Gerbang Nasional

SAPIKU, REJEKIKU

Rabu, 20 Apr 2022
Sumber Gambar : Muhammad Husni Thamrin

[ JAKARTA ] Sektor pertanian merupakan sektor yang terus bertahan dan bertumbuh positif ditengah pandemi covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia.

Tantangan akan selalu ada dalam setiap usaha yang dijalankan tidak terkecuali dalam bidang peternakan. Saat ini adalah momentum yang tepat untuk menggerakkan seluruh potensi yang ada, untuk pembangunan peternakan nasional menjadi lebih efektif dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan  data per 02 Maret 2022 hasil pendataan dan verifikasi secara faktual data ketersediaan daging sapi/kerbau bulan Maret hingga Mei 2022 sebanyak 234.091,2 ton, sedangkan kebutuhan sebanyak 202.937,8 ton, sehingga masih ada surplus sebanyak 31.153,4 ton.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan, pertanian tidak lagi berfokus untuk menjadi produsen pangan. Namun juga dapat menjadi sumber mata pencaharian yang menguntungkan bagi tenaga kerja sektor pertanian. 

“Pertanian harus menjadi bisnis. Pertanian itu harus sustainable dan menarik. Pertanian tidak hanya memenuhi kebutuhan sendiri tetapi harus bisa menghasilkan uang.” Ujar Dedi.

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Bustanul Arifin Caya pada arahannya dalam agenda kegiatan Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 18 yang bertemakan Sapiku Rejekiku, Selasa (19/04/2022) di AOR BPPSDMP,Jakarta.

Pada arahnya Kapusluh mengatakan bahwa dalam kondisi pandemi covid-19, hanya sektor pertanian yang memberikan kontribusi yang positif.

“Diharapkan sektor peternakan dapat terus meningkatkan produksinya, sehingga menggurangi ketergantungan impor”. ujar Bustanul.

Narasumber Ngobras, Muhammad Husni thamrin yang merupakan duta petani milenial kabupaten tanah laut, Kalimantan Selatan memaparkan bagaimana ia memulai usaha di bidang peternakan.

“Diperlukan tahapan-tahapan dalam memulai usaha dibidang peternakan”, jelas Muhammad Husni.

Selanjutnya Muhammad Husni menjelaskan tahapan-tahapan memulai usaha diantaranya pertama tahap persiapan yaitu analisis kelayakan usaha ,persiapan lahan,  infrastruktur, Yang kedua tahap operasional yaitu Pemeliharaan sapi, Pengembangan SDM, Penguatan Kelembagaan, ketiga tahap monitoring yaitu Monitoring  dan Evaluasi dan terakhir tahap keempat pengembangan usaha, yaitu skala Ekonomi,ekspansi Pasar dan diversifikasi.

Sedangkan biaya produksi yang harus dikeluarkan diantaranya biaya pakan, kesehatan, operasional dan biaya pastura yaitu semua biaya pemeliharaan.

“Tantangan selalu ada di setiap usaha bisnis, mulai aja dulu”. tutup Muhammad Husni Thamrin. hvy

PENGUNJUNG

54469

HARI INI

73870

KEMARIN

50760101

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook