Materi Penyuluhan

CARA MENANAM ALPOKAT DI POT UNTUK URBAN FARMING

Selasa, 10 Mei 2022
Sumber Gambar : https://www.kompas.com/homey/read/2021/12/09; https://www.youtube.com/watch?v=tb9GOEnF-Jc; dan bibitbuahku.com.

Masyarakat perkotaan perlu melakukan Urban Farming di lahan kosong untuk, agar pertanian di kota bisa berkembang secara massif, ajakan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Pada kegiatan Ngobras On The Spot di lokasi pembibitan alpokat Cipedak, Jakarta Selatan, Senin  28 Maret 2022, Kepala BPPSDMP menjelaskan, Urban Farming memiliki banyak manfaat bagi kehidupan antara lain, bertambahnya kadar oksigen di tengah kehidupan perkotaan dan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Beliau berharap, salah satunya tanaman alpokat ditanam di lokasi pemukiman atau komplek-komplek, sehingga menghasilkan oksigen dan bahan pangan sendiri serta memperkuat ketahanan pangan.

Pada umumnya di perkotaan tanahnya terbatas atau sempit, tetapi tanaman alpokat atau alpokat bisa ditanam di pot yang tidak perlu lahan yang luas. Berikut cara menanam alpokat di dalam pot.

 

Pembibitan

Membuat bibit alpokat menggunakan media air cukup efektif, karena bisa dikontrol setiap waktu. Bahan-bahan yang diperlukan: tusuk gigi, gelas/wadah menyerupai gelas, air secukupnya, 1 sendok makan gula pasir, spidol/pulpel/pinsil. Caranya: 1) biji alpokat diambil dari buah yang berkualitas bagus dan sudah tua di pohon, jangan sampai terkelupas kulit coklatnya, lalu dijemur selama 3 jam. Biji alpokat bagian besar dan lebih luas merupakan bagian bawah tempat akar tumbuh; 2) Isi gelas dengan air hampir penuh, letakkan biji alpokat dalam gelas berisi air, pastikan bagian bawa biji alpokat terendam setengah bagian, dengan cara empat sisi bagian samping di tengah-tengah ditusuk dengan tusuk gigi sehingga menahan biji hanya terendam setengahnya saja; 3) tuangkan satu sendok gula pasir dalam gelas pembibitan untuk memberikan nutrisi saat proses pembibitan; 4) berikan tanda garis dibagian biji alpokat yang terendam air, untuk tanda saat mengganti airnya; 6) taruh gelas bibit alpokat di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung, untuk proses pertumbuhan menjadi bibit.

 

Pemeliharaan Bibit Alpokat

Bibit alpokat tadi harus dipelihara dengan cara, setiap hari air dalam gelas harus dikontrol untuk memastikan biji alpokat terendam air dan jika air dalam gelas berkurang maka harus ditambah lagi airnya sampai garis tanda. Air dalam gelas harus diganti setiap lima hari sekali.

Biasanya di hari ke-21, biji alpokat akan mulai retak sebagai tanda biji akan menumbuhkan akar dan tunas. Di hari ke-28, akar dan tunas sudah mulai muncul sedikit dan biasanya di hari ke-45 bibit sudah tumbuh sekitar 15 cm. Lalu biji alpokat sudah siap dipindahkan ke pot media tanam.

 

Pot Media Tanam Alpokat

Pada dasarnya tanaman alpokat akan tumbuh subur pada tanah yang gembur, subur, lembab tetapi tidak tergenang air, serta tidak mengandung terlalu banyak bahan organik. Sedangkan pot untuk tanam alpokat berukuran minimal berdiameter 30 cm, karena untuk mendukung pertumbuhan akar selanjutnya. Pot diisi paling bawah pecahan genting untuk memperlancar keluarnya air kelebihan, karena tanaman alpokat tidak bisa tergenang air meskipun harus lembab. Lalu di atas pecahan genting ditaruh media tanam berupa: campuran tanah, arang sekam padi, dan kompos dengan perbandingan 2:1:1. Tanah jangan terlalu basah, pastikan tanah agak kering karena untuk menghambat pertumbuhan jamur pada akar. Pot media tanam siap untuk ditanam bibit alpokat.

 

Penanaman Bibit

Bibit alpokat yang sudah siap ditanam, dipindahkan ke pot media tanam seperti menanam bibit tumbuhan lain. Tunas-tunas baru yang tumbuh dibagian batang bawah harus dipotong, sisakan tunas yang bagian atasnya saja. Hal ini dilakukan agar tanaman alpokat bisa tumbuh secara maksimal tanpa harus membagi nutrisi ke cabang lain.

 

Perawatan Tanaman Alpokat

Tanaman alpokat dalam pot ditaruh di tempat yang kena sinar matahari secara intensif/penuh. Lakukan penyiraman setiap hari pada bibit yang baru ditanam karena bibit tersebut membutuhkan banyak air. Penyiraman tersebut dilakukan setiap pagi atau sore hari dan apabila hujan tidak perlu dilakukan penyiraman.

Perawatan lainnya dengan pemupukan secara teratur sebanyak 4 kali dalam setahun, bisa menggunakan pupuk kandang atau pupuk kimia berupa urea, TSP, dan KCl. Pemupukan dilakukan dengan cara dimasukan dalam media tanam dalam pot.

 

Panen

Alpokat yang ditanam didalam pot bisa mulai berbuah sekitar 2 - 3 tahun dan masa panennya antara 6 - 7 bulan setelah bunga mekar.

 

Selamat Mencoba

 

Penulis: Susilo Astuti H. (Penyuluh Pertanian Pusluhtan)

 

Daftar Pustaka:

  1. Buku Pintar: Budidaya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Redaksi Agro Media, Cetakan Pertama. 2009.
  2. Sakina Rakhma Diah Setiawan. Tips Menanam Alpukat Mentega agar Cepat Berbuah. com. 9 Desember 2021.
  3. Petunjuk Teknis Peningkatan Produksi Buah dan Florikultura. Direktorat Buah dan Florikultura, Ditjen Hortikultura, Kementan.
  4. Manfaatkan Integrated Farming, Kementan Kembangkan Kampung Alpukat di Cianjur. Ditjen Hortikultura, Kementan, 2022.
PENGUNJUNG

52072

HARI INI

73870

KEMARIN

50757704

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook