Gerbang Nasional

Tulisanmu Angka Kreditmu

Selasa, 04 Jan 2022
Sumber Gambar : Pngtree

[ JAKARTA] Pembangunan pertanian mempunyai tujuan menyediakan pangan 273 juta penduduk Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan ekspor pertanian. Untuk menghasilkan produktivitas, kualitas dan kontinuitas yang baik, maka diperlukan SDM Pertanian yang profesional daya saing dan wirausaha.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi pada agenda Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras) volume 01 bertemakan Tulisanmu Angka Kreditmu dilaksanakan Selasa (04/01/2022) di AOR BPPSDMP secara virtual, mengatakan bahwa “Tahun 2022 ini harus lebih baik dari tahun 2021 agar kita termasuk orang yang beruntung”. jelas Dedi. Tugas penyuluh adalah meningkatkan kapasitas petani, bagaimana caranya mendampingi petani agar mau dan mampu mengaplikasikan teknologi pertanian untuk menggenjot produktivitas dan meningkatkan produksi pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani. Bukan hanya menyediakan pangan untuk masyarakat di Indonesia, tapi juga menyediakan pangan untuk pasar luar negeri atau ekspor.

Lebih lanjut Dedi mengatakan tugas penyuluh bisa dilakukan melalui berbicara atau silaturahmi dan juga bisa dilakukan melalui bahasa tulisan. Saat ini teknologi komunikasi sudah berkembang pesat. Kita harus bisa memanfaatkan teknologi informasi secara maksimal, salah satunya adalah melalui bahasa tulisan. Langkah pertama dalam menulis adalah dengan banyak membaca.

Narasumber Ngobras Penyuluh Pusat Pertanian, Sumardi mengatakan menulis berarti berkomunikasi dengan pembaca atau masyarakat lewat bahasa tulisan. Pesan yang disampaikan bisa berupa informasi, gagasan, pemikiran, ajakan dsb. “Langkah-langkah dalam menulis yaitu menetapkan tema atau topik, menetapkan judul, membuat kerangka karangan, mengumpulkan bahan tulisan, menulis, mengoreksi dan menyerut, menulis kedua kali, mengoreksi dan menulis terakhir serta mengirimkan dan memperbanyak naskah”.jelas Sumardi.

Selanjutnya Sumardi menjelaskan bahwa penulis harus memiliki 3 K, yaitu Kapasitas, Kapabilitas dan Konsistensi. Penulis harus memiliki kapasitas keilmuan pada persoalan yang ditulis karena memiliki ilmu atau pengalaman, kapabilitas dengan materi yang ditulis karena itu bidang keahliannya serta konsisten terhadap keilmuannya dan juga konsisten untuk tidak memberikan tulisan yang sama pada berbagai media massa.

Berawal dari membaca. Penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Dengan membaca kita bisa menabung kosakata dan menjadi peneliti kecil-kecilan. Saat menulis tempatkan diri kita sebagai pembaca, karena tujuan menulis adalah agar tulisan kita dibaca oleh orang lain.

“Adapun 10 kiat sukses menjadi penulis yaitu berlatih menulis, suka membaca, menguasai tata bahasa, sabar, tekun dan berani, belajar bersama pakarnya, sosialisasi dengan lingkungan, berawal dari hobi, berbagi pengalaman lewat tulisan, jangan berhenti menulis.”. tutup Sumardi. hvy

PENGUNJUNG

53575

HARI INI

73870

KEMARIN

50759207

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook