Gerbang Nasional

JANGAN PANIK, KEMENTAN AJAK PETERNAK, DOKTER HEWAN, PEMDA DAN PEMERHATI PERTANIAN BERSAMA-SAMA TANGGULANGI PMK

Jum'at, 13 Mei 2022
Sumber Gambar : Ditjen PKH

[ Jakarta ] Kementerian Pertanian (Kementan) akan mendukung penuh upaya berjenjang yang dilakukan pemerintah daerah dalam penanganan dan pengendalian PMK.

Indonesia tercatat bebas PMK sejak 1986 dan mendapatkan pengakuan internasional pada 1990. Untuk itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) berharap berbagai upaya mitigasi yang dilakukan pihaknya bersama pemerintah daerah dapat secara optimal menekan penyebaran PMK dan mengantar kembali Indonesia sebagai negara bebas PMK. 

“Indonesia menjadi negara yang bebas PMK di Asia dari 1990, dan ternyata beberapa hari lalu kita harus berhadapan dengan PMK, tetapi dari hasil tes dan pemantauan dilapangan, disertai jumlah yang terinfeksi dengan tingkat kematiannya yang bisa dikatakan rendah, kita harapkan PMK kali ini berada pada level ringan,” terang Syahrul. 

Dukungan yang diberikan Kementan, menurut Syahrul, tidak hanya sebatas pengerahan tim lapangan maupun obat - obatan. Ia memastikan pihaknya akan bekerja cepat meneliti dan menghasilkan vaksin PMK. 

“Kami akan terus bekerja, kami lakukan langkah - langkah terpadu yang dapat meminalisir angka penyebaran, baik dengan isolasi, lockdown wilayah atau kandang, kita lakukan tracing, dan intervensi obat - obatan, dan secepatnya kami dapatkan serotype dari PMK ini dan kami dapat segera mungkin menghasilkan vaksinnya,” kata Syahrul. 

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan, SDM manusia, Dedi Nuryamsi pada agenda kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 17, Jumat (13/05/2022) di AOR BPPSDMP, bertemakan jangan panik dengan PMK.

Pada arahannya Dedi mengatakan bahwa dengan adanya penyakit mulut dan kuku (PMK ) jangan panik, sesuai dengan arahan Mentan dengan panik masalah tidak akan teratasi, keluarkan seluruh tenaga,energi, pikiran untuk menanggulangi PMK secara bersama-sama.

“Mari bersama-sama turun kelapangan secara masif dan sinergi untuk menanggulangi PMK, Identifikasi ternak apakah ada gejala pada ternak, apabila ada lakukan isolasi mandiri agar ternak lain tidak tertular:, ujar Dedi. 

Sesuai fungsi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani, sebagai pusat konsultasi agribisnis maka dapat dijadikan tempat konsultasi para peternak, tenaga kesehatan maupun pemda setempat tentang penangulangan PMK pada hewan ternaknya.

“Pencegahan PMK dilakukan dengan memberi pakan bagus dan vitamin bagi hewan ternak juga gunakan senyawa yang dapat membunuh virus di kandang dan sekitarnya”. jelas Dedi.

Selanjutnya Dedi berharap untuk fokus kepenangulangan PMK diperlukan kerjasama antara pemerintah, peternak, pemda, tenaga kesehatan untuk penanggulangan PMK.

Narasumber MSPP, Kepala Pusat Balai Besar Penelitian Veteriner, Harimukti Nuradji mengatakan PMK disebabkan virus foot mouth Disease (FMDV), merupakan virus yang memiliki genom plus strand RNA.

“PMK merupakan penyakit yang sangat menular pada hewan peka, membutuhkan usaha yang luar biasa extaordinary untuk pengendalianya”. ujar Harimukti Nuradji.

Harimukti Nuradji menambahkan bahwa PMK juga menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup tinggi. Penyakit ini menjadi eksotik di Indonesia sejak tahun 1990 dan muncul kembali tahun 2022.

Narasumber selanjutnya, Syamsul Ma’arif, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner menjelaskan rencana aksi yang akan dilakukan diantaranya memberikan multivitamin untuk penguat dan antibiotik untuk mencegak infeksi bakteri.

“Harus dilakukan pembatasan dan pengetatan lalu lintas ternak, pasar hewan dan rumah potong hewan serta masuknya ternak hidup diwilayah perbatasan negara belum bebas PMK”. ujar Syamsul Ma’arif.

Pengaturan lalu lintas produk hewan harus mengikuti ketentuan lalu lintas produk hewan dengan rekomendasi pemasukan dan sertifikat veteriner.

“Produk hewan olahan yang telah mengalami perlakuan dalam proses pembuatannya atau pengolahannya sehingga mampu mematikan virus PMK, maka diperbolehkan dilalu lintaskan sesuai dengan persyaratan teknis”. tutup Syamsul Ma’arif… hvy

PENGUNJUNG

58994

HARI INI

73870

KEMARIN

50764626

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook