Materi Penyuluhan

PERAN PENTING SDM PERTANIAN

Jum'at, 07 Jan 2022
Sumber Gambar :

Pertanian memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia karena fungsinya sebagai penyedia pangan, energi, serat, dan pakan. Hal ini menyebabkan pertanian sangat vital bagi kehidupan manusia. Tren kebutuhan pangan terus mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi. Kebutuhan pangan yang terus meningkat akan menimbulkan tekanan yang lebih besar pada sektor pertanian untuk dapat memenuhi kebutuhan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Pada saat ini, jumlah penduduk di Indonesia sekitar 273 juta orang. Hal ini menjadi tantangan besar bagi Indonesia dalam penyediaan pangan bagi penduduknya yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pembangunan pertanian harus dilakukan dengan langkah yang luar biasa karena kendala lahan yang semakin berkurang, baik kuantitas maupun kualitas,  perubahan iklim dan isu global lainnya. Kebijakan pembangunan pertanian yang dibuat saat ini sangat menentukan apakah Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan di masa depan dengan jumlah penduduk yang terus meningkat.

Sasaran pembangunan jangka menengah tahun 2020-2024 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Untuk mewujudkan sasaran pembangunan maka Kementerian Pertanian menetapkan sasaran pembangunan pertanian jangka menengah 2020-2024 yakni: Kementerian Pertanian yang andal, profesional, inovatif dan berintegritas dalam pelayanan kepada Presiden dan Wakil Presiden untuk mewujudkan Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden, yaitu “Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian berlandasakan Gotong Royong”.

 

Tujuan pembangunan pertanian yaitu: (1) Menyediakan pangan bagi 273 juta penduduk Indonesia; (2) Meningkatkan kesejahteraan petani; dan (3) Meningkatkan ekspor. Peningkatan produktivitas, kualitas, dan jaminan kontinuitas produk pertanian merupakan kunci keberhasilan pencapaian tujuan pembangunan pertanian. Untuk itu diperlukan SDM pertanian yang profesional, berdaya saing dan berjiwa wirausaha tinggi.

Gambar 1 menunjukkan bahwa dari 33.487.806 petani, Indonesia memiliki petani milenial (< 45 tahun) sekitar 29% dan petani tua (>45 tahun) sekitar 71%. Selanjutnya tingkat pendidikan petani sekitar 24% tidak tamat Sekolah Dasar (SD), 38% lulus SD, 17% lulus SLTP, 13% lulus SLTA dan hanya 1% lulus perguruan tinggi (BPS, 2018).

Petani yang didominasi oleh petani tua saat ini menguntungkan, karena sebagian besar petani berada pada usia produktif. Namun demikian, sepuluh tahun yang akan datang petani tersebut memasuki usia tidak produktif. Dengan demikian maka regenerasi petani kepada petani milenial mutlak diperlukan mulai saat ini juga.  

Tingkat pendidikan petani didominasi oleh lulusan SD, tidak tamat SD, bahkan tidak sekolah (69%), sedangkan petani yang lulus perguruan tinggi hanya sekitar 1%. Oleh karena itu, maka petani perlu dikawal, didampingi dan ditingkatkan kapasitasnya melalui optimalisasi Komando Strategis Pembangunan Pertanian tingkat Kecamatan (KOSTRATANI) yang berbasis teknologi informasi.

Percepatan pencapaian tujuan pembangunan pertanian diperlukan melalui pembangunan food estate berbasis korporasi petani yang dimulai dari hulu sampai hilir. Program tersebut meliputi penguatan kelembagaan petani, implementasi teknologi modern, pengembangan jejaring kemitraan dan pemasaran

(Purnomojati Anggoroseto, SP, MSi/Penyuluh Pertanian Ahli Muda)

PENGUNJUNG

51780

HARI INI

73870

KEMARIN

50757412

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook