Diseminasi Teknologi

PEMBUATAN BIOCHAR JANGGEL JAGUNG SECARA SEDERHANA

Rabu, 17 Okt 2018
Sumber Gambar : dokumen pribadi Endriani

?PENDAHULUAN

Pemanfaatan lahan kering marjinal untuk praktik budidaya merupakan usaha ekstensifikasi. Usaha ini dinilai berhasil untuk meningkatkan produksi tanaman khususnya tanaman pangan. Akan tetapi permasalahan utama dalam pemanfaatan lahan marjinal adalah kesuburan lahan.

Peningkatan produktivitas lahan kering melalui tindakan rehabilitasi sebaiknya dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah tersedia (sumberdaya lokal). Di Indonesia, limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk pembenah tanah cukup banyak baik jenis maupun ketersediaaannya. Limbah pertanian terdiri atas 2 jenis yaitu bahan yang mudah terdekomposisi (jerami, batang jagung, limbah sayuran) dan bahan yang sulit terdekomposisi (sekam padi, kulit buah kakao, kayu-kayuan, tempurung kelapa dan tongkol jagung). Pemanfaatan limbah pertanian khususnya yang sulit terdekompoisisi tersebut dapat dilakukan dengan terlebih dahulu dikonversi menjadi biochar (arang) melalui proses pembakaran tidak sempurna (pyrolisis).

FUNGSI BIOCHAR

Biochar sangat bermanfaat bagi pertanian terutama untuk perbaikan kualitas lahan (sifat fisik, kimia, dan biologi tanah). Dalam bidang pertanian, biochar berfungsi:

  • Meningkatkan ketersediaan dan meretensi hara
  • Meretensi air
  • Meningkatkan pH dan KTK pada lahan kering masam;
  • Menciptakan habitat yang baik bagi perkembangan mikroorganisme simbiotik seperti mikoriza karena kemampuannya dalam menahan air dan udara serta menciptakan lingkungan yang bersifat netral khususnya pada tanah-tanah masam
  • Meningkatkan produksi tanaman pangan

  • Mengurangi laju emisi CO2 dan mengakumulasi karbon dalam jumlah yang cukup besar.

  • PEMBUATAN BIOCHAR BERBAHAN BAKU TONGKOL JAGUNG

    Tongkol (janggel) jagung masih belum banyak dimanfaatkan untuk memperbaiki sifat-sifat tanah, padahal batang jagung sudah dijadikan mulsa. Di daerah sentra produksi jagung, terdapat peluang memanfaatkan janggel dijadikan biochar. Biochar dari bahan baku janggel (tongkol) jagung dapat dibuat menggunakan pirolisator dan dapat pula pirolisator sederhana.

    Pembuatan biochar janggel jagung secara sederhana (pirolisis sederhana) dapat dengan membuat lubang segiempat atau lubang berbentuk kerucut dipermukaan tanah (metode kontiki).

    Tahapan pembuatan biochar dengan lubang segiempat dalam tanah:

  • Sebagian janggel jagung yang telah kering dimasukkan ke dalam lubang, kemudian dibakar.?Pembakaran dimulai pada bagian yang terdapat bahan-bahan yang mudah terbakar.
  • Ketika api telah membakar sebagian janggel dan dipastikan tidak akan padam, tambahkan janggel sampai setinggi lubang.
  • Permukaan lubang ditutup pelepah/batang pisang kemudian ditimbun tanah pada bagian tengah lubang sampai sekitar 80% (menyisakan 10% dibagian pembakaran pertama dan 10% dibagian tanpa pembakaran).
  • Setelah api menyala dan membakar sekitar 1/3 bagian janggel dalam lubang, lubang di atas tempat pembakaran pertama ditutup menggunakan batang pisang dan tanah.
  • Biarkan pembakaran sampai asap yang ke luar dari lubang asap lebih jernih dan tidak pekat, kemudian tutup lubang secara rapat. Biarkan sampai semua bara mati.
  • Pembuatan biochar dengan metode kontiki, terlihat sama dengan penggunaan lubang segiempat. Akan tetapi terdapat beberapa berbedaan. Berikut ini adalah tahap pembuatan biochar dengan metode kontiki:

  • Buat lubang berbentuk kerucut dengan berdiameter bagian atas selebar 150 cm dan kedalaman 75 cm (sesuaikan kebutuhan).
  • Nyalakan api menggunakan bahan-bahan yang mudah terbakar (kayu sisa pakan) di bagian tengah dasar lubang.
  • Masukkan janggel sedikit demi sedikit ke dalam kontiki yang sudah menyala.
  • Ketika api menyala dengan stabil (tidak akan padam), masukkan kembali janggel secara bertahap. Penambahan bahan baku ketika yang dimasukkan terdahulu telah hampir semua terbakar. Lanjutkan proses sampai seluruh janggel terbakar semua.
  • Jika semua bahan baku telah menghitam menjadi arang dan tidak ada lagi jilatan api, maka semua bara api disiram air agar mati.
  • Biarkan sampai dingin kemudian keringkan dan sebelum diaplikasikan dihaluskan sesuai kebutuhan.

  • Penyusun: Fauziah YA, Yunita Barus, Endriani, Sunaryo

    Sumber: Juknis Biochar BBSDLP

    Copyright © cybext.pertanian.go.id
    rss twitter facebook