Diseminasi Teknologi

PERBANYAKAN BENIH BAWANG MERAH DARI BIJI

Rabu, 05 Des 2018
Sumber Gambar : Balitsa

Pendahuluan

Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi bawang merah, peran benih sebagai input produksi sebagai tumpuan utama untuk mencapai keberhasilan dalam usaha budidaya bawang merah. Penanaman Bawang merah selama ini dilakukan dengan menggunakan benih umbi tanpa ada pembaruan, sehingga membawa penyakit degeneratif", disamping biaya yang dikeluarkan relatif besar sekitar Rp. 30 juta ? Rp 45 juta/hektar, jika benih umbi harganya Rp 30 ribu/kg. Sementara, penanaman bawang merah menggunakan biji/True Shallot Seed ( TSS) hanya membutuhkan 3-5 kg biji/hektar tergantung jarak tanam, dengan harga 1 kg benih biji Rp 3 juta, maka biaya pengadaan benih sekitar Rp 15 juta. Selain itu, daya simpan benih biji juga lebih lama diatas 1 tahun.

Syarat Tumbuh:

  • tanam pada dataran tinggi ( 900-1400 m dpl) dengan suhu lingkungan sekitar 18 derajat.
  • Waktu Tanam: Musim Kemarau, saat tidak ada serangan penyakit utama (antraknose, trotol, embun tepung), waktu yang cocok untuk berkemibang serangga penyerbuk seperti lebah dan lalat, panen dan prosesing lebih cepat
  • KEUNGGULAN Biji/TSS (True Shallot Seed)

  • Alternatif teknologi
  • penyediaan benih sepanjang tahun
  • nisbah perbanyakan benih (bulb to seed): tinggi (1:200-300)
  • ?daya simpan >2 tahun
  • tidak ada masa dormansi dan tidak perlu ruang simpan yang luas
  • Tanaman asal TSS lebih sehat dan subur shg produktivitas lebih tinggi
  • Kelemahan dan kendala

  • ?Perlu penangkar khusus
  • ?Waktu produksi lebih lama (4 bulan)
  • ?Ketersediaan benih TSS dengan varietas yang diminati petani masih sangat terbatas.
  • Pemilihan Varietas

    varietas yang disukai konsumen umumnya berwarna merah, aroma tajam, adaptif terhadap hujan, dan berbunga banyak ( Agrihort 1 & 2, Trisula, Bima Brebes, Maja, Pancasona dll ).

    Teknik Produksi TSS
    1. Vernalisasi/ Pembungaan

  • Letakkan umbi bibit di Ruang Pendingin (100C) selama 3-4 minggu, dengan tujuan menginduksi pembungaan (perubahan meristem daun menjadi meristem bunga antara 7 ?120C)
  • Umur bibit lebih kurang 2 bulan masukkan ke Ruang Pendingin.
  • 2. Aplikasi BAP dan Boron

  • Aplikasi benzylamino purine (BAP) untuk meningkatkan umbel bunga
  • Aplikasiunsurharaboron untuk memperbaiki pembijian dan kualitas biji2
  • 3. Aplikasi Mulsa Plastik Hitam Perak

    Bedengan ditutup dengan mulsa plastik hitam perak yang diberi lubang tanam dengan jarak 20 cm x 20 cm

    4. Penggunaan Naungan Plastik Putih

  • Melindungi bunga dari kerusakan oleh terpaan air hujan
  • Mengurangi butiran embun pada ujung daun
  • Meningkatkan pembentukan buah dan biji
  • Tanaman lebih tegak dan lebih kekar
  • 5. Penyerbukan

  • Menggunakan lebah madu Apisceranadan/atau lalat hijau
  • Atraktan lalat hijau dapat berupa udang, ikan, terasi dengan ditempatkan dalam wadah dan di gantung
  • Menggunakan tanaman tagetes untuk menarik serangga di alam berupa macam-macam lebah
  • Panen

  • Panen pertama umur+110 HST ,5 ?6 kali, interval 4 ?7 hari tergantung cuaca
  • ?Ciri umbel siap panen : sudah ada buah merekah, warna buah sebagian berwarna kuning, tangkai berwarna hijau agak kuning
  • Prosesing benih

    Pengeringan, umbel buah dijemur di rumah plastik menggunakan alat/ gudang pengering.

    Penyusun : Nasriati, Ely Novrianty, Betty Meilina

    Sumber : Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa)

    PENGUNJUNG

    4316

    HARI INI

    5224

    KEMARIN

    508727

    TOTAL
    Copyright © cybext.pertanian.go.id
    rss twitter facebook