Materi Lokalita
JAWA TENGAH > KABUPATEN KLATEN > KLATEN UTARA

Agen Hayati

Kamis, 12 Mei 2022
Sumber Gambar :

Oleh TRI WAHYUNI  

Organisme pengganggu tumbuhan (OPT) merupakan resiko yang harus dihadapi dan diperhitungkan dalam setiap budidaya tanaman untuk meningkatkan produksi yang sesuai harapan. Resiko ini merupakan konsekuensi dari setiap perubahan ekosistem sebagai akibat serangan OPT telah menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi petani. Berbagai upaya pengendalian telah dilakukan untuk mengendalikan OPT, penerapan inovasi teknologi pengendalian telah banyak dikembangkan dan diterapkan, namun upaya tersebut belum mampu mengatasi luas serangan secara maksimal. Dimana beberapa OPT serangannya masih berada pada taraf tingkat yang tinggi. Adapun dalam pengendalian OPT terfokus dengan cara konvensional yang mengandalkan pestisida kimia. Dimana kebijakan pengendalian yang ditempuh oleh petani tersebut sangat jauh dari kaidah tepat yang direkomendasikan sehingga bukan mustahil kalau akan timbul resistensi dan resugensi OPT sasaran, juga dakpak lain meningkatkan biaya produksi adanya pencemaran lingkungan dan residu hasil produksi. Oleh sebab itu untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengendalian serta untuk membatasi pencemaran lingkungan maka kebijakan pengendalian hama yang ramah lingkungan berdasarkan prinsip pengendalian hama terpadu(PHT).

Jenis Agen Hayati

A. Pedator. Predator adalah organism yang hidup bebas dengan memakan, membunuh atau memangsa binatang lain. Predator sebagai musuh alami hama yang keberadaanya semakin terbatas dikarenakan perilaku manusia yang memanfaatkan lingkungan dengan tidak bijak. hal ini berakibat jumlahnya menjadi berkurang, contoh : burung hantu, ular, laba-laba, kumbang koksinelit, paederus, dll. Keefektifan predator sebagai agens hayati sangat dipengaruhi oleh jumlahnya dilapangan, semakin banyak jumlah predator yang terdapat di lapangan semakin efektif dalam pengendalian OPT.

B. Parasitoid. Parasitoid adalah serangga yang memarasid/hidup dan berkembang dengan menumpang serangga lain. contoh : Tricogramma cukup efektif untuk mengendalian penggerek batang/inser.

C. Patogen Serangga. Patogen serangga adalah mikroorganisme yang menyebabkan infeksi dan menimbulkan penyakit pada serngga hama. Contoh : Biveria Bassina, jenis agens ini sudah akrab dikalangan petani kec Polanharjo, Kab.Klaten untuk mengendalikan hama wereng dan belalang.

D. Agens Antagonis. Agens antagonis adalah mikroorganisme yang mengintervensi aktivitas patogen penyebab penyakit tumbuhan dalam menimbulkan penyakit. contoh : Tricoderma dan glicladio termasuk agens hayati jenis jamur untuk mengatasi penyakit layu tanaman. Corine Bacterium agns kelompok bakteri yang efektif dalam mengendalikan penyakit kresek padi dan penyakit karat pada jagung.

 

Dizaman yang serba modern ini masyarakat mulai sadar betapa penting arti kesehatan. Sehingga dalam mengupayakan sebuah produk pertanian dengan hasil mutu, sehat dan bebas residu kimia yang berbahaya bagi tubuh. Pnegendalian OPT bukan hanya terfokus pada terbunuhnya serangga hama tetapi dituntut juga ramah lingkungan dan hasil aman dikonsumsi. teknologi pegendalian ramah lingkungan akan berhasil diterapkan apabila mulai saat ini dikedepankan spesifik lokalita dan kearifan lokal lebih dimasyarakatkan.

 

                                                                      

 

 

 

 

PENGUNJUNG

3749

HARI INI

62573

KEMARIN

50458974

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook