Diseminasi Teknologi

Defisiensi Hara pada Tanaman Kacang Tanah

Rabu, 26 Des 2018
Sumber Gambar : Koleksi Ria Maya, SP BPTP Bangka Belitung

Pendahuluan

?


Kacang tanah merupakan salah satu komoditas pangan yang banyak digunakan dan dikonsumsi masyarakat karena mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Kacang tanah memiliki kandungan protein yang tinggi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Kacang tanah tidak hanya digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga serta pakan ternak tetapi juga bahan baku industri.

?

Kebutuhan kacang tanah dari tahun ke tahun terus meningkat namun tidak diimbangi dengan laju produksi sehingga harus mengimpor untuk memenuhi kebutuhan kacang tanah dalam negeri. Produksi kacang tanah di Indonesia masih rendah, hal ini disebabkan oleh banyak faktor diantaranya tingkat kesuburan tanah. Kacang tanah dapat ditanam pada tanah bertekstur ringan maupun agak berat asalkan air dapat terserap sehingga tidak menggenang. Pada tanah yang berat (lempung) bila keadaan tanah terlalu becek dapat menyebabkan tanaman mati atau tidak berpolong. Sedangkan dalam kondisi kering, tanah lempung juga terlalu keras, sehingga ginofor (calon polong) tidak dapat masuk dalam tanah, perkembangan polong terhambat dan pada saat panen banyak polong tertinggal dalam tanah. Pada tanah yang kandungan bahan organiknya tinggi (>2%) polong yang dihasilkan berwarna kehitaman sehingga menjadi kurang menarik.

?


Kacang tanah sangat sesuai ditanam pada tanah bertekstur ringan, yaitu tanah yang masuk dalam katagori tekstur lempung berpasir, pasir berlempung, lempung liat berpasir, mempunyai struktur remah dan gembur dan berwarna cerah pucat. Mayoritas kacang tanah di Indonesia ditanam pada tanah ordo Alfisol, Entisol dan Iceptisol. Di Indonesia karakteristik tanah sangat beragam dan begitupun kandungan status unsur haranya. Keragaman kandungan keharaan didalam tanah ini menyebabkan pertumbuhan dan produksi tanaman yang dihasilkan juga beragam.

?

Unsur Hara


Unsur hara merupakan nutrisi tanaman yang diserap dari tanah dengan kandungan unsur kimia yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Unsur hara dianggap menjadi sangat penting apabila 1) pertumbuhan tanaman terlihat tidak normal, tanaman gagal menyelesaikan pertumbuhan vegetatif maupun reproduktifnya, 2) tidak dapat digantikan dengan unsur lain karena fungsinya yang spesifik, 3) mempunyai pengaruh secara langsung terhadap pertumbuhan tanaman.

?

Unsur hara terbagi ke dalam dua kelompok yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur hara makro dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang banyak terdiri dari N, P, K, S, Ca, dan Mg. Unsur hara mikro diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit yaitu Cl, Fe, Mn, Zn, Cu, B dan Mo. Tanaman yang kekurangan unsur hara akan memperlihatkan gejala gejala tertentu pada bagian tanamannya. Gejala yang muncul pada tanaman terutama pada daun akan bisa dikenali dan terlihat secara langsung.

?


Defisiensi Hara pada tanaman

?


1. Kahat Nitrogen (N)


Kahat unsur N pada tanaman kacang tanah menyebabkan pembentukan klorofil terhambat sehingga daun berwarna hijau pucat. Gejala kahat N ditandai dengan daun berwarna hijau pucat, ukuran daun lebih kecil, pada kondisi kekahatan yang sangat parah seluruh daun berwarna kuning pucat dan akhirnya gugur, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil.


2. Kahat Fosfor (P)


Tanaman kacang tanah yang mengalami kahat unsur P ditandai dengan pertumbuhan yang kerdil, ukuran daun kecil, batang dan daun berwarna keunguan, batang lebih menjadi keras, tanaman membentuk polong tapi bijinya kecil. Gejala kahat unsur P biasanya mulai muncul pada saat umur tanaman memasuki 30 hari.

?

3. Kahat Kalium (K)


Gejala kahat K pada tanaman kacang tanah mulai terlihat pada daun tua yaitu timbulnya klorosis (warna kuning) di antara tulang daun atau sepanjang tepi daun. Pada Kekahatan yang parah, klorosis akan meluas hingga mendekati pangkal daun dan hanya akan meninggalkan warna hijau pada tulang daun dan selanjutnya daun akan mengering.


4. Kahat kalsium (Ca)


Tanaman kacang tanah yang kekurangan unsur kalsium akan membentuk biji yang kecil, kandungan minyaknya rendah, dan bobot biji yang dihasilkan rendah. Kahat ditandai dengan adanya bintik bintik coklat atau hitam pada permukaan daun, dan bila berlanjut akan terjadi nekrosis (bagian daun yang mengering) pada pemukaan bawah maupun atas daun sehingga daun menjadi berwarna coklat. Pada kondisi kahat yang parah ujung akar dan pucuk tanaman akan mati. Tanaman akan banyak membentuk ginofor tetapi bijinya tidak berkembang.


5. Kahat Sulfur (S)


Kahat sulfur dicirikan dengan pertumbuhan tanaman yang kerdil, klorosis pada daun yang dimulai dari daun bawah. Klorosis akan terlihat jelas pada daun muda.


6. Kahat Besi (Fe)


Kahat besi ditandai dengan adanya klorosis antar tulang daun yang dimulai pada daun muda, kondisi yang parah daun akan berwarna putih., akan terjadi penurunan hasil, produktivitas tanaman rendah dan bahkan tidak menghasilkan.

?


Menyusun materi penyuluhan pertanian dalam bentuk bahan website


Judul : Kahat Hara pada Tanaman Kacang Tanah


Ditulis Oleh : Ria Maya, S.P. (BPTP Kep. Bangka Belitung)


Sumber Bacaan : - Identifikasi Masalah Keharaan Tanaman Kacang Tanah (Balitkabi,2014)
- Teknologi Produksi Kedelai, Kacang Tanah, Kacang Hijau, Ubi Kayu dan Ubi Jalar (Balitkabi,2013)


Sumber Gambar : Koleksi Ria Maya, SP BPTP Bangka Belitung.

PENGUNJUNG

3062

HARI INI

2695

KEMARIN

410898

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook