Gerbang Nasional

Program dan Kebijakan Ditjen PSP Tahun 2022

Minggu, 16 Jan 2022
Sumber Gambar : Ditjen PSP

[ JAKARTA ] Pembangunan pertanian yang maju mandiri dan modern harus dilengkapi dengan peningkatan produksi dan produktivitas, pertanian rendah biaya, mekanisasi dan research dan ekspansi pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo(SYL) menyebut di tahun 2022 inovasi dan teknologi menjadi kunci pembangunan pertanian di Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi pada agenda Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 02, Jumat (14/01/2022) bertemakan Program dan Kebijakan Ditjen PSP Tahun 2022 di AOR BPPSDMP mengatakan bahwa Integrated farming merupakan integrasi beberapa komoditas di dalam beberapa komoditas pertanian kita. “Integrated farming ditujukan untuk memaksimalkan keuntungan agribisnis dan optimalisasi lahan”.jelas Dedi. 

Lebih lanjut Dedi mengatakan Integrated farming akan memelihara siklus yang bisa dimanfaatkan dari masing-masing komoditas sehingga terciptanya zero waste. Konsep ini harus dipahami dan diimplementasikan oleh seluruh penyuluh pertanian.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP), Ali Jamil mengapresiasi semua pihak hingga level daerah yang telah bersedia mendukung pelaksanaan kegiatan Direktorat Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP). Dilihat dari pagu anggaran Ditjen PSP di tahun 2022, aspek prasarana dan sarana pertanian masih menjadi prioritas dan aspek strategis dalam pembangunan pertanian ke depan.  "Proporsi besaran anggaran yang dialokasikan kepada Ditjen PSP menunjukan bahwa program penyediaan dan pengembangkan prasarana dan sarana pertanian masih menjadi prioritas utama pembangunan pertanian nasional ke depan," ujar Jamil.

Lebih lanjut Jamil mengatakan kebijakan program strategis ditjen PSP TA 2022 meliputi Perlindungan Lahan Pertanian LP2B, Data Lahan,  Optimalisasi Lahan melalui kegiatan optimalisasi lahan dan Food Estate, Suplesi air irigasi untuk komoditas tanaman pangan, hortikultura dan peternakan  melalui kegiatan RJIT,Pembangunan Embung/Dam Parit/Longstorage, Pembangunan Irigasi Perpompaan/Perpipaan, antisipasi anomali iklim, Asuransi Pertanian : AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi), AUTS (Asuransi Usaha Ternak Sapi) dan Fasilitasi KUR, Fasilitasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi, Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO),dan 5Pengembangan Alsintan Pra Panen (Traktor R-2, Traktor R-4, Pompa Air, Transplanter, Chopper, Cultiator, Hand sprayer, Eksavator, dll.

Narasumber MSPP, Gunawan, Sekretaris Ditjen PSP mengatakan Basis pelaksanaan kegiatan Ditjen PSP yaitu Padat karya. Kegiatan dilaksanakan secara Swakelola oleh kelompoktani/ penerima manfaat dengan pola Padat Karya (cash for work) yang melibatkan semaksimal mungkin anggota kelompok sebagai tenaga kerja. “Dilaksanakan dengan mengerahkan tenaga kerja di perdesaan yang bertujuan memberikan kesempatan kerja dan menambah penghasilan”. jelas Gunawan. Selanjutnya  peningkatkan kinerja pembangunan pertanian melalui penguatan infrastruktur pertanian sekaligus memberdayakan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat di perdesaan.

Kegiatan aspek PSP pola padat karya meliputi RJIT, Pembangunan embung, Perpompaan/Perpipaan, Optimasi lahan rawa dan food estate, jalan usaha tani dan unit pengolahan pupuk organik.

Narasumber lainnya Indah Megawati, Direktur Pembiayaan mengatakan Aspek prasarana dan sarana pertanian mendukung pencapaian produksi komoditas pertanian 2022. “Melalui program Peningkatan ketersediaan, akses dan kualitas konsumsi pangan”. jelas Indah.

Sasarannya meliputi produksi padi 57,50 juta ton GKG, produksi jagung 26 juta ton PK, kedelai 0,71 juta ton, produksi daging 444,55 ribu ton, bawang merah 1,64 juta ton, cabai 2,87 juta ton, bawang putih 91,51 ribu ton, kopi 798,45 ribu ton, kakao 771,93 ribu ton, tebu 34,99 juta ton dan kelapa 2,79 juta ton. “Untuk KUR tahun 2022 ditargetkan sebesar 80 Triliun”ungkap Indah. “Diharapkan kepada teman-teman dinas daerah terkait cpcl dapat diajukan segera, sehingga tidak terjadi lagi pada tahun 2021 perbankan tidak bisa mengakses karena keterlambatan data” tutup Indah.hvy

PENGUNJUNG

49925

HARI INI

73870

KEMARIN

50755557

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook