Diseminasi Teknologi

PENGENDALIAN GETAH KUNING TANAMAN MANGGIS

Kamis, 28 Apr 2022
Sumber Gambar : Balai Penelitian Tanaman Buah, Kementerian Pertanian

Manggis (Garcinia mangostana) merupakah salah satu komoditas buah primadona yang menjadi andalan ekspor yang penting dalam ekspor komoditas pertanian di Indonesia. Manggis sangat baik dikonsumsi karena  banyak manfaat bagi sumber nutrisi dan menunjang kesehatan manusia, dimanfaatkan untuk industri makanan, dan bahan baku kosmetik.

Buah manggis memiliki kandungan antioksidan yang kompleks dengan kadar yang sangat tinggi, disamping juga mengandung mikronutrien seperti vitamin C dan mineral.  Daging buah manggis kaya akan kandungan vitamin C dan serat selain karbohidrat, lemak dan protein.

Standar mutu yang diberlakukan pada komoditas buah manggis yang akan diekspor meliputi buah manggis yang seragam dengan kelopak masih hijau dan segar, buah tidak rusak, bersih, bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), dan tidak terdapat getah kuning pada kulit dan daging buah manggis. Salah satu permasalahan utama dari komoditas manggis adalah rendahnya kualitas buah akibat getah kuning pada kulit dan daging buah.

Kerugian yang ditimbulkan oleh getah kuning cukup besar karena buah yang bergetah kuning tidak layak dikonsumsi, dan tidak dapat diolah untuk industri makanan.   Cemaran getah kuning merupakan salah satu masalah yang menghambat pemasaran buah manggis di Indonesia, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.   Getah kuning yang mencemari aril (daging buah) menyebabkan warna aril berubah menjadi kekuningan dan rasanya pahit.  Buah manggis yang bergetah kuning tidak memenuhi standar mutu, baik untuk pasar domestik maupun internasional.  

Gejala Penyakit Getah Kuning Daging buah manggis tercemar getah berwarna kuning, lengket ke kulit, dan rasanya pahit. Getah kuning dapat terjadi pada buah muda maupun buah masak dan hanya dapat diketahui gejalanya jika buah sudah dibuka. Penyebab Penyakit Getah Kuning Getah kuning, juga sering disebut gamboge (gummosis), kasus getah kuning cukup tersebar luas di Indonesia dan menjadi salah satu penghambat kelancaran ekspor buah manggis Indonesia. Awalnya penyebab penyakit getah kuning ini belum diketahui dengan pasti, apakah disebabkan oleh faktor biotik atau abiotik.

Penyebab penyakit getah kuning disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu : 1. Faktor pada saat budidaya (pada tanaman manggis), yaitu : a. Stabilitas osmotik air; b. Keseimbangan osmotik; c. Terpapar matahari; d. Benturan fisik; dan e. OPT. 2. Faktor pada saat panen (yaitu benturan fisik serta perubahan suhu dan kelembaban) serta pasca panen (yaitu faktor OPT). 3. Faktor lingkungan, yaitu : a. Curah hujan; b. pH (keasaman tanah); c. Kelembaban tanah; d. Kelembaban udara; e. Angin; f. Suhu udara; dan g. Sinar matahari

 

Cara Pengendalian Getah Kuning

 

Cara Kultur Teknis

  1. Membiarkan rerumputan disekitar tanaman manggis pada saat buah - buah masih muda (pentil) merupakan tindakan sederhana yang dapat mencegah infeksi getah kuning.  Serangga yang membawa patogen getah kuning (dengan cara menusuk buah) diduga tidak hinggap diatas tanah, tetapi hinggap pada rerumputan di sekitar tanaman manggis.
  2. Pemeliharaan tanaman yang baik, antara lain melakukan pemangkasan cabang dan ranting yang mati/kering, pengaturan pengairan, dan perbaikan drainase kebun manggis.
  3. Penanganan panen dan pascapanen dengan hati-hati agar tidak terjadi benturan pada buah. Ketika melakukan pengepakan, buah manggis harus diletakkan secara hati-hati. Penanganan yang baik dalam proses ini dapat membantu mengurangi resiko pecahnya pembuluh getah kuning, sehingga kemungkinan terjadi gangguan fisiologis translucent flesh pun berkurang.
  4. Penggunakan varietas manggis yang bebas dari kerusakan oleh getah kuning. Varietas Ratu Tembilahan merupakan salah satu varietas manggis unggul yang telah dilepas. Manggis Ratu Tembilahan dapat dimanfaatkan untuk konsumsi segar juga untuk olahan, karena tekstur daging buah yang padat dan kadar air lebih rendah dari manggis pada umumnya. Karakter ini menyebabkan bentuk daging buah tidak mudah berubah dalam pengolahan khususnya olahan kering. Penggunaan varietas ini dapat meningkatkan persentase buah yang dapat dimanfaatkan dari 60% sampai 100% karena daging buah tidak bergetah kuning.
  5. Defisiensi kalsium dapat meningkatkan cemaran getah kuning pada buah manggis. Aplikasi kalsium telah dilakukan untuk mencegah cemaran getah kuning. Hasilnya terjadi peningkatan kandungan kalsium pada eksokarp sehingga cemaran getah kuning pada kulit buah berkurang, tetapi cemaran getah kuning pada bagian aril (bagian buah manggis yang bisa dimakan) masih tinggi.  Aplikasi kaptan dengan dosis 6 ton Ca ha-1 atau dolomit dengan dosis 2 ton Ca ha-1 efektif mencegah cemaran getah kuning pada aril dan kulit buah.

 

Cara Fisik Mekanik

  1. Perlakuan irigasi tetes pada pertanaman manggis dapat meningkatkan secara nyata persentase buah manggis yang kulit luar dan dagingnya tidak bergetah kuning. Buah manggis yang dagingnya tidak bergetah kuning pada perlakuan irigasi tetes 83,70%, sedangkan pada kontrol (tanpa perlakuan) hanya 36,30%.
  2. Pemberian antitranspiran Chitosan pada pertanaman manggis juga dapat menurunkan secara nyata buah manggis yang daging dan kulit luarnya tidak terkena getah kuning. Buah manggis yang dagingnya tidak terkena getah kuning pada konsentrasi Chitosan 0,15% dan 0,30% masing - masing 60,00% dan 64,44%, sedangkan pada kontrol hanya 55,56%.
  3. Perlakuan irigasi tetes, antitranspiran Chitosan dan gipsum menurunkan jumlah ekskresi getah kuning di dalam ruang interseluler kulit buah manggis.

 

Cara Kimiawi

  1. Aplikasi Ca (Kalsium) menjelang pembentukkan buah dan menyemprotkan B (Boron) langsung ke buah manggis langsung.
  2. Kalsium dolomit lebih efektif dalam mencegah cemaran getah kuning pada aril dan kulit buah manggis. Dosis kalsium 2 dan 6 ton Ca ha-1 dapat mencegah terjadinya cemaran getah kuning pada aril dan kulit buah manggis, sehingga meningkatkan kualitas buah. Sumber kalsium kaptan dengan dosis 6 ton Ca ha-1 efektif mengendalikan cemaran getah kuning pada aril buah manggis, sedangkan dolomit dengan dosis 2 ton Ca ha-1 efektif mengendalikan cemaran getah kuning pada aril dan kulit buah.

 

Sumber :  Direktorat Perlindungan Hortikultura, Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian

 

Penulis : Ely Novrianty  (Penyuluh BPTP Lampung)

 

 

 

PENGUNJUNG

55510

HARI INI

73870

KEMARIN

50761142

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook