Gerbang Daerah
> >

IPDMIP DI Batu Ampar : Modal 2 Ekor Sapi, Bantu Produksi 35 Petani

Senin, 17 Jan 2022
Sumber Gambar : fik.docs

IPDMIP DI Batu Ampar: Modal 2 Ekor Sapi, Bantu Produksi 35 Petani

Tak terbayangkan bagi Saparudin, awal menjual dua ekor sapi milik kelompok, dapat membantu dan membiayai 35 petani di kelompok petani (Poktan) Karya Sentosa 1 Daerah Irigasi Batu Ampar. "Awalnya ada 28 petani yang tergabung dalam Poktan Karya Sentosa, kini sudah 35 petani bergantung pada modal tanam dari modal ini," kata Saparudin, Ketua Poktan Karya Sentosa 1 Daerah Irigasi Batu Ampar, Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

Menurut dia, sapi yang dijual itu adalah bantuan dari pemerintah, karena kurang produktif dijual seharga Rp15 juta pada tahun 2020, kini mulai berkembang menjadi Rp65 juta yang tersebar di seluruh anggota Poktan Karya Sentosa I. "Masalah yang dihadapi petani padi di Desa Batu Ampar adalah terbatasnya modal dan tenaga kerja untuk menggarap lahan usaha seluas 65 ha pada Poktan kami, kemudian karena kita juga belajar di sekolah lapangan pada program IPDMIP, saya berinisiatif untuk mencari modal mandiri untuk membiayai kelompok petani sebagai modal, dan alhamdulillah kesepakatan menjual sapi itu telah memberi jalan keluar melalui fasilitasi pemberian pinjaman lunak kepada anggota poktan," ujarnya.


Saparudin menuturkan berkembangnya modal ini adalah karena rasa kepercayaan dan memiliki dari dana bersama yang dipergunakan untk pupuk dan obat-obatan. "Untuk bunga pinjaman tidak kami tentukan, hanya jika ada anggota yang pinjam, setidaknya ada kelebihan untuk pengembaliannya. Namun, yang terpenting dan kuncinya berkembangnya adalah setiap petani ada kepedulian menambah iurannya apalagi jika panennya berlimpah," kata Saparudin.


Misdianto, bendahara Poktan Karya Sentosa I, mengakui, kalau program IPDMIP sangat berpengaruh bagi peningkatan produksi padi pada kelompoknya. "Sebelum ada program IPDMIP tahun 2019 lalu, panen kami per hektare sekiataran 2-3 ton, tetapi setelah ada program ini kami menambah pengetahuan dari PPL tentang cara menanam jajar legowo, misalnya dalam materi SL, sehingga bisa menjadi 3,5 4-5 ton per hektare pada musim rendeng dan gadu tahun 2021 lalu," ucapnya.


Untuk soal keuangan, ujar Misdianto, selain kami berinisiatif punya modal awal sendiri dalam kelompok dengan jual sapi, kami juga dilatih mengikuti Pelatihan Literasi Edukasi Keuangan (PLEK) dalam IPDMIP. "Jadi, kami selalu analisa kebutuhan modal, kebutuhan tanam, dan berapa laba yang diperoleh di setiap panennya. Dan, kegiatan IPDMIP ini juga dapat mengurangi risiko gagal panen, karena materi yang diberikan selain kebutuhan kami di lapangan juga karena PPL cukup menguasai kondisi yang terjadi di daerah irigasi," tuturnya.


Kepala BPP Gedung Aji Baru, Syaripudin, SP, mengatakan IPDMIP secara langsung sangat membantu petani di DI Batu Ampar, sesuai dengan tujuannya untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu program pemerintah yang baru berjalan dua tahun, namun sudah
menunjukkan hasil yang positif yaitu program peningkatan produksi di mana rata-rata petani naik produksinya rata antara 1,5-2 ton per hektare sejak 2021, pengelolaan keuangan petani dilatih keuangan pada rumah tangga petani (RTP), dan yang lagi dijajaki adalah kerja sama dengan pengusaha-pengusaha lokal dalam menjual hasil panen. "Semua program itu juga dikoordinasikan dengan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Batu Ampar. Gapoktan juga berupaya memfasilitasi para petani untuk dapat jual beras, bekerja sama dengan Bumdes setempat," kata Syaripudin. * fik

PENGUNJUNG

59859

HARI INI

73870

KEMARIN

50765491

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook