Materi Lokalita
SULAWESI SELATAN > KABUPATEN BANTAENG > EREMERASA

Budidaya Cabe Merah Keriting

Senin, 17 Jan 2022
Sumber Gambar : dokumentasi BPP Eremerasa

BUDIDAYA CABE KERITING (Capsicum annum L) 

Oleh A l w i, S. Pt *)

Budidaya cabai merah keriting perlu dikenali agar memberikan hasil yang baik. Berbagai faktor yang jadi penentu tingkat keberhasilan dalam budi daya cabe keriting diantaranya cuaca yang tidak menentu dan juga serangan hama/penyakit bisa membuat hasil tidak maksimal. Apalagi, harganya kadang naik turun dan biaya produksinya terkadang juga tinggi, membuat petani harus benar-benar mengenal agribisnis dari tanaman cabe merah keriting.

Cara menanam cabai merah keriting yang benar dilakukan dari pemilihan bibit unggul, pengolahan lahan, penyiangan, pemeliharaan hingga panen. Memilih bibit yang berkualitas, penyemaian yang tepat, persiapan lahan, proses penanaman, hingga perawatan dan panen perlu dilakukan dengan baik dan benar.

Berikut cara menanam cabai merah keriting yang benar

Pilih Bibit yang Berkualitas

Cara menanam cabai merah keriting yang benar pertama adalah dengan memilih bibit yang berkualitas unggul, yang di ikuti dengan pembuatan bedengan untuk semai ataukah pembuatan media semai dengan system sosis.

Pemilihan bibit cabai merah keriting harus disesuaikan dengan wilayah setempat. Pilihlah juga bibit cabai yang berkualitas tinggi dan toleran terhadap serangan hama penyakit agar hasil panen maksimal. Hal ini akan mempermudah dalam proses penanaman, dan juga petani bisa berkonsultasi pada ahlinya untuk mendapatkan jenis bibit cabai yang sesuai dengan kondisi tempat tinggal dan keinginan, bisa difasilitasi oleh penyuluh pertanian setempat.

Proses Penyemaian Bibit

Setelah memilih bibit yang berkualitas, cara menanam cabai merah keriting yang benar selanjutnya adalah proses penyemaian. Setelah mendapatkan bibit, kemudian rendamlah minimal selama 15 menit pada air hangat yang telah dicampur dengan ZPT. Lalu siapkan media tanam seperti polybag atau pot.

Penyemaian melalui polybag akan mengurangi stress pada saat pindah tanam dibandingkan dengan penyemaian langsung melalui tanah dengan system cabutan nanti pada saat mau dipindahkan ke lahan nantinya.

Gunakan tanah yang sudah diberi campuran arang sekam dan kompos dengan perbandingan 2:1:1. Selain itu juga bisa hanya menggunakan tanah dan kompos saja dengan perbandingan 1:1. Usahakan untuk memberi pelindung hama, serangga, cahaya matahari, dan air untuk sementara waktu.

Proses penyemaian dimulai dengan memasukkan biji cabai merah keriting yang telah direndam ke dalam media tanam. Masukkan dengan kedalaman 0.5 cm. Lalu tutup lubang yang sudah diberi bibit menggunakan sekam bakar. Siram setiap pagi dan sore hari dengan air agar kelembapan tanah tetap terjaga lalu tutup dengan dedaunan. Setelah 4-5 hari penutup mulai di buka karena bibit sudah mulai berkecambah.

Olah Lahan dan Pemindahan Bibit

Pengolahan lahan dimulai dengan membajak lahan, membuat bedengan dan pemberian pupuk organic yang dilanjutkan dengan pemberian pupuk dasar berupa campuran pupuk Urea, Za, TSP dan NPK serta kapur dolomit bila dibutuhkan.

Buat  bedengan setinggi 30-40 cm dan lebarnya 1 m. Pastikan jarak setiap bedengannya sudah 50 cm dengan panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan. Tutup juga bedengan dengan mulsa plastik perak hitam.

Bibit bisa dipindah ketika memasuki usia 19 sampai 30 hari. Pada usia ini, tanaman cabai biasanya sudah memiliki 4-5 helai daun. Jangan lupa untuk tetap rutin membersihkan gulma yang akan memengaruhi pertumbuhan tanaman. Siram juga secara rutin dan jangan sampai airnya menggenang.

Pemupukan

Pemupukan pada tanaman cabe dimulai saat tanaman mulai pulih dari stress saat pindah tanam (biasanya 10 HST).  Pemupukan dapat dilakukan setiap 10 hari sekali dengan menggunakan pupuk NPK + Za yang telah dilarutkan dalam air ataukah pupuk padat secara langsung.

Pemberian pupuk cair dapat dilakukan melalui penyemprotan daun setiap 1 minggu sekali dengan dosis 10-15 CC/tangki. Pemberian pupuk susulan saat memasuki fase generative (25 HST) dapat dilakukan dengan pemberian pupuk NPK + KCL plus + Unsur kalsium dan boron. Hentikan penggunaan pupuk yang mengandung unsur Nitrogen saat memasuki fase generative.

Perawatan

Cara menanam cabai merah keriting yang benar selanjutnya adalah memperhatikan perawatannya. Mulailah lebih rajin menyiram tanaman cabai merah keriting setiap hari. Terlebih pada musim kemarau, karena tanah akan lebih kering. Jika tanah terlalu kering maka tanaman cabai bisa mati. Rendam bedengan setiap dua minggu sekali sebagai proses pengairan.

Selain itu, perhatikan juga tumbuhnya gulma atau tanaman lain yang tumbuh di sekitar tanaman cabai merah keriting, terutama yang dapat mengganggu pertumbuhan. Jika ada tanaman yang mengganggu sebaiknya segera sulam secara rutin.

Selain itu, penyiangan juga harus dilakukan lebih sering lagi. Tujuannya agar bedengan bersih dari gulma tanaman. Jika sudah tumbuh besar, topang tanaman cabai merah keriting agar tetap berdiri tegak menggunakan tongkat bambu. Jarak penancapan tongkat bambu ini sekitar 4 cm saja dari bagian pangkal batang. Waktu tepatnya, yakni pada hari ke 7 setelah bibit dipindahkan.

Panen

Cara menanam cabai merah keriting yang benar selanjutnya adalah melakukan proses panen. Saat cabai telah tumbuh sempurna, cabai bisa langsung dipanen. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Tepatnya pada pukul 5 pagi sampai 7 pagi.

Pemanenan tanaman cabai merah keriting dengan mencabutnya hingga tangkainya.  Sebaiknya penen cabai merah keriting yang kematangan buahnya berada pada kisaran 80-90%. Proses panen bisa dilakukan setelah cabai merah keriting berusia 75 sampai 85 hari. Proses ini bisa dilakukan setiap 2-5 hari sekali.

Itulah beberapa cara menanam cabai merah keriting yang benar, yang diterapkan di rumah. Berkonsultasilah dengan ahlinya agar bisa mendapatkan tips yang penting selama menanam cabai merah keriting ini.

(Materi disampaikan pada pertemuan dengan para petani di ruang pertemuan BPP Eremerasa Desa Mappilawing Kecamatan Eremerasa di bulan Desember 2021

*) Penulis adalah Penyuluh Pertanian Muda di BPP Eremerasa.

 

PENGUNJUNG

51729

HARI INI

73870

KEMARIN

50757361

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook