Diseminasi Teknologi

PANEN SAYURAN DI PEKARANGAN

Rabu, 21 Nov 2018
Sumber Gambar : Dokumentasi Feriadi, S.P. (2018)

PENDAHULUAN

?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pekarangan adalah tanah sekitar rumah, halaman rumah, tanah yang disiapkan untuk tempat tinggal. Pekarangan adalah areal tanah yang biasanya berdekatan dan menjadi bagian tak terpisahkan dengan suatu bangunan atau terkait dengan kepemilikan dalam suatu persil. Tanah ini dapat diplester, dipakai untuk berkebun, ditanami bunga, atau kadang-kadang memiliki kolam. Pekarangan dapat berada di depan, belakang atau samping sebuah bangunan, tergantung seberapa besar sisa tanah yang tersedia setelah dipakai untuk bangunan utamanya.

Berkaitan dengan pekarangan, umumnya sebagian besar masyarakat di Indonesia berpendapat bahwa pemanfaatan dan penataan pekarangan rumah identik dengan tanaman hias, yang bertujuan untuk memperindah rumah bagi pemiliknya. Berbagai jenis bunga biasa kita jumpai dihalaman rumah seperti mawar, anyelir, anggrek, pohon palem dan berbagai jenis tanaman hias lainnya dengan pot-pot yang ikut menghiasinya. Sebagian pemilik rumah beranggapan bahwa semakin banyak bunga disekeliling rumahnya akan terasa semakin indah dipandang mata. Pola pikir semacam ini tidaklah salah. Setiap individu memiliki kebebasan dalam berekspresi dan melakukan segala sesuatunya selama hal tersebut tidak bertentangan dengan norma dan aturan yang ada.

?

PENTINGNYA PENGELOLAAN PEKARANGAN

?

Disisi lain, salah satu permasalahan masyarakat berkaitan dengan konsumsi rumah tangga yang muncul dan sering kita dengarkan baik di media cetak, elektronik ataupun secara langsung adalah masalah mahalnya harga untuk komoditas cabe dan bawang merah. Sejatinya, hal tersebut tidak perlu terjadi terlebih lagi Indonesia di kenal sebagai negara agraris, yang itu artinya sebagian besar matapencaharian penduduknya adalah dari sektor pertanian.

Menurut data dari BPS (Badan Pusat Statistik) berdasarkan Laporan Hasil Sensus Pertanian 2013 jumlah rumah tangga usaha pertanian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat sebanyak 124.970 rumah tangga. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat di Bangka Belitung familiar dengan pertanian begitu pula dengan tanaman sayur-sayuran. Pertanyaan mendasarnya adalah " mengapa kita harus terus tertekan dengan kenaikan harga komoditas cabe, bawang dan sayuran yang lainnya" yang sebenarnya dapat kita usahakan sendiri. Untuk skala rumah tangga tidak perlu lahan yang luas, cukup kita manfaatkan pekarangan rumah kita. Dengan pengelolaan yang bak akan bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga kita dan manfaat sampingan lainnya.

?

Pepatah lama mengatakan " sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui ", hal ini sebagai ungkapan bahwa sekali kita melakukan sesuatu lebih dari satu manfaat yang bisa kita dapatkan secara langsung. Satu solusi bisa menyelesaikan beberapa permasalahan yang sedang dihadapi. Pepatah tersebut bisa dianalogikan dalam pemanfaatan pekarangan rumah dengan bercocok tanam sayuran. Dengan biaya yang murah manfaat yang kita dapatkan tidak hanya satu, tetapi tiga sekaligus dengan modal kemauan dan menghilangkan sifat malas.

?

- Pertama, kita bisa melakukan aktivitas diluar rumah disela-sela waktu luang kita ataupun sepulang kerja, untuk "menyulap" pekarangan rumah jadi lebih menarik dengan bercocok tanam sayuran. Olah raga rutin mungkin akan terasa membosankan untuk dilakukan, tetapi dipekarangan rumah sambil bekerja dan menyalurkan hobi, kitapun bisa berolahraga.

- Kedua, kita bisa menghasilkan sayuran yang benar-benar segar dan terjamin karena kita sendiri yang menanamnya.

- Ketiga, dengan penataan yang baik maka rumah kitapun akan terasa asri, hijau dan "cantik" dipandang mata.

?

PEMANFAATAN PEKARANGAN


Pengelolaan pekarangan rumah dapat dilakukan dengan berbagai cara, hal ini berhubungan dengan keinginan dan hobi pemilik rumah. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam memaksimalkan pemanfaatan lahan pekarangan yang disesuaikan dengan luasan pekarangan.

?

Lama kegiatan di pekarangan hingga menghasilkan, tergantung jenis komoditas sayuran yang dipilih oleh pemilik rumah. Untuk tanaman mentimun, kangkung, bayam, dan sawi membutuhkan waktu 30 ? 40 hari untuk bisa di panen. Sedangkan untuk tanaman cabai, dan tomat diperlukan waktu 3 bulan. Selama itu pula kita akan terus berolahraga dan badanpun menjadi bugar.


Pepatah mengatakan " Siapa yang menanam, maka dia pula yang akan memetik hasinya". Dalam kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan ini istilah tersebut memiliki arti yang sebenarnya (denotasi). Dalam segi hasil, sayuran yang kita dapat adalah sayuran segar dan menyehatkan, yang kita tahu persis tahap demi tahap dalam penanamannya hingga menghasilkan. Efek lain yang bisa kita rasakan selain hal-hal tersebut tadi adalah, secara tidak langsung terjadi penghematan dalam hal pengeluaran harian rumah tangga untuk komoditas sayur-sayuran yang kita budidayakan. Bahkan, kita bisa menjualnya ketika sayuran yang kita hasilkan melebihi kebutuhan harian kita.


Oleh karena itu, kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan adalah hal yang perlu mendapat perhatian kita semua. Untuk memulai kita semua pasti bisa dengan menyingkirkan rasa malas, dan rencanakan agar kegiatan ini dapat berkelanjutan bagi keluarga kita.

?

?

Ditulis Oleh : Feriadi, S.P. (BPTP Kep. Bangka Belitung)


Sumber Bacaan :
- https://babel.bps.go.id/pressrelease.html diakses 21/11/2018
- Badan Ketahanan Pangan (BKP). 2010. Perkembangan Situasi Konsumsi Penduduk di Indonesia
- Kemtan. 2011. Pedoman Umum Model Kawasan Rumah Pangan Lestari. Kementerian Pertanian.
- http://www.litbang.pertanian.go.id/krpl/ diakses tanggal 21/11/2018
- https://kbbi.web.id/karang-3 diakses tanggal 21/11/2018
- https://id.wikipedia.org/wiki/Pekarangan diakses 21/11/2018

?

Sumber Gambar : Koleksi Feriadi, SP

PENGUNJUNG

4329

HARI INI

2790

KEMARIN

503516

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook