Materi Lokalita
JAWA TIMUR > KABUPATEN SUMENEP > BATUAN

KREASI TEMPE DARI BIJI SAGA

Senin, 10 Jan 2022
Sumber Gambar : Dokumentasi pribadi

Bila pada umumnya tempe dibuat dari kedelai sebagai bahan baku utama, maka kali ini kami bereksperimen membuat tempe dari biji tanaman saga.  Tanaman saga () masih banyak dijumpai di desa-desa di Kabupaten Sumenep. Sampai saat ini, daunnya masih dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pakan ternak. Berbeda halnya dengan bijinya. Dulu biji saga cukup popular sebagai cemilan tradisional. Cukup dengan disangrai biji sagapun siap dinikmati.

Saat ini, cemilan biji saga mulai ditinggalkan oleh masyarakat. Padahal biji saga memiliki beberapa kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan, diantaranya kaya protein, lemak, kalsium, kalium, dan beberapa mineral penting seperti zat besi, zinc, dan fosfor. Biji saga juga mengandung serat dan karbohidrat, serta rendah gula.

Pemanfaatan biji saga sebagai pengganti biji kedelai pada pembuatan tempe bertujuan untuk diversifakasi olahan tempe serta mengangkat kembali popularitas biji saga yang tergerus oleh modernisasi agar generasi muda pun bisa mengenal dan mengonsumsi biji tersebut. Adapun cara membuat tempe biji saga sebagai berikut:

Bahan :

¼ kg biji saga

6 sdm asam cuka

1 liter air

2 sdm ragi tempe (menyesuaikan)

Daun waru dan daun pisang

 

Cara membuat :

  1. Cuci bersih biji saga. Rebus biji saga kurang lebih 40 menit pada campuran air dan asam cuka. Pemberian asam cuka bertujuan untuk melunakkan biji saga supaya mudah dibersihkan.
  2. Setelah mendidih, lalu rebusan didinginkan. Lalu, buang kulit ari yang menempel pada biji, kemudian dicuci bersih kembali dan dikeringanginkan.
  3. Setelah biji saga benar-benar kering, campurkan dengan ragi, aduk secara merata. Dosis ragi bisa dikurangi dari resep (bisa menggunakan dosis anjuran dalam kemasan).
  4. Siapkan daun sebagai wadah tempe. Posisikan daun waru diatas daun pisang. Daun waru digunakan sebagai bungkus karena biasanya pada daun waru terdapat jamur berbentuk benang yang menempel pada permukaan bawah daun yang berfungsi sebagai starter ragi pada pembuatan tempe. Jadi, taruh daun waru dalam posisi terbalik (permukaan bagian bawah ditaruh diatas) sehingga jamur yang menempel bisa kontak langsung dengan biji saga.
  5. Bungkus biji saga dengan daun yang digulung lalu tutup dengan serbet bersih. Simpan di tempat yang sejuk selama kurang lebih 2 hari. Suhu gulungan tempe akan naik perlahan-lahan, menandakan bahwa proses fermentasi sedang berlangsung.
  6. Dua hari kemudian bisa dicek, bila tektur memadat berarti proses pembuatan tempe berhasil. Tempe biji saga siap diolah dan dinikmati.

Rasa tempe biji saga tidak kalah enak dari tempe kedelai, gurih dan aroma khas biji saga. Semoga informasi ini bermanfaat dan memotivasi untuk berkreasi dengan aneka bahan substitusi kedelai lainnya.

Ditulis oleh :

DELLY HOS KAPILA, SP

PPL KEC. BATUAN-SUMENEP

PENGUNJUNG

59108

HARI INI

73870

KEMARIN

50764740

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook