Materi Lokalita
DKI JAKARTA > >

Penerapan Sistem APLIKLUHTAN di Android (HP) bagi Penyuluh Pertanian DKI Jakarta

Jum'at, 01 Feb 2019
Sumber Gambar : didi setiabudi

Dalam rangka peningkatan kapasitas Penyuluh Pertanian di DKI Jakarta, Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Bimtek tentang Penerapan Sistem APIKLUHTAN dalam rangka Aplikasi Pelaporan Indikator Kinerja Penyuluh Pertanian dengan menggunakan OS Android atau HP. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Ragunan pada tanggal 30 Januari 2019. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Ketahanan Pangan menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membantu para penyuluh petanian untuk melaporkan kinerjanya melalui HP yang dimiliki oleh setiap Penyuluh, dimanapun mereka berada, sehingga tidak ada lagi kinerja penyuluh pertanian yang sudah dilaksanakan tidak dapat terlaporkan. Selanjutnya disampaikan juga bahwa kegiatan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian pada tahun 2019 ini akan diisi dengan berbagai kegiatan antara lain pelaksanaan demplot Penyuluh di tingkat BPP dan berbagai pertemuan Penyuluh Pertanian yang ditujukan untuk meningkatkan Pengetahuan Sikap dan Ketrampilan Penyuluh Pertanian. Bimtek ini dihadiri oleh 75 orang penyuluh pertanian yang ada di 5 wilayah kota dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu yang terdiri dari PNS, CPNS, THL-TB PP dan Penyuluh Perikanan. Nara sumber berasal dari Pusat Penyuluhan yaitu Bapak Welly Nugraha yang menjelaskan tentang sistem APLIKLUHTAN dan Bpk Hari Sumaryanto yang menjelaskan tentang SIMLUHTAN.
Dalam makalahnya Bapak Welly mengingatkan bahwa ada 9 indikator keberhasilan Penyuluh pertanian yang harus diselesaikan oleh setiap penyuluh pertanian yaitu :
1. Tersusunnya Identifikasi Potensi Wilayah
2. tersusunnya Programa Penyuluhan Pertanian
3. Tersusunnya Rencana Kerja Penyuluh Tahunan
4.Terdesiminasinya teknologi pertanian
5. Terbangunnya Mitra Usaha Petani
6.Terbangunnya akses pelaku usaha ke.lembaga keuangan
7.Tumbuhnya kelompok tani yang mandiri menjadi lembaga ekonomi petani
8. Peningkatan Produksi dan Produktofitas
9. Peningkatan Pendapatan dan Kesejahteraan Petani.
Ditambahkan juga bahwa beberapa Indikator Kinerja Utama (IKU) penyuluh pertanian yaitu
1. Kelembagaan Petani Yang menerapkan SPT min 5 kelompok
2. Kelembagaan petani yang meningkatnya kapasitasnya min 5 kelompok
3. Kelembagaan petani yg menjasi kelembagaan ekonomi petani (KEP)
(Didi Setiabudi, Sri Hurustiati penyuluh pertanian madya dinas KPKP tahun 2019).

PENGUNJUNG

2989

HARI INI

2695

KEMARIN

410825

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook