Diseminasi Teknologi

VARIETAS UNGGUL BARU KEDELAI TAHAN NAUNGAN

Senin, 29 Okt 2018
Sumber Gambar : Balai Penelitian Tanaman Aneka kacang dan Umbi

Tanaman kedelai merupakan salah satu kelompok tanaman pangan terpenting setelah padi dan jagung. Kedelai merupakan komoditas palawija yang kaya akan protein nabati, suatu zat yang sangat diperlukan bagi kesehatan juga relatif murah dibandingkan sumber protein hewani. Kebutuhan kedelai terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan kebutuhan bahan baku industri olahan pangan seperti tahu, tempe, kecap, susu kedelai dan sebagainya. Namun produksi kedelai cenderung menurun seiring dengan menurunnya luas tanam. Disisi lain, Kementerian Pertanian mentargetkan Indonesia bisa swasembada kedelai pada tahun 2018 dengan target produksi 2,2 juta ton. Untuk mencapai produksi tersebut, pemerintah mengerahkan semua sumber daya yang dimiliki dengan mengutamakan penambahan areal tanam baru (PATB), salah satunya dengan memanfaatkan lahan dibawah tegakan pohon perkebunan/ lahan tahunan (Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, 2018).
Sampai saat ini produktivitas kedelai masih rendah hanya 15,68 ku/ha (Badan Pusat Statistik, 2018), sedangkan jika menerapkan teknologi budidaya spesifik lokasi dapat menghasilkan produktivitas 1,7 ? 3,2 t/ha tergantung lokasi dan teknologi yang diterapkan, salah satunya penggunaan varietas unggul baru. Dalam rangka mendukung program PATB, penggunaan varietas unggul yang cocok yang tahan naungan untuk meningkatkan produktivitas kedelai sangatlah penting. Badan Litbang Pertanian telah melepas varietas unggul kedelai tahan naungan dengan potensi produksi 2,8 ? 2,9 t/ha (Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2016). Varietas unggul tersebut adalah Dena I dan Dena II yang toleran naungan hingga 50%, sesuai untuk dikembangkan di bawah tegakan tanaman perkebunan dan lingkungan agroforestri yang tanamannya masih muda (< 4 tahun), maupun tumpangsari dengan tanaman pangan lain. Dengan menggunakan varietas kedelai toleran naungan diharapkan produktivitas di lokasi PATB dapat mencapai hasil yang optimal didukung teknologi budidaya yang tepat.
Varietas Unggul Kedelai Dena I
Tipe Tumbuh : Determinate
Umur Berbunga : ? 33 hari
Umur Masak : ? 78 hari
Warna hipokotil : Ungu
Warna epikotil : Hijau
Warna Daun : Hijau
Warna Bunga Ungu
Warna Kulit Polong : Coklat kekuningan
Bentuk Daun : Oval
Ukuran Daun : Sedang
Percabangan : 1 ? 3 cabang / tanaman
Jumlah polong pertanaman : ? 29 hari
Tinggi tanaman : 59,0 cm
Kerebahan : Agak tahan rebah
Pecah Polong : Tidak Mudah pecah
Ukuran biji : Besar
Bobot 100 biji : ? 14,3 gram
Bentuk Biji : Lonjong
Potensi hasil : ? 2,9 t/ha
Rata-rata hasil : ? 1,7 t/ha
Kandungan Protein : ? 36,7 % BK
Kandungan lemak : ? 18,8 % BK
Ketahanan terhadap hama dan penyakit : Tahan terhadap penyakit karat daun (Phakopsora pachirhyzi Syd.), rentan hama pengisap polong (Riptortus linearis) dan hama ulat grayak (Spodoptera litura F.
Keterangan : Toleran hingga naungan 50%


Varietas Unggul Kedelai Dena II
Tipe Tumbuh : Determinate
Umur Berbunga : ? 35 hari
Umur Masak : ? 81 hari
Warna hipokotil : Ungu
Warna epikotil : Ungu
Warna Daun : Hijau
Warna Bunga : Ungu
Warna Kulit Polong : Coklat kekuningan
Bentuk Daun : Segitiga
Ukuran Daun : Sedang
Percabangan : 1 ? 3 cabang / tanaman
Jumlah polong pertanaman : ? 27 hari
Tinggi tanaman : 40,0 cm
Kerebahan : Tahan rebah
Pecah Polong : Tidak Mudah pecah
Ukuran biji : Sedang
Bobot 100 biji : ? 13 gram
Bentuk Biji : Bulat
Potensi hasil : ? 2,8 t/ha
Rata-rata hasil : ? 1,3 t/ha
Kandungan Protein : ? 36,5 % BK
Kandungan lemak : ? 18,2 % BK
Ketahanan terhadap hama dan penyakit : Tahan terhadap penyakit karat daun (Phakopsora pachirhyzi Syd.), tahan hama pengisap polong (Riptortus linearis) dan agak tahan ulat grayak (Spodoptera litura F.
Keterangan : Sangat toleran hingga naungan 50%

(Ir. Sari Nurita, Penyuluh Pertanian BPTP Kalimantan Barat)

Sumber :
Badan Pusat Statistik Indonesia, 2018. Statistik Indonesia 2018. Jakarta.

Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2016. Deskripsi Varietas Unggul Kedelai 1918 ? 2016. Malang.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, 2018. Petunjuk Teknis Pengelolaan dan Penyaluran bantuan Pemerintah Lingkup Direktorat Jenderal tanaman pangan Tahun Anggaran 2018. Jakarta.

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook