Diseminasi Teknologi

Estetika Tanaman Palm Sebagai Alternatif Tiang Panjat pada Tanaman Lada

Rabu, 21 Nov 2018
Sumber Gambar : Koleksi BPTP Bangka Belitung

Pendahuluan

?

Tanaman palm merupakan salah satu kelompok tumbuhan tinggi yang selama ini banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Estetika dari tanamam ini adalah penampilannya yang indah, menarik dan pemeliharaannya yang mudah. Sebagai tanaman hias tanaman ini mempunyai fungsi yaitu dimanfaatkan sebagai tanaman petunjuk arah untuk mengarahkan pengguna menuju lokasi tertentu; sebagai penghias pembatas jalan dan trotoar, sebagai pembatas dalam ruang tertentu. Namun selain dimanfaatkan sebagai tanaman hias, tanaman palm juga mempunyai beberapa manfaat antara lain sebagai sumber karbohidrat yang berupa pati atau gula, seperti pada tanaman palm jenis aren, nipah, sagu, dan kelapa; sebagai sumber minyak, seperti kelapa dan kelapa sawit; bahan bangunan seperti kelapa, nibung dan wanga; bahan anyam-anyaman seperti rotan dan lontar dan bahan penyegar seperti pinang sirih.


Tanaman palm termasuk ke dalam tanaman yang memiliki persyaratan tumbuh yang mudah. Tanaman ini suka dengan paparan sinar matahari penuh tanpa naungan dengan kondisi tanah yang agak berpasir tanpa perlu diairi setiap hari dan sedikit toleran terhadap tanah yang memiliki sedikit garam. Namun palm tidak cocok dengan tanah yang terus menerus basah dan liat. Palem ini juga cukup tolerir jika terjadi kekeringan sehingga sangat cocok tumbuh di dataran rendah yang beriklim tropis. Suhu udara yang diperlukan adalah 25-33 C, dan masih tumbuh baik di luar kisaran suhu udara tropis tersebut.


Tanaman palm selain mempunyai manfaat seperti yang disebutkan diatas tanaman ini juga mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai tanaman hias sekaligus sebagai tiang panjat hidup bagi tanaman lada. Di Kepulauan Bangka Belitung pohon gamal, dadap dan kelor selama ini banyak dimanfaatkan sebagai tiang panjat hidup untuk perkebunan lada rakyat, sedangkan tanaman palm dimanfaatkan sebagai tiang panjat hidup untuk tanaman lada sebagai penghias taman taman perkotaan atau pembatas jalan wilayah perkotaan (Taman Icon Lada Babel). Jenis tanaman palm yang bisa dimanfaatkan sebagai tiang panjat hidup adalah palm raja dan palm putri.


Tanaman palm raja merupakan tumbuhan tak bercabang dan tumbuh tegak ke atas dengan daun dan anak daun panjang seperti pedang, ujung runcing, pangkal daun berbentuk bundar, daun berbentuk menyirip, panjang 2 - 3 m, permukaan daun licin, batang berbentuk bulat besar, berakar serabut dan tinggi mencapai 30 m. Sedangkan palm putri adalah palem kecil yang menyerupai versi kecil dari palem raja. Palem ini memiliki batang tunggal berwarna abu-abu dengan bentuk ramping namun sedikit bengkak dibagian dasar batang. Palm putri memiliki daun yang rapih yang jumlahnya mencapai belasan, lebar tajuk mencapai 2 m, bentuk fisik daun palm putri mirip dengan palm raja hanya saja daunnya memiliki warna yang lebih hijau, dengan tingginya bisa mencapai sekitar 5 m.

?

Budidaya Lada dengan Tiang Panjat Tanaman Palm

?

Budidaya lada dengan menggunakan tiang panjat tanaman palm pada prinsipnya hampir sama dengan budidaya lada dengan menggunakan tiang panjat hidup lainnya, yang membedakannya adalah pada penyiapan lubang tanam dan penanaman.

a. Penyiapan lubang tanam

Dalam satu tanaman pohon palm dibuat empat lubang tanam dengan ukuran panjang x lebar x dalam 40 x 40 x 40 cm sampai dengan 60 x 60 x 60 cm. Jarak tanam antara pohon palm 3 x 3 m atau bisa mengikuti tanaman palm yang telah ada. Tanah galian lubang tanam dibiarkan terbuka 1 - 2 minggu sebelum dilakukan penanaman. Setelah itu tanah galian lubang tanam diberikan pupuk organik/kompos 5 - 10 kg dan kapur 0,5 kg perlubang tanaman, kemudian dicampurkan dengan tanah lapisan atas sampai terbentuk gundukan setinggi ? 20 cm. Setelah itu tanah gundukan dibiarkan 2 - 4 minggu, jika tanah susut karena terbawa arus air maka harus diperbaiki.

b. Penanaman

Penanaman lada menggunakan bibit dalam polybag yang telah mempunyai 5-7 ruas/buku. Bibit yang digunakan adalah bibit varietas unggul seperti Petaling 1, Petaling 2, Natar 1, Natar 2, dan Lampung Daun Kecil. Penanaman dengan cara buka plastik polybag disalah satu sisinya, lalu bibit diletakkan miring mengarah ke batang palm dengan 3 - 4 buku bagian pangkal (tanpa daun) dibenamkan, dan 2 - 3 buku sisanya disandarkan dan diikat pada batang palm. Bibit yang baru ditanam diberi naungan (alang-alang atau ranting beserta daun tanaman yang tidak mudah rontok), naungan dapat dibuka ketika tanaman lada terlihat sudah kuat.

c. Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman lada meliputi penyiraman, penyiangan dan penggemburan tanah, serta pengikatan sulur. Penyiraman dilakukan setiap hari pagi atau sore hari tergantung cuaca dan kelembaban tanah selama 6 - 9 bulan pertama. Penyiangan dan penggemburan tanah dilakukan secara terbatas pada radius ? 60 cm dari tanaman palm. Pengikatan sulur atau tunas baru yang mulai tumbuh dilakukan ? 1 bulan setelah tanam, dengan cara diikat pada batang tanaman palm. Tali pengikat bisa menggunakan tali rapia atau gedebok pisang yang sudah kering. Pengikatan ini berlangsung hingga pohon tanaman lada mencapai tinggi 1,5 m.

d. Pemupukan

Pupuk yang diaplikasikan ke tanaman lada terdiri dari pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik diberikan secara berkala yaitu pada awal musim hujan dengan dosis 5 - 10 kg/tanaman dan tanaman menghasilkan 10 - 15 kg/tanaman. Pemberian pupuk anorganik berupa NPK, untuk tanaman belum menghasilkan dengan dosis 30 gram, 60 gram, 90 gram dan 120 gram dengan interval tiap 3 bulan sekali. Untuk tanaman yang telah menghasilkan 1 - 1,5 kg/tanaman/tahun interval 3 bulan sekali dengan dosis 40 %, 30 %, 20 % dan 10 %.

e. Panen

Panen buah pertama tanaman lada yaitu pada umur 18 bulan setelah tanam. Untuk produk lada putih, waktu panen yang baik dilakukan pada saat buah berwarna kuning kemerahan (umur buah sekitar 8-9 bulan). Apabila panen dilakukan saat buah sudah terlalu masak (berwarna merah), dapat menurunkan mutu lada karena kan menghasilkan produk lada berwarna kehitaman.

?

?Menyusun materi penyuluhan pertanian dalam bentuk bahan website

Judul : Estetika Tanaman Palm sebagai Alternatif Tiang Panjat
pada Tanaman Lada


Ditulis Oleh : Ria Maya, S.P. (BPTP Kep. Bangka Belitung)


Sumber Bacaan : - Monograf Tanaman Lada (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1996)
- Budidaya Tanaman Palem (www. budidaya-petani.com)


Sumber Gambar : Koleksi BPTP Bangka Belitung.

Lampiran :

PENGUNJUNG

4330

HARI INI

2790

KEMARIN

503517

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook