Diseminasi Teknologi

BUDIDAYA SAYURAN HEMAT AIR

Rabu, 12 Jan 2022
Sumber Gambar : kabartani.com

PENDAHULUAN

 

Sayuran  merupakan salah satu komoditas unggulan  nasional.   Kebutuhan Sayuran meningkat sejalan  dengan bertambahnya jumlah penduduk,  namun ketersediaan  sayuran sampai saat ini belum dapat memenuhi kebutuhan. Agar ketersediaan mencukupi   intensitas penanaman sayuran harus meningkat. Salah satu kebutuhan pokok untuk menunjang hal itu adalah ketersediaan air.  Pada wilayah-wilayah dengan sumber air terbatas, dan memiliki kemarau panjang, budidaya sayuran harus dilakukan dengan cara hemat air.

 Langkah Awal dalam Budidaya Hemat Air:

 Pilih sayuran hemat air atau sayuran yang toleran kekeringan

  • Tanam jenis sayuran berumur pendek
  • Tanam sayuran yang nilai ekonominya tinggi
  • Gunakan air secara bijak/hemat

     Sumber Air Irigasi berasal dari:

  • Air tanah → Sumur bor
  • Manfaatkan air sungai → bangun cek dam, gunakan pompa air, dsb.
  • Panen air hujan → kolam, embung, bahan penampung air (drum) dsb..

 Teknologi irigasi hemat air

  • Irigasi tetes; yaitu sayuran diberi air secara menetes dari slang irigasi tetes (dijual di toko alat pertanian), botol bekas (infuse dan botol minuman) atau bambu yang dilobangi,
  • Irigasi resapan; yaitu air melembabkan tanah melalui media resapan. Alat bantu berupa slang irigasi resapan (tersedia di toko alat pertanian), botol yang berisi kain bekas dari katun/kapas, spoon, sumbu kompor, dsb.

Teknologi Pendukung Budidaya Hemat Air

 

  • Tingkatkan daya simpan/jerap air tanah dengan pemberian bahan organik. Kalau menanam di pot/polibag selain tanah ditambah bahan organik tanah juga bisa diberi potongan spoon untuk mengikat air.

 

  • Kendalikan penguapan air dari tanah → penggunaan mulsa akan menahan laju penguapan dari tanah di penanaman di pada bedeng atau di pot/polibag. Mulsa bisa berupa serasah/sisa tanaman atau plastik.

 

Cara Pembuatan Alat Irigasi Sederhana

 A. Irigasi tetes

       1. Botol bekas infuse: bisa langsung digunakan

       2. Botol bekas minuman:

  • Bagian bawah botol dilobangi dengan paku panas sebesar slang kecil (slang infuse)
  • Sambung bagian berlobang dengan slang kecil.
  • Gunakan karet sandal jepit yang juga telah dilobangi untuk memperkuat sambungan.
  • Gunakan lem perekat agar sambungan botol dan slang tidak bocor.
  • Tambahkan alat penjepit diujung slang atau masukan filter rokok ke dalam slang sehinggga aliran air menetes.B. Irigasi resapan

        Botol bekas

  • Botol minumam bekas dilobangi dengan jarum pentul dibanyak tempat
  • Masukan kaos kaki bekas dari bahan katon/kapas yang telah dibasahi air
  • Letakkan botol disamping rumpun sayuran [Gambar 3 (5)] dalam kondisi bersentuhan dengan butiran tanah
  • Air yang terjerap pada kaos kaki akan secara berangsur melembabkan tanah melalui lobang-lobang pada botol.
  • Air di dalam botol mampu menghidupkan sekitar 4 rumpun sayuran disekelilingnya.
  • Cek kondisi kelembaban kaos kaki. Biasanya air tersedia untuk 4 hari dan basahi kembali kaos kali kalau kering.

C. Mulsa pada tanaman pot

 

Pengguaan mulsa selain berperan mengurangi kehilangan air melalui penguapan dari permukaan tanah, juga berpotensi sebagai sumber pupuk organik.

  • Tempat serasah/cacahan sisa tanaman secara penuh di permukaan tanah pada pot (Gambar 4).
  • Ganti kalau serasah/cacahan sisa tanaman sudah melapuk.

 

Penyusun : Nasriati

Sumber   : BPTP Lampung

 

PENGUNJUNG

54240

HARI INI

73870

KEMARIN

50759872

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook