Materi Lokalita
NUSA TENGGARA TIMUR > KABUPATEN FLORES TIMUR > TANJUNG BUNGA

Hama Dan Penyakit Tanaman Mente

Jum'at, 31 Des 2021
Sumber Gambar :

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN MENTE
Kerusakan tanaman jambu mete akibat serangan hama dan penyakit dapat menyebabkan produktivitas tanaman menurun bahkan bisa sampai gagal panen. Oleh karena itu perlindungan tanaman dari serangan hama dan penyakit merupakan bagian penting dalam pemeliharaan tanaman. Pengamatan tanaman dilakukan secara berkala/teratur sejak awal pertumbuhan benih/bibit sampai tanaman berbuah dan dinyatakan aktif.
Pengamatan akan berjalan baik manakala para petani memiliki pengetahuan yang cukup tentang jenis hama maupun penyakit yang sering menyerang tanaman jambu mete beserta gejala serangan dan cara pengendaliannya. Selain itu perlu pula diketahui beberapa musuh alami/predator yang dapat digunakan untuk penanggulangan hama.
Hama dan penyakit penting yang sering menyerang tanaman jambu mete beserta gejala dan cara pengemndaliannya dapat diuraikan sebagai berikut :
? Hama-Hama Penting.
1) Kutu Daun (Helopeltis sp.)
Menyerang dengan mengisap daun muda, pucuk-pucuk muda, bunga dan buah muda. Ciri serangan baik pada tanaman muda maupun tanaman produktif adalah adanya bintik-bintik berwarna coklat ungu pada tulang daun atau pucuk-pucuk tanaman.
Penanggulangannya dengan menyebarkan musuh alami seperti semut hitam dan kutu putih , serta pengendalian dengan ramuan pestisida nabati( racikan daun/biji nimba, langkuas, bawang merah/putih)

2) Acrocercops spp
Menyerang daun dengan mengorok daun muda. Ciri-ciri serangannya, terlihat pada daun-daun muda yang melepuh seperti terkena air panas.
3) Selenothrips spp
Mengisap daun dan pucuk. Ciri-ciri serangan terlihat bercak-bercak kuning abu-abu seperti perak dan pucuk-pucuk mengering.
4) Ulat Penggerek Batang dan Akar ( Plocaederus ferru-geneus L.)
Menyerang dengan cara memakan jaringan sub-epidermis dan floem kayu. Jaringan kayu yang dimakannya berlubang berbentuk terowongan dengan arah tidak teratur. Selain menyerang batang juga menyerang/ menggerek pangkal batang dan akar tanaman.

5) Hama- Hama Lain
Hama- hama lain yang biasanya sering menyerang tanaman jambu mete adalah tikus, kera, kelelawar. Tikus sering menyerang bibit jambu mete. Bagian yang diserang adalah kotiledon yang muncul dipermukaan tanah. Tikus menyerang tanaman pada waktu malam hari sehingga sulit untuk dikontrol. Upaya nmengatasinya dengan pemasangan perangkap dan atau melindungi bibit denga kawat strimin yang rapat.
Kera umumnya merusak buah jambu mete baik yang masih mudah maupun memakan buah yang sudah masak. Untuk mengatasinya biasanya hanya dapat diusur dengan kartupel atau senapan angin, atau mengusiernya dengan anjing
Kelelawar juga memakan buah masak. Mengusirnya dengan kartupel atau senapan angin, atau memasang jaring dekat tanaman jambu mete.
Secara umum beberapa cara pengendalian hama- hama tersebut diatas yang dilakukan yaitu :
• Melalui teknik budidaya antara lain dengan menggunakan varietas yang tahan terhadap hama/penyakit, pengaturan pola anam, penggunaan anaman perangkap.
• Secara fisis antara lain dengan pengaturan suhu dan kelembaban ilingkungan, naungan. Mengatur intensitas sinar matahari dan sebagainya.
• Secara mekanis dengan menangkap dan memunasnakan hama dengan tangan atau alat, mamasang perangkap dll.
• Melakukan pembersihan lingkungan ( eradikasi )membuang dan membersihkan tanaman inang, membuang dan memusnakan bagian tanaman yang terserang hama
• Secara biologis dengan menggunakan parasitoid serangga) predator/ musuh alami.
• Penggunaan obat kimia secaa bijaksana.
Sampai saat ini pengendalian hama masih mengandalkan pada penggunaan cara kimiawi yang relatif mahal dan merusak lingkungan. Sebaiknya pengendalian hama dilakukan secara dini dan dengan menggunakan/ memadukan semua cara yang disebut pengendalian hama terpadu yang ramah lingkungan atau secara alami sedangkan cara kimiawi dilakukan sebagai tindakan yang terakir apabila hama tidak terkendali dan atau dalam kedaan ekplosif,

b). Penyakit Utama yang Menyerang jambu mete.
Berbagai penyaki yang sering menyerang tanaman jambu mete adalah :
1. Penyakit Layu pada bibit.
Penyebab penyakit ini adalah beberapa jenis cendawan seperti Phiptophora pawimora, Fusarium sp, Pythium ultimun. Gejala serangan penyakit aqkiibat cendawa Phitoptora pawimora adalah pada batang terdapat keratan keratan dengan jaringan berwarna gelap batang tampak seperti hangus, tanaman tampak pucat, roboh dan daun menunjukan gejala seperti basah terendam air, membengkak dan layu
Gejala serangan cendawan Fusarimu sp adalah tulang tulang daun tampak pucat terutama permukaan daun sebelah atas, kemudian tangkai daun tampak merunduk, layu dan mati,
Gejala serangan cendfdawan Pythium ultimun yaitu daun bagian bawah menguning dan tanaman tumbuh kerdil. Jika taaman dicabut, akar tampak membusuk.
Pencegahan dan pengendalian penyakit layu dapat dilakukan dengan cara-cara sebangai berikut :
o Menanam dengan jarak tanam yang sesuai ( mencegah kelembaban yang tinggi)
o Pengolahan tanah secara intensif
o Penggunaan mulsa untuk meningkatkan suhu tabah
o Mencabut tanaman yang sakit dan dibakar
2). Mati Pucuk ( Die back).
Penyebab penyakit mati pucuk adalah cendawan Pellicularia salmonocolor dan Gloeophorium. Cendawan ini menyerang pucuk-pucuk ranting tanaman sehingga menyebabkan kematian pada pucuk-pucuk tersebut.
Gejala serangannya adalah adanya bercak-bercak berwarna putih berlapis-lapis menyerupai ayaman benang sutra. Selanjutnya bercak tersebut berubah warna menjadi merah muda yang menyerpai kumpulan spora.
Pencegahan dan pengendalian penyakit mati pucuk ini dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :
o Memangkas cabang ibawah tempat infeksi; kemudian membakarnya
o Mengoles bekas potongan cabang dengan bubur bordo dan diulang dua kali, sebelum musim hujan dan pertengahan musim hujan.
o Pemangkasan ranting, cabang yang telah tumbuh penuh supaya tidak lembab.
3). Penyakit Jamur Akar Putih (JAP) yang disebabkan oleh jamur Rigidoporus lignosus. Penyakit menyerang perakaran tanaman sehingga membusuk. Daun-daun menjadi kuning dan rontok sehingga menyebabkan tanaman mati. Tanaman ubi kayu meruakan inang jamur tersebut, sehingga dianjurkan untuk tidak boleh menanam ubi kayu dalam kebun jambu mete.
4). Penyakit Antraction, yang menyerang tangkai bunga dan buah . Penyakit ini banyak tumbuh bila turunnya hujan pada fase pembungaan.
c. Musuh Alami Untuk Hama Tanaman Jambu Mete
Salah satu kebijakan pengendalia hama terpadu adalah penggunaan predator/ musuh alami untuk hama yang menyerang tanaman jambu mete. Dengan menggunakan musuh alami berarti kita turut menjaga keseimbangan alam lingkungan, selaras dengan pertannian selaras alam.
Beberapa jenis musuh alami untuk hama untuk tanaman jambu mete antara lain: Semut rangrang, memangsa helopeltis, Semut denticulata, memangsa lalat buah

 

Oleh : Andreas Ado Aran, S.Pt / Penyuluh Pertanian
BPP Cabo da Flora Kec. Tanjung Bunga Kab. Flores Timur NTT

PENGUNJUNG

57473

HARI INI

73870

KEMARIN

50763105

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook