Diseminasi Teknologi

TEKNOLOGI BUDIDAYA CABAI UNGGUL LOKAL DI LUAR MUSIM (OFF SEASON)

Jum'at, 31 Des 2021
Sumber Gambar :

Komoditas cabai merupakan komoditas yang ekonomis yang bisa menghasilkan keuntungan yang besar tetapi bisa juga menghabiskan modal petani. Pemilihan jenis dan varietas cabai sangat berpengaruh terhadap ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit tanaman. Berbagai varietas tanaman sudah dicoba ditanam, ternyata ada varietas unggul lokal yang banyak ditanam petani di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu karena lebih tahan terhadap serangan hama penyakit pada musim hujan (off season). Untuk menghasilkan produksi yang tinggi, teknologi budidaya cabai unggul lokal yang disarankan adalah sebagai berikut.

Penyiapan media semai campuran tanah dan kompos (1:1) dalam bumbunan polybag. Benih  direndam dalam air hangat (50°C) atau larutan Previcur N (1 cc/l) selama satu jam dan disemaikan pada polibag media tanam.

Pengolahan tanah dilakukan secara sempurna dengan membersihkan lahan terlebih dahulu,  kemudian buat bedengan lebar 1m, tinggi 30 cm, jarak bedengan 40 cm. Bila pH Tanah asam (<6) diberi kapur 500kg/ha. Biarkan 1 atau 2 minggu. Bedengan ditaburi pupuk organik/kompos 15 ton/ha, dicangkul dan diaduk. Pemberian pupuk Phonska 300 kg/ha; SP.36, ZA, dan KCl (1/3 dosis) secara merata dan digemburkan dan dipasang mulsa. 

Setelah 1 minggu dibuat lobang (2 jalur zig-zag) dan dilakukan penanaman dengan benih umur 3 minggu. Penanaman dengan menggunakan 2 jalur zig-zag dengan jarak tanam  50 cm x 60 cm;

Pupuk kimia  yang dibutuhkan yaitu Phonska 300 kg/ha; SP-36 200 kg/ha; ZA 300 kg/ha; KCl 200 kg/ha; dan NPK 200 kg/ha. Pemberian pupuk dasar  berupa kompos 15 ton/ha dan pupuk  kimia saat pengolahan tanah. Pupuk susulan yang diberikan yaitu sebanyak 2/3 dosis SP.36, ZA, KCl. Dilarutkan dan dikocor 200 ml per lobang tanam, mulai 14 hst dan diulang setiap 1 minggu) sampai habis. Dosis kocoran pupuk SP-36; ZA; KCl; NPK masing-masing 5 kg/200 lt air.

Pengendalian hama dan penyakit tanaman dilakukan dengan pengelolaan hama terpadu. Penerapan Border Jagung dikeliling lahan (3 baris), 1 bln sebelum tanam/awal olah tanah dengan jarak tanam 15x25 cm. Penyiangan dan pembersihan 30 hst, diulang setiap 30 hari.  Panen dimulai umur 105 hst dan diulang setiap minggu. Produksi cabai merah mencapai 7.330 kg/ha.

 

Ir. Sri Suryani M. Rambe, M. Agr

PENGUNJUNG

59701

HARI INI

73870

KEMARIN

50765333

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook