Gerbang Nasional

PROGRAM DAN KEBIJAKAN BADAN KARANTINA PERTANIAN TAHUN 2022

Jum'at, 04 Mar 2022
Sumber Gambar :

[ JAKARTA ] Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian pada tahun 2022 fokus terhadap program Penguatan tindakan karantina dalam mendukung program Kementerian Pertanian Gratieks, Penguatan wilayah perbatasan, Penguatan pengawasan dan penindakan, Penguatan teknologi Informasi dan Penguatan Sumberdaya Manusia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Penghembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi memastikan bahwa Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) akan mengoptimalkan peran Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) di seluruh Indonesia mendukung GratiEks.

"Hal itu sejalan dengan instruksi dan arahan Mentan Syahrul, untuk menjadikan KostraTani sebagai pusat koordinasi dan kolaborasi pembangunan pertanian," ujar Dedi Nursyamsi.

Menurut Dedi Nursyamsi, salah satu upaya BPPSDMP mendukung kebijakan Mentan adalah mengembangkan 2,5 juta petani milenial di seluruh Indonesia. "Mereka tergolong unggul, rata-rata berusia di bawah 40 tahun sebagai tumpuan masa depan pertanian Indonesia," ungkap Dedi Nursyamsi.

Sementara itu Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Bustanul Arifin Caya pada agenda Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 08, Jumat (04/03/2022) secara virtual di AOR BPPSDSMP dengan tema Program dan Kebijakan Badan Karantina Pertanian tahun 2022, pada arahannya Bustanul Arifin Caya mengatakan Badan Karantina Pertanian (Barantan) memiliki peran yang strategis di Kementerian Pertanian dalam menjaga ketahanan pangan dan keamanan pangan.

“Selain itu peran Barantan adalah mendukung ekspor. Barantan memiliki program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) melalui fasilitasi perdagangan dan peningkatan akses pasar’. jelas Bustanul.

Narasumber MSPP, Wisnu Wasisa Putra , Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani mengatakan Kekayaan Sumber Daya Alam Hayati Indonesia perlu dimanfaatkan secara lestari untuk meningkatkan taraf hidup dan kemakmuran kehidupan masyarakat. SDA Hayati perlu dijaga dan dilindungi kelestariannya.

“Tugas pokok dan fungsi Badan Karantina Pertanian (Barantan) meliputi Pencegahan masuk, keluar dan tersebarnya HPHK & OPTK, Pengawasan dan Pengendalian PRG, SDG, Agensia Hayati, Jenis Asing Invasif, Tumbuhan dan Satwa Liar, Tumbuhan dan Satwa Langka,Pengawasan dan Pengendalian Keamanan pangan dan mutu pangan. Keamanan pakan dan mutu pakan, Dimanfaatkan untuk Akselerasi Ekspor dan dijadikan hambatan teknis Impor”.jelas Wisnu Wasisa Putra.

Narasumber lainnya AM Adnan, Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati mengatakan dukungan Barantan terhadap Kegiatan Food Estate TA 2022 dan Pertanian Organik Mendukung G-20 Indonesia meliputi Sertifikasi Karantina (Impor, Ekspor, Antar Area), Pemantauan daerah sebar HPHK/OPTK, Bimtek/ pendampingan/ sosialisasi dalam rangka pemenuhan persyaratan ekspor dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Keterlibatan penyuluh dalam mendukung program Barantan adalah dengan menyampaikan informasi persyaratan negara tujuan ekspor kepada Petani/Kelompok tani, melakukan pendampingan produksi sesuai standar ekspor, penghubung petani/ kelompok tani dengan pihak terkait dalam rangka mendorong ekspor komoditas di wilayah binaannya”.jelas AM Adnan.

Lebih lanjut AM Adnan mengatakan Contoh persyaratan ekspor negara tujuan berasal dari sumber (farm) yang baik, bebas penyakit dan residu, Produk dihasilkan dari rangkaian proses yang baik mulai dari farm sampai pengiriman (melakukan cara bertani/beternak yang baik (good agricultural practices/good farming practices - good manufacturing practices),  produk yang akan diekspor dapat tertelusur. hvy

PENGUNJUNG

52113

HARI INI

73870

KEMARIN

50757745

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook