Diseminasi Teknologi

TEKNIK STEK PADA KOPI ROBUSTA

Rabu, 21 Nov 2018
Sumber Gambar : Dokumentasi Feriadi, S.P. (2018)

PENDAHULUAN

Tanaman kopi (Coffea sp.) sebagian besar merupakan perkebunan rakyat dengan penerapan teknologi budidaya yang masih terbatas. Bila penerapan teknologi budidaya di perkebunan kopi rakyat tersebut diperbaiki, produksinya bisa ditingkatkan.

Teknologi yang dianjurkan untuk diterapkan adalah teknologi budidaya kopi poliklonal. Ada empat faktor yang menentukan keberhasilan budidaya kopi, yaitu: (1) teknik penyediaan sarana produksi, (2) proses produksi/budidaya, (3) teknik penanganan pasca panen dan pengolahan (agroindustri), dan (4) sistem pemasarannya. Keempat-empatnya merupakan kegiatan yang berkesinambungan yang harus diterapkan dengan baik dan benar. Dalam era perdagangan bebas, komoditas kopi sebagai bahan baku utama industri kopi bubuk, mutu menjadi penentu daya saing di pasar ekspor maupun dalam negeri.


Dengan teknik budidaya yang baik dan sesuai maka bisa dihasilkan mutu produk (biji kopi) yang baik dan sesuai dengan kehendak konsumen. Hal tersebut perlu diperhatikan para pekebun kopi agar usaha taninya dapat berhasil baik, produksi kopinya tinggi dan pendapatan petani juga tinggi.


PERKEMBANGAN KOPI ROBUSTA DI BANGKA BELITUNG

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terdiri dari dua pulau utama yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung serta pulau-pulau kecil seperti P. Lepar, P. Pongok, P. Mendanau dan P. Selat Nasik, total pulau yang telah bernama berjumlah 470 buah dan yang berpenghuni hanya 50 pulau. Mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Komoditas perkebunan yang dibudidayakan antara lain lada, sawit, dan karet. Sedangkan untuk tanaman perkebunan seperti kopi robusta belum banyak masyarakat yang membudidayakannya.

?

Pada tahun 2017 melalui dana APBN-P Kementerian Pertanian membuat kebijakan terkait dengan perbenihan perkebunan. Kebijakan tersebut melahirkan sebuah kegiatan berskala nasional yaitu Kegiatan Perbenihan. BPTP Kepulauan Bangka Belitung sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian juga melaksanakan kegiatan tersebut dan salah satu komoditas perkebunan yang dipilih adalah Kopi Robusta. Pemilihan kopi robusta ini dilakukan dengan melihat fakta bahwa salah satu icon Bangka Belitung adalah terkenal dengan Seribu Satu Warung Kopi yaitu di kota Manggar Kabupaten Belitung Timur.


Pelaksanaan kegiatan perbenihan kopi robusta dimulai pada tahun 2017 dan diharapkan bibit kopi tersebut siap salur pada tahun 2018. Bekerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi selanjutnya bibit tersebut akan diserahkan kepada petani yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bibit kopi yang akan dipersiapkan adalah Kopi Robusta dataran rendah yang sesuai dengan kondisi agroekosistem di Kepulauan Bangka Belitung.


TEKNIK PERBANYAKAN BENIH DENGAN STEK

Keuntungan Bibit Setek- Menjamin kemurnian klon.
- Umur siap tanam relatif pendek (9-12 bulan) sejak perakaran.
- Perakaran cukup bayak dan akar tunggang pengganti yag tidak kalah kokoh dengan akar tunggang asal biji.
- Mempunyai sifat sama dengan pohon induknya.
- Mutu yang dihasilkan seragam.
- Prekositas (masa berbuah awal) relatif pendek (1-2 tahun)

?

Pelaksanaan Penyetekan

- Persiapan bedengan setek.- Persiapan bahan.
- Pelaksanaan dan pemeliharaan.


Persiapan Bedengan Setek
- Pemilihan lokasi sama seperti untuk lokasi pembibitan.
- Bedengan dibuat memanjang dengan ukuran 1,25 m x 5 m atau 1,25 m x 10 m.
- Tebal medium 20-25 cm yang terdiri dari campuran tanah : pasir : Pupuk kadang 1 : 1 : 1.
- Pembuatan kerangka sungkup dan menyiapkan lembaran plastik transparan. Tinggi kerangka sungkup 60 cm.
- Pembuatan para-para di atas bedengan setek agar tidak terlalu panas tetapi tidak boleh terlalu gelap.
- Sebaiknya penyetekan dilakukan di bawah pohon pelindung lamtoro atau jenis lainnya yang dapat meneruskan cahaya difus.


Persiapan Bahan Tanam dan Pelaksanaan Penyetekan


- Melakukan inventarisasi kebun entres agar diketahui klon dan umur entres. Kebun entres yang terlalu tua harus diremajakan.
- Umur entres yang dugunakan adalah 3-6 bulan, karena pada umur tersebut bahan cukup baik untuk setek.
- Pemotongan bahan setek dengan cara menggunakan satu ruas 6-8 cm dengan sepasang daun yang dikupir, pangkal setek dibuat runcing.
- Apabila bahan yag digunakan klon yang sulit berakar, perlu dibantu dengan zat pengatur tumbuh.
- Jarak tanam setek 5 ? 10 cm.
- Setelah setek tertanam dilakukan penutupan/penyungkupan dengan plastik.
- Penyiraman dilakukan 1-2 hari sekali (tergantung keadaan) dengan cara membuka salah satu sisi sungkup dan segera ditutup kembali.
- Setelah umur 3 bulan dilakukan hardening secara bertahap.
- Umur 4 bulan setek dipindah ke polybag dan dipelihara seperti lazimnya pemeliharaan bibit di bedengan.
- Bibit siap dipindah/ditanam di lapangan setelah berumur 7 bulan di pembibitan.

?

?

Ditulis Oleh : Feriadi, S.P. (BPTP Kep. Bangka Belitung)


Sumber Bacaan :
- Tim Perbenihan Kopi Robusta. 2017. Petunjuk Teknis Perbenihan Kopi Robusta Kegiatan APBN-P 2017. BPTP Kep. Bangka Belitung
- Badan Ketahanan Pangan (BKP). 2010. Perkembangan Situasi Konsumsi Penduduk di Indonesia
-https://www.google.co.id/search? q=provinsi+bangka+belitung&oq=pro&aqs=chrome.0.69i59j69i57j69i61j69i59j0l2.3325j1j8&sourceid=chrome&ie=UTF-8 diakses tanggal 21/11/2018

Sumber Gambar : Koleksi Feriadi, S.P. (2018)

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook