Gerbang Daerah
> >

Panen Dan Pasca Panen Jagung

Rabu, 12 Jan 2022
Sumber Gambar : Doc. Balai Penyuluhan Pertanian Purwokerto Timur

Kelompok tani cirongge kelurahan Acawinangun Kecamatan Purwokerto Timur mengadakan kgiatan panen dan pasca panen jagung pada hari kamis tanggal 2 September 2021 yang di ikuti oleh anggota kelompok tani sejumlah 25 orang.

Panen dan Pasca Panen merupakan kegiatan yang menentukan terhadap kualitas dan kuantitas produksi, kesalahan panen dan pasca panen dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar bahkan produk kehilangan nilai ekonomi. Karena itu penanganan panen dan pasca panen secara benar perlu mendapatkan prioritas dalam proses produksi usaha tani jagung.

Tujuan diadakan panen dan pasca panen jagung di kelompok tani cirongge adalah untuk mengajak petani pada saat panen bisa memahami panen dan pasca panen jagung secara benar. Mencegah susut bobot, memperlambat perubahan kimiawi yang tidak diingginkan, mencegah kontaminasi bahan asing dan mencegah kerusakan fisik. Penyimpanan pada pasca panen berperan penting dalam mempertahankan kwalitas hasil pertanian.

Panen merupakan pemetikan atau pemungutan hasil setelah tanam dan penanganan pasca panen merupakan tahapan penanganan hasil pertanian setelah panen.

Teknologi penanganan panen dan pasca panen jagung meliputi kegiatan – kegiatan sebagai berikut :

  • Pemanenan
  • Pengupasan
  • Pengeringan I
  • Pemipilan
  • Pengangkutan
  • Sortasi & greding pengeringan
  • dan Penggudangan/ Penyimpanan.

Teknik panen umumnya dilakukan secara manual dengan tangan. Tata cara panen jagung adalah sebagai berikut :

  1. Tentuka tanaman (pohon ) yang bertongkol matang fisiologis (tua)
  2. Petik tongkol dengan tangan hingga lepas dari batangnnya
  3. Lakukan pemetikan tongkol tanggal lainnya pada tanaman yang terdapat di areal sawah maupun kebun.

Tata cara panen yang baik sangat menentukan terhadap mutu hasil yang di peroleh dan akan menekan kehilangan hasil- hasil akibat pemanenan. Pemanenan yang terlalu cepat akan menyebabkan kualitas hasil yang diperoleh rendah dan pemanenan yang terlambat akan menyebabkan sebagaian hasil akan hilang akibat serangan jamur, serangga dan binatang pengerat.

 

  1. Kriteria Panen

Penentuan saat panen jagung yang paling tepat amat tergantung pada tujuan penggunaan produksi. Saat panen yang paling tepat adalah pada stadium tongkol setengh tua, yaitu tongko; berukuran maksimum, berbiji penuh, padat dan bila biji ditekan tampak bekas melekuh.

Ciri jagung siap di panen pada saat matang fisiologis adalah sebagai berikut :

  1. Tongkol berumur 7 – 8 minggu setelah keluar bunga.
  2. Kelobot tongkol sudah berwarna kuning atau putih kekuning-kuningan.
  3. Pengeringan

Pengeringan jagung bertongkol merupakan salah satu tahapan penanganan pasca panen jagung. Ada beberapa metode pengeringan yang bisa dilakukan sesuai dengan jumlah jagung yang akan dikeringkan dan kondisi geografis daerah masing-masing.

Pengeringan jagung bertongkol merupakan kegiatan yang sangat penting dalam tahapan penangan pasca panen jagung, jagung yang telah dipanen harus segera dikeringkan apabila hendak disimpan sebelum dilakukan pemipilan.

Tujuan pengeringan adalah untuk mengurangi kadar air sehingga mencapai batas aman untuk penyimpanan dalam pengertian tidak dapat lagi di tumbuhi mikroba perusak.

Pengeringan dengan sinar matahari adalah pengeringan yang paling sederhana dan keuntungannya metode ini biayanya lebih murah dapat terjangkau di tingkat petani serta tidak membutuhkan tempat dan ketrampilan yang tinggi.

III.  Penyortiran dan Penggolongan

Setelah jagung terlepas dari tongkol, biji-biji jagung harus dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tidak dikehendaki, sehingga tidak menurunkan kualitas jagung. Yang tidak perlu dipisahkan dan dibuang, antara lain sisa-sisa tongkol, biji kecil, biji pecah, biji hampa, kotoran selama petik ataupun pada waktu pengumpulan.

Tindakan ini sangat bermanfaat untuk menghindari atau menekan serangan jamur dan hama selama dalam penyimpanan.

  1. Penyimpanan

Jagung pipilan dapat disimpan dalam  karung plastic atau tempat penyimpanan lainnya. Jagung pipilan dapat disimpan dalam karung plastic, kantaung plastic, kaleng, jrigen dan sebagainya. Penyimpanan jagung dengan cara tersebut pada kadar air maksimal 14%. Penyimpanan untuk benih paling baik pada kadar 9 % dan pada suhu penyimpanan 21°C , pada kondisi ini penyimpanan dapat lebih lama dan proses penuaan diperlambat. Penyimpanan benih jagung dengan kadar air 13 -14 % ,menggunakan kaleng tertutup rapat mempertahankan daya tumbuh jagung selama 5 bulan.

 

 

Disusun oleh : Hartati, SST ( PPL Kecamatan Purwokerto Timur )

PENGUNJUNG

50796

HARI INI

73870

KEMARIN

50756428

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook