Gerbang Nasional

PROSPEK TANAM KEDELAI

Jum'at, 11 Mar 2022
Sumber Gambar : sulbar.litbang.pertanian.go.id

[ JAKARTA ] Pemenuhan kedelai secara mandiri diperlukan mengingat kebutuhan kedelai sebagai bahan baku untuk produksi tempe dan tahu setiap tahunnya semakin bertambah.

Peningkatan produksi kedelai diakui memang tidak mudah untuk dilakukan, mengingat kedelai masih diposisikan sebagai tanaman penyelang atau selingan bagi tanaman utama seperti padi, jagung, tebu, tembakau, dan bawang merah.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahril Yasin Limpo (SYL) mengakui bahwa pengembangan produksi kedelai oleh petani lokal sulit dilakukan untuk mencapai swasembada kedelai.  Hal ini mengingat komoditas tersebut tidak memiliki kepastian pasar dibandingkan komoditas pangan lainnya.


Agenda Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP) volume 09 bertemakan Prospek Tanam Kedelai yang dilaksanakan Jumat (11/03/2022) di AOR BPPSDMP. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi pada arahan MSPP mengatakan Disversifikasi pangan lokal sangat dibutuhkan untuk tingkatkan eksistensi produksi dengan buat organik.

“Harga kedelai bagus, ayo tanam kedelai segera” ujar Dedi memberi semangat para petani kedelai.

Lebih lanjut Dedi mengatakan Kementan terus mendorong produksi kedelai dengan menggurangi impor tanaman kedelai.

Narasumber MSPP, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan akselarasi tanaman kedelai untuk petani yang extising perbenihannya terus ditingkatkan.

“Diperlukan pengenalan daerah baru yang dulu pernah ikut program tanam tumpang sari, metuk dengan tanam jagung dan tanam kedelai”.jelas Suwandi.

Hugo Siswaya yang merupakan Sekjen Gakoptindo mengatakan stock kedele berada pada petani, kelompok tani, pengepul / bandar, namun harga kedele lokal sangat bergantung pada perkembangan harga kedele import.

“Gakoptindo siap menjadi offteker atau pembeli kedelai hasil produksi petani”. jelas Hugo Siswaya.

Lebih lanjut Hugo Siswaya mengatakan saat ini posisi gakoptindo dan primkopti pada saat ini berada pada level dan penyalur kecil, sangat tidak mungkin mampu mempengaruhi harga kedele

Narasumber selanjutnya Niken, mewakili Kementerian Perdagangan menjelaskan kenaikan harga kedelai dikarenakan adanya inflansi.

“kenaikan harga kedelai dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan produksi lokal”. jelas Niken.

Niken menjelaskan faktor yang mempengaruhi perhitungan harga kedelai ditingkat pengecer diantaranya harga kedelai internasional, harga di tingkat importir dan harga ditingkat pengrajin. hvy

PENGUNJUNG

2535

HARI INI

62573

KEMARIN

50457760

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook