Gerbang Nasional

BISNIS ALPUKAT MEMANG MEMIKAT

Selasa, 29 Mar 2022
Sumber Gambar : Pusat Penyuluhan Pertanian

[ JAKARTA ] Urban farming merupakan pemanfaatan ruang terbuka menjadi lahan hijau untuk menghasilkan produk pertanian. Konsep pertanian di perkotaan ini bisa membantu masyarakat menghasilkan bahan pangan sendiri serta memperkuat ketahanan pangan suatu kawasan dan memiliki multiplier effect on economy. Tempat untuk menerapkan metode tersebut misalnya di pot, pekarangan rumah, balkon hingga atap rumah, lahan di area pemukiman atau area perkantoran. Urban farming saat ini sangat potensial di tengah pandemi.

Urban farming juga memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Salah satunya adalah dengan menambahnya kadar oksigen di tengah hiruk pikuk kehidupan di perkotaan.

Sementara itu Kepala Badan PPSDMP, Dedi Nursyamsi pada kegiatan Ngobras On The Spot pada hari Senin (28/03/2022) dengan tema bisnis alpukat memang memikat yang dilaksanakan di lokasi pembibitan alpukat cipedak, Jakarta Selatan. Dedi menyatakan bahwa pertanian itu bisa menghasilkan oksigen. Oksigen itu kebutuhan manusia nomer satu, oleh karena itu pertanian itu memberikan kebutuhan semua makhluk hidup secara gratis.

“Pertanian itu memberikan oksigen kepada seluruh umat, di daerah perkotaan itu sesungguhnya yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Selama masih ada kehidupan selama itu pula pertanian harus ada.”ungkapnya.

Lebih lanjut Dedi mengatakan bahwa Pembibitan alpukat ini berpeluang dan nanti disebar ke pemukiman dan komplek-komplek, sehingga akan menghasilkan oksigen dari tanaman alpukat, menghasilkan alpukat sebagai pangan dan menambah nilai estetika. 

Pada agenda Ngobras On The Spot hadir Nila Kartina perwakilan dari Suku Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan, Jakarta Selatan. Nila menjelaskan bahwa urban farming salah satu kegiatan strategi daerah yang memang didukung oleh Gubernur, bahwa kegiatan urban farming untuk meningkatkan visi masyarakat serta memenuhi kebutuhan pangan masyarakat itu sendiri.

“Ada beberapa kegiatan yang mendukung salah satunya adanya pelatihan, memberikan pengukuhan kelompok, memberikan penilaian kelas kelompok sehingga ada kenaikan kelas kelompok”. jelas Nila Kartina.

Narasumber selanjutnya Sry Endang, Penyuluh Pertanian di Kecamatan Jagakarsa menjelaskan urban farming yang dilakukan di lahan sempit salah satunya adalah pembibitan alpukat di pot.

“Tantangan mengenalkan budaya alpukat adalah menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang budidaya alpukat namun timbul pertanyaan terkait tempat penanaman. Bisa menggunakan pot, jad tidak ada alasan tidak memiliki lahan” jelas Sry.

Sementara itu Duta Petani Milenial Ahmad Farizal, yang melakukan budidaya pembibitan alpukat cipedak mengungkapkan bahwa sejak tahun 2020 dari lahan yang sempit ini bisa menghasilkan 30.000 bibit dan sudah tersebar ke beberapa wilayah di Indonesia, yaitu Karawang, Padang, Tanah Laut dan Singkawang.

“Bibit alpukat yang dibudidayakan telah tersertifikasi artinya kualitas terjamin”, ungkap Farizal.

Budidaya buah alpukat memiliki peluang yang menjanjikan. Tanaman alpukat bisa hidup dan tumbuh dengan baik di dataran tinggi atau rendah. Urban farming menjadi trend an kegiatan baru yang digemari banyak orang terutama di daerah perkotaan. hvy.

PENGUNJUNG

2490

HARI INI

62573

KEMARIN

50457715

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook