Materi Lokalita
RIAU > KABUPATEN BENGKALIS > BUKIT BATU

PENYULUHAN PERTANIAN DAN GOTONG ROYONG RUTIN KELOMPOK WANITA TANI DI DESA PAKNING ASAL KECAMATAN BUKIT BATU

Senin, 10 Jan 2022
Sumber Gambar : Arsip BPP Kecamatan Bukit Batu

Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Sukoharjo Desa Pakning Asal, memanfaatkan lahan puluhan meter persegi yang dibagi tiga unit, sebagai kebun sayur organik dan tanaman bahan baku jamu. Berbagai jenis sayuran ditanam berdasarkan kebutuhan rumah tangga, seperti pakcoi, bayam dan kangkung. Ada pun tanaman bahan baku pembuatan jamu yang ditanam adalah jahe, kencur dan serai.

"Sayuran organik diperoleh dari proses budidaya tanpa bahan kimia, kami menggunakan pupuk kandang. Sayur organik lebih menyehatkan, menghemat belanja rumah tangga serta memenuhi kebutuhan gizi keluarga." Jelas Ibu Yayuk selaku Ketua KWT. 

“Selama ada kegiatan ini, kaum ibu sangat antusias dan bertambah semangat. Setiap minggu sore secara bergotong royong aktif mulai dari penanaman dan perawatan hingga panen. Bahkan, hasilnya selain dikonsumsi juga untuk dijual ke kedai terdekat.” Ujarnya.

"Hasil beberapa kali panen sayur, uangnya dimasukkan ke dalam kas kelompok." Imbuhnya.

Penyuluh Pertanian dan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bukit Batu selaku pendamping Kelompok Tani di Desa Pakning Asal. Menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah inisiatif dari kelompok wanita tani itu sendiri. Ada tiga petak lahan yang dikerjakan di masing-masing wilayah, yaitu, RT 17, RT 18 dan RT 19 Dusun Sukoharjo. Penyuluh Pertanian dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Bengkalis mendampingi ibu-ibu KWT, mengarahkan mulai dari proses mengolah tanah, budidaya sayur hingga panen dan pemasaran. Untuk saat ini semuanya masih dibiayai secara swadaya dan sukarela dari ibu-ibu perkumpulan wanita tani tersebut. Penyuluh pertanian selalu siap membantu kegiatan di KWT tersebut dengan menghadiri pertemuan rutin, penyuluhan dan gotong royong setiap akhir pekan.

Penyuluh Pertanian menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan KWT Dusun Sukoharjo merupakan hal yang positif karena selain sayuran yang dihasilkan dapat dipergunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehingga untuk pemenuhan gizi keluarga, mereka tidak perlu membeli lagi dari pasar. Dengan kegiatan ini juga dapat menjadi contoh kepada masyarakat sekitar tentang kesadaran akan pentingnya memenuhi kebutuhan pangan mandiri melalui proses pertanian.

Dalam kesempatan itu dijelaskan tentang bahaya pupuk kimia dan pestisida. Pasalnya akan meninggalkan residu di tanaman yang sedang dibudidayakan sehingga berbahaya bagi tubuh manusia. Lebih baik bila petani menggunakan pupuk organik yang bisa diperoleh dari fermentasi pupuk kandang dan sisa dapur rumah tangga. Sedangkan untuk mengendalikan hama, bisa dengan membuat pestisida nabati dari bawang putih, daun sirih dan tanaman lain yang mudah ditemukan di desa. Semua itu bisa dibuat dengan upaya sendiri dan pendampingan dari penyuluh pertanian lapangan setempat.

"Gotong royong pertanian adalah langkah awal memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Sehingga nantinya usaha yang dilakukan KWT Dusun Sukoharjo dapat meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi desa." Pungkas Penyuluh Pertanian.

PENGUNJUNG

52390

HARI INI

73870

KEMARIN

50758022

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook