Gerbang Daerah
> >

Kota Banjarmasin "Siaga OPT" dengan GERDAL

Kamis, 12 Mei 2022
Sumber Gambar : Pribadi

(Kamis, 12/05/2022). Peran aktif Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin dalam mendukung Kota Banjarmasin menuju Kota Sehat terus dilakukan melalui program penyuluhan pertanian, salah satunya adalah dengan menyelenggarakan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) secara biologis dengan memanfaatkan APH atau Agens Pengendali Hayati.  Bio Insektisida yang digunakan sebagai APH dalam gerakan pengendalian ini adalah Metarizep yang merupakan insektisida berbahan alami (bio insektisida) karena mengandung cendawan entomopatogen jenis Mettarhizium anisopliae dan Beauveria bassiana yang menyerang OPT penyebab kerusakan pada batang dan kematian di fase vegetetatif oleh hama penggerek batang, penyakit fisiologis akibat penggulungan daun dan dimakannya daun oleh hama putih palsu, penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa oleh hama Wereng Batang Coklat (WBC), hampa bulir padi oleh walang sangit  dan penyakit tungro oleh hama wereng hijau yang kini tengah mewabah di 2 Kabupaten sekitar Kota Banjarmasin yaitu Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala.

Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Banjarmasin Selatan bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kota Banjarmasin yang menjadi fasilitator kegiatan Gerdal OPT kali ini bersama peserta dari Kelompok Tani (Poktan) Karya Tani di WKPP Kelurahan Mantuil. Kegiatan berlokasi di pertanaman padi lokal lahan sawah pasang surut milik Bapak Tono selaku anggota poktan seluas 1 Hektar yang telah berusia 6-8 MST atau di fase vegetatif yang rentan dengan serangan OPT. Melalui pengambilan sampel OPT menggunakan jaring pengamatan bersama petugas Lab PTPH Sungai Tabuk pada beberapa titik sampel sawah, ditemukan beberapa jenis OPT seperti ulat jengkal daun palsu, ulat tanduk hijau, ulat pelipat daun, telur hama keong mas, belalang daun, walang sangit dan 2 ekor wereng hijau. Namun berdasarkan pengamatan dan rekomendasi dari POPT dan Petugas Lab PTPH Sungai Tabuk menyatakan populasi hama masih bisa dikendalikan secara alami karena banyaknya ditemukan musuh alami seperti laba-laba dan kumbang kubah sehingga hasil pengamatan OPT masih berada di bawah ambang rendah serta disarankan hanya melakukan pengamatan rutin untuk mengamati pertumbuhan dan gejala serangan OPT serta melakukan pencegahan dengan menyemprotkan metarizep setiap 2 minggu sekali sesuai dosis dan pemupukan.

Gerdal OPT ini dihadiri oleh Camat Banjarmasin Selatan, Lurah Mantuil, petani milenial WKBPP Kecamatan Banjarmasin Selatan, tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kelurahan Mantuil serta dibuka secara langsung oleh Kepala DKP3 Kota Banjarmasin, Bapak Ir. Makhmud, M.S., sembari memberikan sambutan mengenai pentingnya pengamatan OPT dalam usaha tani padi sebagai tindakan preventif baik pada fase vegetatif hingga generatif sehingga akan mengurangi peluang kehilangan hasil panen atau gagal panen yang akan memberikan kerugian bagi petani sebagai pelaku utama penyangga pangan di Kota Banjarmasin, juga sebaiknya menggunakan pestisida nabati atau APH untuk pengendalian OPT yang ramah terhadap lingkungan dan aman bagi petani sehingga bukan tidak mungkin sebagai cikal bakal pertanian organik di Kota Banjarmasin. Dalam kegiatan ini pula Kepala DKP3 Kota Banjarmasin didampingi Camat Banjarmasin, Lurah Mantuil, Perwakilan Lab PTPH Sungai Tabuk juga Koordinator Penyuluh Pertanian (Korluh) BPP Kecamatan Banjarmasin Selatan menyerahkan bantuan APH Metarizep kepada perwakilan anggota poktan Karya Tani setelah melakukan penyemprotan bio insektisida secara simbolis di sawah lokasi kegiatan untuk memulai gerakan pengendalian bersama anggota poktan.

Penggunaan APH Metarizep ini menjadi salah satu solusi permasalahan melambungnya harga pestisida kimia di pasaran dan berdampak pada sangat menurunkan daya beli petani terhadap saprotan pokok pertanian, sehingga dikhawatirkan akan mempengaruhi teknis budidaya yang akan dilakukan petani serta target hasil dan kualitas panen di Musim Tanam (MT) 2022 ini. Metarizep ini juga digunakan oleh DKP3 Kota Banjarmasin untuk menjadi strategi pencegahan dan pengendalian OPT yang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan petani sesuai saran Laboratorium Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (Lab PTPH) Sungai Tabuk yang berada dalam pengawasan Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Kalimantan Selatan.

 

Penulis : Rizky Rahmadhani

(Penyuluh Pertanian di WKBPP Kecamatan Banjarmasin Selatan)

PENGUNJUNG

55439

HARI INI

73870

KEMARIN

50761071

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook