Materi Penyuluhan

Tumpang Sari Kedelai, Jagung, dan Cabai di Lahan Kering

Senin, 09 Mei 2022
Sumber Gambar : www. google.com

Peningkatan hasil budidaya pertanian dengan cara memperluas lahan budidaya semakin sulit dilakukan, seiring dengan peningkatan populasi penduduk dan perekonomian yang memerlukan area perumahan, perindustrian, perdagangan, dan jasa. Salah satu solusi dalam meningkatkan produksi hasil pertanian tanpa memperluas areal lahan adalah pola tanam tumpang sari.

Sistem tanam tumpangsari atau disebut sistem tanam ganda (multicropping) adalah penanaman dengan dua atau lebih jenis tanaman secara bergilir dengan periode atau waktu tanam bersamaan pada satu areal lahan yang sama. Sistem tanam ganda dibedakan menjadi tiga jenis yaitu pola tanam tumpangsari atau inter cropping, pola tanam bergilir atau sequential cropping dan pola tanam sela.

Saat ini, lahan kering menjadi tumpuan daerah pengembangan pertanian, terlebih luasan lahan sawah semakin menurun. Secara umum, lahan kering meliputi pekarangan, tegalan, kebun, ladang, huma, padang rumput, lahan sementara tidak diusahakan, dan lahan untuk tanaman kayu-kayuan dan perkebunan. Data BPS mencatat potensi luasan lahan kering yang sangat besar, yaitu 63,4 juta ha atau sekitar 33,7% dari total luas Indonesia.

Salah satu pola tanam tumpangsari yang dapat dilakukan di lahan kering adalah penanaman jagung, cabai dan kedelai. Pada praktek tumpangsari tiga tanaman ini memperlihatkan bahwa tidak terlihat gulma yang tumbuh, karena kanopi kedelai dan cabai berhasil menutup permukaan tanah. Hama dan penyakit tanaman juga relatif tidak banyak atau terpantau aman, sehingga dapat meminimalisir penggunaan pestisida kimia. Petani juga tidak perlu melakukan pemupukan untuk tanaman kedelai karena pupuk sudah didapatkan dari pemupukan jagung dan cabai.

Cara Budidaya

Pada dasarnya, menanam tiga komoditas di dalam satu lahan memerlukan jeda tanam antara satu komoditas dan komoditas berikutnya. Berikut adalah langkah-langkah budidayanya:

  1. Penyiapan Lahan

Penyiapan lahan dilakukan beberapa hari sebelum penanaman, meliputi pembersihan lahan, pembuatan guludan, dan menyiapkan bedengan untuk pembibitan tanaman cabai secara terpisah.

 

Pola tanam tumpangsari jagung (X), kedelai (X) dan cabai (O). Pembuatan guludan diatur sedemikian rupa memudahkan penanaman dan pemanenan. Salah satu jarak tanam yang bisa digunakan adalah jarak tanam baris 50-70 cm, jarak antar kolom 80 cm, dan jarak antar bedeng 100 cm.

  1. Penanaman Jagung
    1. Jagung ditanam pertama. Varietas jagung dipilih jenis hibrida tipe tegak, seperti Bima-2, Bima-4, Pioner-21, Bisi-16, dan lain-lain.
    2. Tanaman jagung ditanam 1 biji per lubang, ditutup dengan pupuk organik 1 genggam.
    3. Pemberian pupuk 2 kali: (1) umur 7-10 hari setelah tanam (hst), 100 kg urea + 300 kg Phonska/pupuk majemuk lain per hektar, dan (2) umur 35-45 hst, 20 kg Urea + 100 kg Phonska/pupuk majemuk lain per hektar. Pupuk dimasukkan dalam lubang, sekitar 10 cm disamping tanaman dan ditutup dengan tanah.
    4. Jagung dipanen saat umur 2,5-3 bulan. Panen dilakukan apabila kelobot sudah kering dan terlihat lapisan hitam pada pangkal biji (black layer).

 

  1. Penanaman Cabai
    1. Saat tanaman jagung berumur 20 hari, benih cabai yang sudah tumbuh malai ditanam di lubang pada mulsa yang telah disiapkan.
    2. Pemupukan dilakukan 7 kali sampai panen. Pemupukan pertama saat umur satu bulan setelah benih cabai ditanam, kemudian 2 minggu sekali, selanjutnya saat umur cabai rawit 2 bulan dan 2,5 bulan setelah tanam.
    3. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang dengan sosis 10-15 ton per hektar. Pupuk diberikan secara menyebar.
    4. Cabai mulai dapat dipanen pada umur 90-100 hari setelah tanam, dilakukan setiap 15 hari. Apabila dirawat dengan baik, cabai dapat dipanen selama 7 tahun.

 

  1. Penanaman Kedelai
    1. Saat tanaman jagung berumur 2,5-3 bulan dan selesai dipanen, tanaman kedelai mulai ditanam di samping tanaman cabai.
    2. Varietas kedelai digunkaan yang toleran naungan, seperti Dena-1, dan Dena-2. Jumlah benih yang dibutuhkan 15-20 kg per hektar.
    3. Benih dicampur dengan inokulan Rhizobiumsp (nodulin, rhizogin dll) dengan dosis 5 kg benih per 10 g (1 saset). Caranya: benih dibasahi kemudian ditiriskan, inokulan ditaburkan dan diaduk merata hingga merekat, kemudian segera ditanam. Benih yang telah dicampur dengan inokulan lindungi dari terkena cahaya matahari.
    4. Kedelai dipanen sebelum polong pecah, yaitu saat polong berwarna coklat. Biomas tanaman dapat dijadikan kompos.

 

 Pustaka

  1. com. @021. Tumpang Sari Kedelai, Jagung, dan Cabai di Lahan Kering. https://www.pertanianku.com/tumpang-sari-kedelai-jagung-dan-cabai-di-lahan-kering/
  2. 2020. Pemilihan Tanaman Tumpang Sari Sayuran. https://jogjabenih.jogjaprov.go.id/read/6164e08c3557d9997b7676242fb23c39e3b65d5db9b95c4028394279e6c329673181

Penulis : Ricky Feryadi, SP.MP

PENGUNJUNG

2473

HARI INI

62573

KEMARIN

50457698

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook