Diseminasi Teknologi

PERTUMBUHAN SELEDRI MENINGKAT DENGAN PEMBERIAN KOTORAN KAMBING DAN SERASAH DAUN BAMBU

Minggu, 09 Des 2018
Sumber Gambar : Koleksi BPTP Lampung

PENDAHULUAN

Seledri adalah salah satu jenis sayur-sayuran di dunia, yang dapat dikonsumsi dalam bentuk mentah, dimasak, atau juga diolah dengan cara diacar. Daun seledri biasa digunakan sebagai penyedap dan penghias hidangan dan dapat juga digunakan sebagai tanaman obat dan seluruh bagiannya digunakan untuk mengobati penyakit mata, reumatik, keseleo, dan tekanan darah tinggi. Mengingat besarnya manfaat tanaman seledri sebagai bahan pangan dan obat, Untuk meningkatkan produksinya perlu diberikan pupuk organik seperti kotoran kambing dan mulsa seresah daun bambu.

KANDUNGAN DAN FUNGSI KOTORAN KAMBING

Kotoran secara spesifik berperan meningkatkan ketersediaan : fosfor, nitrogen, kalium, kalsium dan unsur-unsur mikro seperti magnesium, belerang dan boron serta mengurangi pengaruh buruk dari alumunium. Selain itu pupuk yang berasal dari kotoran kambing memiliki kandungan unsur nitrogen yang lebih tinggi dan kadar air lebih rendah bila dibandingkan dengan pupuk yang berasal dari kotoran hewan lainnya.

Penggunaan mulsa serasah daun bambu, selain untuk memanfaatkan limbah juga diharapkan dapat memberikan pengaruh yang lebih baik pada pertumbuhan tanaman seledri yang diberi pupuk kotoran hewan karena penyerapan unsur hara akan lebih efisien dibanding tanpa pemberian mulsa.

BAHAN-BAHAN YANG DIGUNAKAN ADALAH:

benih seledri daun, pupuk kohe kambing, urea, SP-36, dan KCl sebagai pupuk dasar serta air.

PENYEMAIAN SELEDRI
? Tanah diambil dengan kedalaman 0-20 cm, lalu dibersihkan dari akar vegetasi, kemudian dikering-anginkan.
? Kemudian diayak dengan ayakan berdiameter 2,5 mm dan dimasukan kedalam polybag sebanyak 3 kg
? Semai benih dalam bak penyemaian dengan media berupa tanah yang telah dicampur dengan pupuk dasar urea 40 kg/ha, SP-36 30 kg/ha dan KCl 20 kg/ha, lalu diaduk hingga homogen.
? Sebelum tanam benih direndam dalam air bersih selama ? 24 jam, benih yang mengambang dibuang dan benih yang tenggelm di tanam
? Tanam dalam bak persemaian sampai berumur 30-40 hari (memiliki 3 sampai 4 daun) Selama penyemaian, benih disiram setiap hari.

PEMBERIAN KOTORAN KAMBING DAN MULSA

? Pupuk kohe kambing yang digunakan berbentuk serbuk dan telah mengalami dekomposisi serta siap untuk digunakan.
? Pemberian pupuk dilakukan satu minggu sebelum tanam dengan dosis 5 g/kg tanah.
? Bibit yang sama (seragam) dipindahkan ke dalam polybag yang telah berisi media tanam .
? Setiap polybag ditanami dengan 1 bibit.
? Mulsa yang digunakan adalah serasah daun bambu yang sudah gugur, kering dan berwarna kuning.
? Mulsa diberikan diatas permukaan tanah dengan ketebalan 5 cm (m2) dari
permukaan tanah lalu diratakan.
? Setelah itu tanaman diletakkan dalam rumah kaca untuk diamati Pertumbuhan nya.

PEMELIHARAAN
Pemeliharaan tanaman seledri dilakukan dengan cara penyiraman dan penyiangani gulma. Penyiraman dilakukan 1 kali sehari pada pagi hari dengan menggunakan alat penyiram.

HASIL PEMBERIAN MULSA DAN PUPUK KANDANG

Hasil penelitian, mengungkapkan bahwa meningkatnya unsur hara yang diperlukan tanaman secara optimal dalam tanah akan menghasilkan energi serta meningkatkan pembentukan berbagai jenis protein dan hormon yang selanjutnya akan merangsang pembelahan dan perbesaran sel sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman termasuk dalam hal ini adalah pertambahan tinggi tanaman, juga dikatakan bahwa nutrisi mineral dan ketersediaan air mempengaruhi pertumbuhan ruas, terutama oleh perluasan sel, seperti pada organ vegetatif khususnya meningkatkan tinggi tanaman.

PENUTUP

Penggunaan pupuk kohe kambing dan mulsa serasah daun bambu dapat meningkatkan rata-rata pertumbuhan tanaman pada parameter: tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat kering tanaman dan berat kering akar. Dengan pemberian pupuk kohe kambing 5 g/kg tanah dengan ketebalan mulsa 5 cm (m2). meningkatkan rata-rata tinggi tanaman (38 cm) dan jumlah daun (34,67 helai) tanaman seledri.

Penulis: Nasriati, Dede Rohayana, Ely Novrianty

Sumber: Biologi, MIPA. Universitas Padjadjaran

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook