Gerbang Daerah
> >

Monitoring dan Evaluasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tahun 2022 dan Persiapan Penyusunan ERDKK Tahun 2023

Sabtu, 14 Mei 2022
Sumber Gambar :

Kamis, 12 Mei 2022 dilaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi penyaluran pupuk bersubsidi Tahun 2022 dan persiapan penyusunan ERDKK Tahun 2023. Kegiatan dilaksanakan di aula pertemuan UPTD Balai Pelaksana Penyuluhan Pertanian Kabupaten Karangasem, dihadiri Perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Tim Pembina Kabupaten Karangasem, Admin ERDKK Kabupaten Karangasem, Distributor Pupuk Wilayah Kabupaten Karangasem, Kios Pengecer Resmi pupuk bersubsidi. Kegiatan berlangsung dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 13.00 WITA.

Rapat di buka oleh Ir. I Komang Cenik, M.Si yang menjabat sebagai Kepala Bidang Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian pada Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, dimana dengan perubahan OPD Baru Tahun 2022, Bidang Penyediaan dan Pengembangan Sarana menangani pupuk dan pestisida.  Jabatan Fungsional yang menangani terkait dengan pupuk dan pestisida adalah Jabatan Fungsional Analis Sarana dan Prasarana Pertanian.

Dalam pembukaan Komang Cenik menyampaikan sampai saat ini penyaluran pupuk di Kabupaten Karangasem berjalan dengan baik, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Karangasem pada bulan Januari sampai dengan bulan April Tahun 2022 sudah melebihi target, misal di Kecamatan Karangasem target 250 Ton, sudah terealisasi kurang lebih 300 Ton. Kendala yang dihadapi dalam penyaluran pupuk bersubsidi lebih banyak saat proses pelaporan, karena pelaporan menggunakan sistem dan aplikasi berjenjang dengan batasan waktu tertentu. Ada 2 kecamatan di Kabupaten Karangasem yang sering terkendala saat pelaporan yaitu Kecamatan Rendang dan Kecamatan Selat.

Setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan paparan dan arahan dari Tim Provinsi yang diwakili oleh Ir. I Made Oka Parwata, yang merupakan juga Penyuluh Pertanian Utama di Provinsi Bali. Disampaikan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi ada beberapa Kabupaten yang melebihi target tetapi ada juga yang di bawah target. Diharapkan juga dalam kegiatan ini agar bisa disampaikan permasalahan dan kendala dalam penyaluran pupuk bersubsidi sehingga bisa dicarikan solusi.

Berdasarkan hasil evaluasi Tim di pusat terhadap pola distribusi pupuk bersubsidi, ditemukan ada penyaluran yang tidak tepat sasaran, selain itu anggaran yang diperlukan untuk menyubsidi pupuk cukup besar, sehingga subsidi pupuk untuk tahun berikutnya kemungkinan dikurangi. Dengan demikian mulai sekarang agar dipikirkan pengganti atau substitusi pupuk kimia yang di subsidi tersebut. Terkait dengan entry ERDKK Tahun 2023 rencananya akan dimulai bulan Juni Tahun 2022, saat ini  Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian masih dalam migrasi data.

Selanjutnya Ibu Nurul, Sub Koordinator Sarana Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, menyampaikan validasi penyaluran pupuk bulan ini di perpanjang sampai dengan tanggal 14 Mei, untuk penebusan masih bisa tanpa menggunakan kartu tani. Disampaikan juga bahwa pada Tahun 2023 pupuk yang di subsidi adalah pupuk Urea dan pupuk NPK untuk 9 komoditas (pangan, hortikultura dan perkebunan). Wacana ke depan akan diminta SK Bupati per Petani, kelengkapan di distributor dan kios, agar membuat laporan bulanan, surat perjanjian kerja sama juga agar dilengkapi.

Amron Prasetyo mewakili Pupuk Indonesia menyampaikan untuk realisasi sampai saat ini sudah lebih dari 100% untuk Urea dan NPK, tetapi ZA dan Organik masih kurang di Kabupaten Karangasem. Laporan bulan April baru masuk 50% jadi mohon petugas yang ditugaskan segera menyelesaikan. Pada tahun ini komoditas perikanan tidak mendapatkan subsidi lagi, ERDKK bisa dievaluasi setiap 6 bulan. Alokasi bulan 6 jika tidak mencukupi bisa memakai alokasi bulan sebelumnya atau bulan berikutnya, penyaluran bisa menggunakan kartu tani, tetapi jika belum siap bisa menggunakan KTP dan T-Puber. Menurut Amron kendala yang dihadapi dari seluruh Kabupaten yaitu, masalah NIK di ERDKK yaitu nama tidak sesuai dengan nama di KTP, adanya nama ganda padahal NIK sama, ada NIK yang petani sudah meninggal, dosis tanaman perkebunan yang belum ada alokasi, dan masalah terakhir masalah RMS (Retail Manajemen Sistem).

Perwakilan dari PT Petrokimia Gersik, menyampaikan bahwa subsidi pupuk ZA, SP36 dan Organik hanya sampai bulan Juni Tahun 2022, setelah bulan Juni tidak di subsidi lagi dan akan ditarik semua.

Koordinator BPP Kecamatan Kubu pada sesi diskusi menyampaikan adanya permasalahan entri ERDKK Tahun lalu dimana kuota pupuk untuk jagung di Kecamatan Kubu tidak ada rekomendasi sampai batas penutupan entry, jadi dimohon agar kuota jagung bisa muncul dari awal, ditanyakan juga apakah tidak menyalahi aturan jika pupuk ZA di tebus sebelum juni di pakai setelah juni.

Jawaban dari Perwakilan dari PT Petrokimia Gersik, penebusan bisa dilakukan sebelum bulan juli, tetapi memang harus di serap dan tidak disalahgunakan hal lain petani juga harus memiliki gudang untuk menyimpan sementara agar pupuk tidak rusak.

Kegiatan di tutup oleh Kepala Bidang Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian pada Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem dengan menyampaikan rangkuman pembahasan dan kesimpulan yang dihasilkan.

Penulis: Eka Budi/PP Madya Kab. Karangasem

PENGUNJUNG

3123

HARI INI

62573

KEMARIN

50458348

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook