Materi Lokalita
JAWA BARAT > KABUPATEN TASIKMALAYA > CIGALONTANG

Peluang Usaha Yang Menggiurkan Dengan Budidaya Padi Ketan

Rabu, 11 Mei 2022
Sumber Gambar : Sumber Pribadi

UPTD BPP Cigalontang - Padi ketan yang memiliki nama latin Oryza sativa L. Var. Glutinosa adalah salah satu tanaman pangan yang dibudidayakan oleh petani, dimana dalam beras ketan tersebut memiliki kandungan amilopektin tinggi sehingga tekstur dari beras ketan ini bersifat lebih lengket dan lebih pulen setelah di masak.

Beberapa manfaat yang bisa didapat jika mengkonsumsi beras ketan diantaranya dapat membantu menurunkan berat badan, mencegah terjadinya osteoporosis dimana lebih menjaga terhadap kesehatan tulang. Selain itu, karena kandungan kalsium pada beras ketan cukup tinggi mencapai 2 mg untuk setiap 100 gram nya, maka kelebihan lainnya yaitu bisa meminimalisir terjadinya kerusakan gigi, penyakit pada otak, hingga katarak.

Dengan melihat manfaat dari beras ketan, tentu saja petani yang membudidayakannya harus benar-benar diperhatikan oleh pemerintah dan instansi terkait, karena kenyataan dilapangan tidak semua petani menanam padi ketan. Alasan yang paling sedferhana adalah selain waktu panen yang lebih lama dibandingkan dengan budidaya padi biasa, juga harus melakukan beberapa perlakuan khusus dalam budidayanya.

 

Perbedaan Beras Ketan Dengan Beras Biasa

Mungkin bagi orang yang sudah berkecimpung di dunia pertanian sudah tidak asing lagi mengenai perbedaan dari keduanya, namun bagi orang awam tentu saja cukup sulit membedakan antara beras ketan dengan beras biasa.

Oleh karena itu, dibawah ini ada beberapa perbedaan mendasar antara kedua jenis beras tersebut yang bisa dijadikan sebagai patokan dasar untuk melihat perbedaanya, diantaranya :

  1. Beras ketan

Terkstur yang menjadi ciri khas dari beras ketan adalah lebih lengket dengan aroma yang dihasilkan cukup kuat dan rasanya cukup gurih. Ketika sudah digiling, untuk jenis padi ketan putih warna beras ketika sudah dimasak berwarna putih menyerupai putih susu.

  1. beras biasa

Tekstur dari beras biasa tidak lengket seperti pada padi ketan, dan terlihat berupa butiran-butiran yang saling menyatu satu sama lain. Untuk aroma, umumnya beras biasa tidak memiliki aroma sama sekali, kecuali pada beras tertentu yang memiliki aroma khas seperti pandan wangi. Sedangkan jika sudah dimasak, warna berasnya cenderung bening.

 

Prospek Padi Ketan

Saat ini ketan hanya diburu oleh para pegiat usaha untuk olahan makanan, karena ketan bisa dijadikan sebagai salah satu bahan untuk berbagai jenis olahan sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Sebagai contoh bahan olahan dari ketan adalah leupeut, gemblong, dijadikan bubur, bahan kue, hingga untuk campuran minuman seperti es campur.

Walaupun kegunaan beras ketan sangat dibutuhkan sebagai salah satu bahan olahan makanan, namun kenyataannya saat ini daya minat beli masyarakat terhadap beras ketan tidak terlalu tinggi padahal kandungan yang ada dalam beras ketan cukup tinggi untuk kesehatan, alhasil banyak petani yang mengurungkan niatnya untu membudidayakan padi ketan di lahan sawah sendiri.

Akibat dari kenyataan tersebut, maka pemerintah dengan sengaja melakukan impor beras ketan dari luar negeri hanya untuk memenuhi kekurangan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Jika dilihat dari segi harga jual, justru beras ketan harganya jauh lebih tinggi hampir dua kali lipatnya dari harga beras biasa, tentu saja ini merupakan sebuah peluang untuk dijadikan sebagai sumber usaha utama bagi petani.

Tujuan lainnya adalah dengan semakin sadarnya kelebihan yang dimiliki oleh beras ketan, maka diharapkan mampu mendongkrap eksistensi beras ketan dalam negeri dibandingkan beras ketan impor yang terus didatangkan dari negara lain dimana harga jual beras ketan lebih tinggi dibandingkan dengan beras ketan yang dipanen di dalam negeri.

Saat ini, di Kabupaten Tasikmalaya, terutama di Kecamatan Cigalontang sedang gencarnya menggalakan budidaya padi ketan terutama di beberapa Desa yang sepanjang tahun selalu menanam padi ketan bersamaan dengan padi biasa. Harapan kedepan, budidaya padi ketan di Kecamatan Cigalontang setidaknya bisa memenuhi kebutuhan beras ketan di Kabupaten Tasimalaya dimana Cigalontang dijadikan sebagai sentra padi ketan.

 

Penyusun : UPTD BPP Cigalontang 

PENGUNJUNG

53995

HARI INI

73870

KEMARIN

50759627

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook