Gerbang Nasional

SMART FARMING, INOVASI PERTANIAN MASA KINI

Selasa, 08 Feb 2022
Sumber Gambar : republika.co.id

[ JAKARTA ] Smart farming adalah sistem pertanian berbasis teknologi yang dapat membantu petani meningkatkan hasil panen secara kuantitas dan kualitas sehingga menjadi kunci agar sektor pertanian terus eksis di tengah dampak perubahan iklim dan pandemi covid 19. 

Saat ini menghadapi tantangan perubahan iklim bukan dengan cara-cara klasik, tapi harus dengan smart farming karena perkembangan ke depannya yang membuat lahan semakin sempit, jumlah penduduk senakin besar dan lainnya mengharuskan penggunakan teknologi yang smart. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi pada agenda Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras) volume 06 yang dilaksanakan Selasa (08/02/2022) secara virtual di AOR BPPSDMP, dengan tema Smart Farming, Inovasi Pertanian Masa Kini. Dalam arahannya beliau mengatakan dengan adanya pertanian modern yaitu teknologi Smart Farming tujuan pembangunan pertanian akan tercapai.

“Tujuan pembangunan pertanian yaitu mendongrak produktivitas, kualitas dan efisiensi pertanian” ujar Dedi.

Selanjutnya Dedi mengatakan bahwa yang mendongkrak produktivitas adalah insan pertanian yaitu penyuluh pertanian dan juga stakeholder pertanian.

Sementara itu narasumber Ngobras, Deni Nurhadiansyah yang merupakan petani milenial kecamatan compreng kabupaten Subang mengatakan bahwa Smart Farming yang dikembangkan diantaranya pengendalian hayati untuk penyemprotan hama, menggunakan pola tanam dalam musim tanam dengan waktu tanam 2 (dua) minggu dengan untuk 50 ha dari jumlah lahan 700 ha, penyemprotan menggunakan drone dengan waktu 15 menit untuk 1 ha dan penggunaan combine harvester.

“Kedepannya akan ada data kesuburan lahan lengkap, sehingga rekomendasi pemupukan untuk tanaman berdasarkan data yang ada” jelas Deni.

Samsudin, Kepala Desa Kiarasari, Kecamatan Compreng yang hadir secara virtual mengatakan bahwa saat ini 95% masyarakatnya mempunyai mata pencarian bertani, sehingga untuk biaya implementasi teknologi patungan antar warga.

“Untuk mewujudkan kampung inovasi serta adaptasi teknologi diperlukan dukungan dari dinas pertanian dan juga stakeholder bidang pertanian”.ujar Samsudin. hvy

PENGUNJUNG

3003

HARI INI

62573

KEMARIN

50458228

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook