Diseminasi Teknologi

Perbenihan Kelapa Dalam

Kamis, 15 Nov 2018
Sumber Gambar : Koleksi BPTP Bangka Belitung

PENDAHULUAN

?

Komoditi perkebunan yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian nasional salah satunya adalah Tanaman Kelapa. Tanaman Kelapa merupakan tanaman tahunan yang mulai berproduksi pada umur 3-5 tahun.
Di Indonesia tanaman kelapa tersebar luas hampir di seluruh kepulauan nusantara, dimana diusahakan mulai dari pekarangan sampai perkebunan besar. Pengembangan tanaman kelapa di Indonesia mempunyai prospek yang cerah karena tanaman kelapa adalah tanaman tropis dimana iklim dan lahan umumnya tidak mmenjadi kendala dominan dalam budidayanya.


Tanaman kelapa memiliki beberapa keunggulan diantaranya sebagai sumber pangan dan juga sebagai sumber energi terbarukan. Di Indonesia dikenal beberapa jenis kelapa, yaitu kelapa dalam, kelapa genjah dan hibrida. Sampai dengan saat ini Menteri Pertanian telah melepas 19 varietas kelapa dalam sebagai varietas unggul nasional. Varietas tersebut antara lain kelapa dalam mapanget, kelapa dalam tenga, kelapa dalam palu, kelapa dalam bali, kepala dalam takome, kelapa dalam sawarna, kelapa dalam adonara, kelapa dalam rennel, kelapa dalam mastutin, kelapa dalam lampanah, kelapa dalam sri gumilang, kelapa dalam bido, kepala dalam kima atas, kelapa dalam banyuwangi, kelapa dalam lubuk pakam, kelapa dalam panua, kelapa dalam kramat, kelapa dalam molowahu dan kelapa dalam bojong bulat.

?


Bahan Tanaman

?

?

Untuk mendapatkan produktivitas yang tinggi dimulai dari pemilihan bahan tanam yang sehat dan kualitas. Bahan tanaman kelapa dalam berasal dari kebun benih atau blok penghasil tinggi (BPT), Pembentukan kebun sumber benih atau BPT dapat dilakukan oleh petani dengan bantuan Balit Palma, Balai Sertifikasi Benih, Perguruan tinggi atau instansi terkait lainnya. Spesifikasi benih kelapa yang akan digunakan dalam pembangunan kebun induk benih kelapa adalah berasal dari benih sumber yang telah ditetapkan meleli keputusan Direktur Jenderal Perkebunan atau Kepala Dinas Perkebunan Provinsi. Persyaratan teknis pohon induk adalah berproduksi tinggi (80-120 butir/pohon/tahun dengan berat kopra sekitar 25 kg/pohon/tahun), batang dan daun kuat, bebas penyakit berbahaya seperti penyakit busuk pucuk dan gugur buah, toleran terhadap hama utama kelapa (tungau), buah yang akan dijadikan benih berumur 12 bulan yang ditandai dengan 4/5 sisi kulit berwarna cokelat, berbentuk bulat agak lonjong, tidak luka dan agak licin dan halus, tidak terinfestasi hama, ketika diguncang terdengar suara.

?

Persemaian

?

Proses awal dari perbenihan kelapa adalah persemaian, syarat lokasi persemaian adalah tanah datar tidak menggenang, dekat dari sumber air, dan akses transportasi mudah terjangkau. Tujuannya adalah untuk mempermudah pembuatan bedengan, pemeliharaan dan pemindahan benih. Tahapan persiapan lokasi persemaian adalah lokasi persemaian dibersihkan dari rumput, sisa akar dan lain-lain. Tanah diolah dengan kedalaman 30-40 cm, kemudian tanah dibajak, dicangkul dan disisir. Setelah itu dibuat bedengan dengan lebar 1,5-2,0 m, tinggi 25 cm dan panjang disesuaikan dengan keadaan setempat, jarak antar bedengan 60-80 cm yang berfungsi sebagai parit pembuangan air. Persemaian sebaiknya dipagar untuk menghindari gangguan dari binatang ternak.

?

Penyiapan benih

?

Benih hasil seleksi dari kebun sumber benih dimasukan ke dalam karung dan diletakan pada tempat yang ternaungi. Karung diletakkan menumpuk satu sama lain. Benih disiram tiga kali sehari sebelum dideder. Kemudian benih dipisahkan dan dihitung sesuai dengan kriteria : a) benih normal, b) benih abnormal, c) benih yang telah berkecambah normal dan sehat, d) benih yang telah berkecambah tetapi abnormal, kerdil dan mati.

?

Penyayatan benih

?

Penyayatan benih dilakukan dengan cara dipilih sisi buah kelapa yang terlebar, kemudian penyayatan dilakukan pada bagian yang berlawanan arah dengan bagian tersebut dengan panjang sayatan 10 cm, lebar sayatan 7 cm dan tebal sayatan 1 cm. Bagian yang disayat ini merupakan bagian tempat keluarnya kecambah. Teknik penyayatan dapat dilakukan dengan cara menarik ke atas sabut yang disayat. Kapasitas penyayatan benih kelapa per orang per hari adalah 3.500- 4.500 benih.

?

Pendederan benih

?

Benih kelapa yang telah disayat diletakan (dideder) pada bedeng persemaian hingga 2/3 bagian benih terbenam dalam tanah. Posisi benih agak miring dengan bagian yang disayat di bagian atas. Benih disusun secara zig zag, bagian yang disayat pada posisi satu arah. Bagian yang disayat diarahkan kesebelah timur. Untuk mendapatkan posisi bagian yang disayat sejajar dengan permukaan tanah (horizontal), maka pengaturan benih pada bedengan menyudut kurang lebih 45 ?. Satu orang tenaga kerja dapat melakukan pendederan sebanyak 2.500 - 3.000 butir/hari.
Pemeliharaan persemaian

?

Pemeliharaan pada persemaian meliputi penyiraman, penyiangan gulma, dan pengendalian hama penyakit. Pada musim kemarau penyiraman dilakukan sekali dalam 2-3 hari, kebutuhan air untuk penyiraman persemaian berkisar 3-6 ltr/m?/hari.

?

Seleksi Kecambah

?

Sebelum dipindahkan ke polybag atau bedeng pembibitan terlebih dahulu dilakukan seleksi kecambah dengan kriteria panjang tunas yaitu 3-5 cm. Seleksi kecambah dilakukan setiap minggu hingga 3-4 bulan benih disemai. Kecambah yang jelek dibuang atau atau dipisahkan.

?

Pembibitan

?

Pembibitan adalah tempat tumbuhnya kecambah yang terseleksi dari bedengan persemaian. Pembibitan dapat menggunakan polybag atau langsung pada bedengan pembibitan. Apabila menggunakan bedeng pembibitan kecambah yang terseleksi pada bulan 1, 2, 3 dan 4 ditanam pada bedeng pembibitan yang terpisah.

?

a. Pembibitan pada polybag
Polybag yang digunakan berukuran 40 cm x 50 cm, kecambah yang terseleksi dari bedengan persemaian kemudian dipindahkan ke polibag dengan memotong akar utama sampai tersisa 5 cm dari sabut. Kecambah diletakan pada polybag dengan posisi tegak dengan tunas dibagian tengah. Sebagian tanah dikeluarkan, dikembalikan lagi kedalam polybag hingga benih hampir tertutup dan tanah dipadatkan.

?

b. Pembibitan tanpa polybag
Untuk pembibitan tanpa polybag terlebih dahulu tanah dipembibitan diolah secara manual maupun traktor dengan kedalaman 30 - 40 cm, kemudian dibuat bedengan seperti bedengan persemaian antar bedengan dibuat parit drainase selebar 60 cm - 80 cm sebagai jalan kontrol kebun. Kecambah yang terseleksi ditanam pada bedeng pembibitan dengan jarak tanam 60 cm x 60 cm x 60 cm (jarak tanam segitiga). Kecambah ditanam hingga tunas berada ? 2 cm diatas permukaan tanah dengan tunas mengarah ke sebelah timur.

?

Pemeliharaan Pembibitan

?

Pemeliharaan pada pembibitan meliputi penyiraman, penyiangan gulma, dan pengendalian hama penyakit serta pemupukan. Pengapuran dilakukan apabila tanah mempunyai keasaman yang tinggi. Pengapuran dilakukan pada tanah sampai pH 6 - 8. Pemindahan bibit kelapangan dapat dilakukan setelah tanaman berumur 6 - 8 bulan di pembibitan yang dicirikan dengan tanaman sudah memiliki daun ? 6 helai dan tinggi 90 - 100 cm. Untuk pemupukan kelapa dipupuk berdasarkan umur bibit dengan jenis dan takaran seperti tabel dibawah ini.

?


Jenis Pupuk (g/bibit) Umur bibit (bulan)
1 2 3 4 5 6 7 8
Urea 5 5 5 10 10 10 10 10
SP-36 0 0 15 0 0 0 0 0
KCL 10 10 10 15 15 15 20 20
Kiserit/Dolomit 5 0 5 0 10 0 10 0

?

?

Menyusun materi penyuluhan pertanian dalam bentuk bahan website


Judul : Perbenihan Kelapa Dalam


Ditulis Oleh : Ria Maya, S.P. (BPTP Kep. Bangka Belitung)


Sumber Bacaan : - Petunjuk Teknis Budidaya Kelapa Dalam (Balai Penelitian Tanaman Palma, 2015)
- Petunjuk Teknis Produksi Benih Komoditas Strategis Perkebunan "Tanaman Kelapa Dalam" (Balai Penelitian Tanaman Palma, 2017)


Sumber Gambar : Koleksi BPTP Bangka Belitung.

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook