Gerbang Nasional

KEMENTERIAN PERTANIAN SUPPORT PETANI HIDROPONIK GENERIK

Rabu, 27 Apr 2022
Sumber Gambar : viva.co.id

[Jakarta] Seiring berkembangnya teknologi dan perekonomian di perkotaan, membuat kawasan perkotaan semakin berkembang pesat dan membutuhkan lahan untuk berbagai kegunaan. Hal tersebut menyebabkan terjadinya keterbatasan lahan yang ada di perkotaan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo atau yang akrab disapa SYL mengungkapkan dalam beberapa kesempatan bahwa keterbatasan lahan merupakan tantangan yang besar bagi penduduk Indonesia.

“Salah satu tantangan kita adalah keterbatasan lahan dan kawasan rumah yang makin bertambah banyak. Meskipun demikian, kita tidak boleh tinggal diam,” ungkap SYL.

SYL mengungkapkan bahwa hidroponik merupakan solusi dari permasalahan tersebut. Hidroponik merupakan salah satu metode dalam budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan hara nutrisi bagi tanaman.

Sejalan dengan hal tersebut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi dalam agenda kegiatan Ngobras On The Spot (OTS) volume 19, bertemakan Hidroponik Generik Duitnya Asik, yang dilaksanakan di kecamatan. Pesanggrahan, Jakarta Selatan Selasa (26/04/2022), secara virtual.

Dedi mengungkapkan bahwa “Hidroponik itu adalah salah satu metode untuk budidaya tanaman yang medianya merupakan larutan. Nanti unsur hara diberikan dalam larutan tersebut yang berfungsi sebagai makanan tanaman,”
Selanjutnya, Dedi mengungkapkan bahwa peran pemerintah dalam penanaman hidroponik adalah melalui edukasi dengan menunjukan bahwa penanaman hidroponik itu mudah. Setelah itu, perlu juga diadakan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh penyuluh dan disupport oleh Dinas Provinsi maupun Kabupaten/Kota. 

Hadir dalam agenda Ngobras On The Spot, perwakilan dari Suku Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan, Nila Sartika.

Beliau mengungkapkan bahwa Suku Dinas KPKP Kota Jakarta Selatan mensupport kegiatan urban farming di Jakarta Selatan.

“Salah satu bentuk support tersebut adalah dengan melakukan pelatihan dalam mengolah dan packing sayuran oleh Penyuluh, serta mengadakan lomba menanam sayuran di botol bekas”.ujar Nila Sartika

Mendampingi acara Ngobras OTS, Penyuluh Pertanian dari Kecamatan Pesanggrahan, Agit Ginanjar menjelaskan bahwa ada beberapa kendala dari penanaman hidroponik tersebut.

“Salah satu kendala dalam penanaman hidroponik adalah mindset petani bahwa hidroponik itu mahal dan barang yang digunakan untuk budidaya sulit untuk dicari”.jelas Agit Ginanjar.

Narasumber Ngobras OTS Latifah, Ketua P4S Hidroponik Generik Pesanggrahan mengungkapkan bahwa untuk meyakinkan masyarakat dalam berbudidaya hidroponik bisa dengan cara melakukan praktik secara mandiri.  

“Saat hasil sudah terlihatbagus oleh warga, produk tersebut dibagikan secara langsung kepada warga sekaligus mengajak warga tersebut untuk menanam dan mengedukasikan cara pembibitannya”.ungkap latifah

Hal tersebut direspon baik oleh Kepala BPPSDMP, beliau menghimbau penyuluh agar dapat meyakinkan pada warga bahwa berbudidaya secara hidroponik itu menjanjikan.

“Hidroponik generik salah satu metode membangun urban farming yang memiliki peluang di tengah kepadatan ibu kota.” pungkas Dedi. [ADH].

PENGUNJUNG

53031

HARI INI

73870

KEMARIN

50758663

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook