Diseminasi Teknologi

BUDIDAYA GEMBILI PANGAN LOKAL

Selasa, 18 Des 2018
Sumber Gambar :

Pendahuluan
Gembili (Dioscorea esculenta) merupakan salah satu spesies tanaman yang mempunyai umbi dan secara botani tennasuk dalam genus Dioscorea atau uwi-uwian. Genus ini memiliki ? 600 spesies, delapan diantaranya dapat menghasilkan umbi yang dapat dimakan. Satu diantara kedelapan spesies tersebut adalah gembili. Tanaman gembili dapat tumbuh di daerah yang beriklim tropis seperti Indonesia. Tanaman ini diperkirakan berasal dari daratan Indo-Cina. Di negara tropis basah, gembili bersama dengan ubi kayu menjadi makanan berkarbohidrat dari berjuta penduduk (Sastrahidayat dan Soemamo, 1991).
Nilai gizi gembili tidak jauh berbeda dibanding dengan ubi kayu segar. Gembili mempunyai nilai kalori 95 ka V I00 g atau sekitar dua per lima bagian dari nilai kalori ubi kayu dan sekitar seperlima bagian dari nilai kalori tepung beras (Suhardi dkk, 2002). Gembili dan ubi kayu te1ah menjadi sumber bahan pangan sekunder yang penting dibeberapa negara tropis. Di Afrika Se1atan gembili selain digunakan sebagai bahan pangan juga dijadikan bahan baku pembuatan alkohol (Suhardi dkk, 2002). Penduduk Indonesia memanfaatkan gembili sebagai bahan pangan pada saat terjadi krisis pangan pada masa penjajahan Jepang dan masa paceklik. Gembili ditanam sebagai tanaman pekarangan, namun karena tumbuh duri di sekeliling umbi maka tanaman ini tidak dipelihara. Kurangnya pengetahuan pengolahan gembili mengakibatkan gembili bukan menjadi bahan komoditi meskipun dalam musim-musim tertentu banyak dijual di pasar tradisiona1

Persyaratan Tumbuh Ketinggian tempat: 0-900 m dpl,Curah hujan: 875-1.750 mm/tahun

Bibit
Bibit diperbanyak dengan menggunakan umbi yang minimal bertunas dua atau dengan stek batang. Umumnya penanaman dilakukan pada bulan Oktober-Februari.

Pengolahan Tanah
Tanah diolah, lalu dibuat bedengan atau gulungan. Pada bedengan, jarak tanam ialah sebesar 90x130 cm. Sedangkan pada gulungan, jarak tanam yang baik ialah 90x90 cm.
Penanaman
Umbi yang bertunas ditanam dalam sedalam 5 cm, kemudian ditutup tanah. Pemulsaan dengan jerami atau rumput akan membantu keberhasilan penanaman.
Pemupukan
Pemberian pupuk K20 sebanyak 187 kg/ha dan P2O5 sebanyak 125 kg/ha diberikan pada saat menanam. Tiga bulan berikutnya diberikan pupuk Amonium Sulfat sebanyak 50 kg/ha.
Pemeliharaan
Penanaman harus diairi secara teratur, minimal seminggu sekali. Pengendalian gulma dengan pemulsaan menggunakan jarami atau rumput kering. Pengendalian nematoda yang sering menyerang akar dapat ditanggulangi dengan menggunakan nematisida.
Panen dan Pasca Panen
Umur panen Gembili ialah antara 6-9 bulan yang ditandai oleh menguningnya daun. Pemanenan Gembili tidak dapat ditunda-tunda, karena umbi mudah mengeras. Setelah panen, Gembili dapat disimpan ditempat kering, bebas hama, dan memiliki ventilasi yang baik.

Sumber : http://ranistiaa.blogspot.com
Penyusun: Dede Rohayana, Nasriati

PENGUNJUNG

689

HARI INI

3712

KEMARIN

393614

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook