 64, Cimanuk, Progo dsb, membersihkan lingkungan, melepas musuh alami seperti laba-laba, kepinding dan kumbang lebah; penerapan pola tanam jangan melebihi 2 kali musim tanam pertahun; pembajakan sisa-sisa panen dengan segera. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida Applaud 10 WP, Applaud 400 FW atau Applaud 100 EC dengan dosis sesuai petunjuk.
- Walang sangit (Leptocoriza acuta). Hama ini menyerang buah padi yang masak susu dengan cara menghisap cairan di dalamnya dan menyebabkan buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut, berwarna coklat dan tidak enak; pada daun terdapat bercak bekas isapan dan buah padi berbintik-bintik hitam. Pengendalian melalui tanam serempak, peningkatan kebersihan, mengumpulkan dan memunahkan telur, melepas musuh alami seperti jangkrik; menyemprotkan insektisida Bassa 50 EC, Dharmabas 500 EC, Dharmacin 50 WP, Kiltop 50 EC.
- Hama tikus (Rattus argentiventer). Tikus menyerang batang muda (1-2 bulan) dan buah. Gejala penyakit ini adanya tanaman padi yang roboh pada petak sawah dan pada serangan hebat ditengah petak sawah tidak ada tanaman. Pengendalian melalui pergiliran tanaman, sanitasi, gropyokan, melepas musuh alami seperti ular dan burung hantu, penggunaan pestisida secara tepat, intensif dan teratur, serta memberikan umpan beracun seperti seng fosfat yang dicampur dengan jagung atau beras.
3) Penyakit
- Bercak daun coklat. Penyakit ini penyebabnya adalah jamur Helmintosporium oryzae dengan cara menyerang pelepah daun, malai, buah yang baru tumbuh serta bibit yang baru berkecambah, padi dewasa mengalami busuk kering, biji kecambah busuk dan kecambah mati. Pengendalian dengan cara merendam benih di dalam air panas, pemupukan berimbang, menaburkan serbuk air raksa dan bubuk kapur (2:15) serta menggunakan insektisida Rabcide 50 WP.
- Blast. Penyakit ini penyebabnya adalah jamur Pyricularia oryzae, menyerang daun, buku pada malai dan ujung tangkai malai. Serangan menyebabkan daun, gelang buku, tangkai malai dan cabang di dekat pangkal malai membusuk. Pengendalian dengan cara membakar sisa jerami, menggenangi sawah, menanam varietas unggul yang tahan (Laut tawar, IR 43, Danau atas); pemberian pupuk berimbang, khusunya antara nitrogen dan fosfat di saat pertengahan fase vegetatif dan fase pembentukan bulir; pergiliran varietas ; menyemprotkan insektisida Fujiwan 400 EC, Fongorene 50 WP, Kasumin 20 AS atau Rabcide 50 WP.
- Busuk pelepah daun. Penyakit ini penyebabnya adalah jamur Rhizoctonia sp, menyerang daun dan pelepah daun, gejala terlihat pada tanaman yang telah membentuk anakan dan menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun. Penyakit ini tidak terlalu merugikan secara ekonomi. Pengendalian: menanam padi tahan penyakit ini; menyemprotkan fungisida pada saat pembentukan anakan seperti Monceren 25 WP dan Validacin 3 AS.
- Penyakit fusarium. Penyakit ini penyebabnya adalah jamur Fusarium moniliforme, menyerang malai dan biji muda menjadi kecoklatan hingga coklat, daun terkulai, dan akar membusuk. Pengendalian dengan cara merenggangkan jarak tanam serta mencelupkan benih pada larutan merkuri.
Penulis: Sri Mulyani (PP BPPSDMP Kementan)
Sumber:
Ditjen Tanaman Pangan. 2018. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Budidaya Padi 2018. Jakarta.
BPTP Jawa tengah.Badan litbang Pertanian. Hama Penyekit Tanaman Padi Gogo. file:///C:/Users/samsung/Downloads/optpadigogo%20(2).pdf
Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman adi Gogo http: //8 villages.com /full/ petani/ article/ id/59ccf521536469d27e7b8113

PENGUNJUNG

2971

HARI INI

2695

KEMARIN

410807

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook